Bagaimana Saya Menghasilkan 5 Juta Dalam 75 Menit Dengan Yubi Affiliate (Studi Kasus Lengkap)

email marketing atm

 

 

Semua yang terjadi dalam studi kasus ini memiliki sangat banyak faktor yang membuatnya berhasil. Yang saya tulis disini adalah faktor-faktor yang menurut saya menjadi penentu keberhasilan strategi yang saya gunakan selama hari Jum’at hingga Minggu kemarin (5-7 Agustus 2014.) Hasil yang Anda dapat mungkin berbeda, namun jangan berduka, kita cari solusinya bersama.

Untuk Anda yang belum mengetahui apa itu Yubi Affiliate, baca disini.

Klik disini untuk mendaftar Yubi Affiliate.

Seminggu yang lalu, saya me-nonaktif-an seluruh kampanye iklan berbayar yang sedang saya jalankan ke YukBisnis untuk bereksperimen dalam sebuah saluran pemasaran yang, walaupun sudah lama saya pelajari, jarang sekali saya terapkan serius. Saluran pemasaran itu adalah: email.

Email marketing adalah wujud paling tua online marketing. Jauh sebelum dunia mengenal SEO, Social Media Marketing, dan online advertising, dunia terlebih dahulu mengenal email marketing.

Saya sering mendengar istilah:

The Money Is In The List

Atau terjemahan bebasnya: “uang itu ada di dalam daftar email yang kita miliki.”

Semakin berkualitas daftar email yang kita miliki, maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya penjualan.

Selama ini kampanye pemasaran saya memang tidak fokus ke email, alasannya: belum pernah berhasil. Lalu saya mulai menyalahkan pasar di Indonesia dengan mengatakan:

Pasar lokal belum siap..

Atau

Orang Indonesia ga pernah buka email, persentasi open rate (jumlah orang yang membuka email) sangat kecil..

Dan terus mencari pembenaran dengan alasan-alasan sejenis.

Hingga akhirnya seorang pakar email marketing di Indonesia menanyakan kepada saya:

Jadi open rate-nya mau berapa?

Dan lalu mengingatkan saya bahwa semua anggapan saya tentang email marketing untuk pasar Indonesia itu salah. Saya kemudian memutuskan untuk memberikan email marketing kesempatan kesekian kalinya.

Saat akan memulai promosi melalui email marketing, YukBisnis memiliki sekitar 77ribu daftar email yang terbagi menjadi beberapa segmen. Setelah saya bagi lebih mendetail, akhirnya saya memilih sekitar 15ribu yang akan saya kirim email kampanye ini karena sesuai dengan target pasar yang Anda tuju.

Berikut ini adalah studi kasus yang saya lakukan dari tanggal 5 hingga 7 Agustus 2014. Rata-rata pengerjaan kampanye ini, dari mulai menulis email hingga mengirimkannya ke target pasar, memakan waktu kurang lebih 25 menit sehari. Jadi total pengerjaan ketiga kampanye email ini memakan waktu kurang lebih 75 menit.

Kenapa 25 Menit Sehari?

Saya menggunakan Teknik Pomodoro setiap kali saya menulis, termasuk email. Hal ini untuk menjaga saya tetap fokus dan mencegah saya terlalu lelah karena memikirkan apa yang mau saya tulis, juga tentunya bisa . Untuk memahami apa itu Teknik Pomodoro, silahkan baca disini.

 

Inilah studi kasusnya:

Continue reading →

5 Strategi Bisnis Yang Sukses Karena “Tidak Waras”

Strategi bisnis

Bisnis di abad 21 ini telah memasuki era yang baru. Era dimana setiap pebisnis yang ingin meraih sukses, wajib untuk terus-menerus menghasilkan ide-ide yang kreatif untuk memenangkan persaingan ketat dengan kompetitor lain.

Persaingan untuk pasar domestik saja sudah sangat ketat, apalagi bila membicarakan pasar international yang jauh lebih besar. Tentu jauh lebih “berdarah-darah”.

Tapi 5 bisnis berikut punya cara yang “Tidak Waras” alias “Gila” untuk meraih perhatian konsumen dan memenangkan persaingan dengan kompetitor. Tidak tanggung-tanggung, strategi bisnis GILA dari mereka ini mampu membawa beberapanya sukses Go International. Berikut 5 usaha tersebut.

