Bukan Marketplace, Perkecil Resiko Kerugian dengan Berjualan di Toko Online Sendiri

Bisnis online merupakan bisnis yang terus meningkat baik dari segi pembeli maupun penjual. Bagaimana tidak? Dari data APJII di tahun 2018, orang yang menggunakan internet di Indonesia sebanyak 171,17 juta jiwa. Pada tahun 2018, terjadi kenaikan 10% pengguna dari tahun sebelumnya. Pengguna diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya.


Seiring bertambahnya pelaku bisnis online dan permintaan yang tinggi, berbagai macam platform pun dijadikan tempat “menjajakan” dagangannya. Ada yang menggunakan marketplace, sosial media dan bahkan menggunakan platform toko online sendiri.

Biasanya, baik berjualan di toko online ataupun marketplace, para penjual pasti memiliki sosial media agar lebih terpercaya dan dapat “membranding” mereknya. Kombinasinya seperti ini: toko online-sosial media atau marketplace-sosial media. Ada juga yang menggunakan kombinasi toko online-sosial media-marketplace, tetapi biasanya pemilik brand yang seperti ini membatasi produknya yang tersedia di marketplace. Mengapa seperti itu?

Tentunya ada beberapa alasan dibalik terbatasnya suatu produk brand terkenal yang dibatasi. Berikut ini adalah alasan yang paling sering ditemui:

  • Akun Anda Bisa Dibekukan Secara Sepihak

Banyak keluhan yang berasal dari seller online salah satunya adalah akun yang dibekukan secara sepihak oleh marketplace. Tentu banyak sekali kerugian yang disebabkan oleh pembekuan akun ini karena akun Anda belum tentu akan kembali meskipun sudah mengajukan komplain dan banding kepada pihak marketplace.

  • Dana Tertahan Tanpa Alasan yang Jelas

Kelancaran UMKM dalam berdagang tidak lepas dari kelancaran perputaran uang. Jika ada dana yang tertahan baik dalam jumlah yang kecil maupun besar, memiliki dampak yang sama terhadap pebisnis online, yaitu aliran kas yang macet, perputaran uang ikut macet dan akhirnya membuat jalannya bisnis menjadi stuck.  

  • Pengembalian Dana Refund Bertele-tele

Marketplace dikelola dengan sumber daya yang begitu banyak dan tidak lepas dari sistem mereka bekerja yang diharuskan runtut dari satu proses ke proses yang lainnya. Tapi, justru hal ini juga yang membuat proses refund saja bertele-tele dan harus menunggu sangat lama. Sekalinya proses refund selesai, ternyata tetap tidak bisa direfund kembali dalam bentuk saldo ATM yang terpotong, melainkan menjadi saldo yang akan mengendap di akun marketplace kita. Tentunya hal ini merugikan pelanggan dan yang terkena dampak buruknya adalah reputasi kita sebagai penjual.

Nah, beberapa hal tadi adalah hal yang umumnya terjadi pada saat kita berjualan di marketplace. Tapi, hal-hal seperti itu bisa Anda hindari dengan cara menggunakan toko online dari Yukbisnis. Mau tahu bagaimana perbandingan Yukbisnis dengan marketplace?

Anda bisa membacanya di sini >>> Perbandingan Yubi vs Marketplace

The following two tabs change content below.

Anita Yulia

Seorang lulusan Sarjana Teknik Industri yang punya hobby menulis dan bermain biola.