1. Pocari Sweat

April 1980 penjualan pertama minuman Pocari Sweat dimulai. Tim marketing yang dipimpin Jiro Tanaka mengunjungi toko-toko pengecer langganannya. Namun ketika para pengecer mencoba rasa Pocari Sweat mereka menolak karena rasanya tidak lazim. Tim Marketing juga mencoba membuat kios diberbagai event dan menjualnya langsung kepada konsumen. Namun dengan cara seperti ini pun gagal. Reaksi konsumen sangatlah negatif.

Tim marketing pun tentu saja terpukul dengan kondisi ini. Presiden Direktur Akihiko berpikir keras  dan membuat keputusan yang cukup “Gila”, yaitu meminta tim marketing membagikan Pocari Sweat secara gratis dengan jumlah tidak terbatas.

Akihiko mengatakan bahwa keunggulan Pocari Sweat tidak bisa dirasakan kalau tidak diminum berulang-ulang. Jangan menghitung kerugian dulu, yang penting  mensosialisasikan konsep produk secara tepat daripada menjual produk. Dan benar saja, startegi itu kini telah menempatkan Pocari Sweat sebagi merek yang mendunia.

2. SalesForce

Salesforce, sebuah perusahaan cloud computing, mendapat predikat dari Forbes sebagai perusahaan paling inovatif di Amerika. Semua ini berkat Sang founder, Marc Benioff yang terkenal dengan teknik pemasarannya yang gila. Dia pernah menyewa demonstran palsu untuk mengganggu konferensi saingannya dan mengkomandoi semua taksi di acara tersebut untuk memberikan para tamu undangan 45 menit tur lapangan tentang Salesforce.

3. Paypal

Layanan pembayaran uang online PayPal sekarang berhasil mengalirkan transaksi sebesar $315.300.000 per hari. Tapi ketika perusahaan pertama kali berdiri, para pendirinya harus membayar pengguna baru sebesar $10 untuk bergabung demi menarik minat pengunjung terhadap jasa mereka. Tapi strategi ini akhirnya terbayar ketika kemudian mereka sukses membukukan 1 juta pengguna hanya dalam waktu satu tahun keberadaannya.

4. Alibaba

Jack Ma, sang pendiri situs e-commerce asal Tiongkok, Alibaba.Com tidak kalah gila. Jack yang hanya seorang tenaga pengajar bahasa Inggris memutuskan untuk berbisnis di pasar internet karena potensinya yang besar. Anehnya, Jack sendiri tidak pernah bersentuhan dengan teknologi, bahkan ia sama sekali tidak pernah menyentuh keyboard. Tapi karena keyakinan dan semangat pantang menyerahnya yang amat besar, ia pun berani merilis bisnis awal yaitu China Pages yang ternyata gagal total.

Tapi kecintaannya yang besar pada dunia internet, ia tidak putus asa. Ia pun membuat Alibaba.Com yang menerapkan konsep Business To Costumer (B2C). Kini Alibaba.Com telah menjadi perusahaan besar bernilai kurang lebih  sekitar USD 168 miliar dengan 10 juta penjual yang bergabung dan membuka kurang lebih 100 juta lapangan kerja bagi bisnis-bisnis yang bermitra dengan mereka. Di sini yang bisa dipelajari adalah keberanian untuk memulai suatu bisnis meski tidak memiliki keahlian di bisnis yang hendak digeluti.

Alibaba adalah napas dari 10 juta perusahaan di China, dengan 100 juta lapangan kerja yang berkaitan dengan mereka – See more at: https://studentpreneur.co/from-zero-to-hero-penciptaan-bisnis-e-commerce-terbesar-di-dunia/#sthash.daVYifYk.dpuf

5. Aqua

Kalau bicara air mineral dalam kemasan, pikiran Anda pasti langsung tertuju pada Aqua. Ya sekarang Aqua begitu terkenal di berbagai daerah, bahkan hingga ke pelosok-pelosok Indonesia. Tapi tahukah Anda bahwa awalnya, produk Aqua ini diremehkan oleh banyak orang ? Tahun 1974 sampai 1978 adalah masa-masa sulit bagi perusahaan ini. Apalagi permintaan konsumen masih sangat rendah. Masyarakat kala itu masih “asing” dengan air minum dalam kemasan. Apalagi harga Aqua juga tergolong mahal.

Tapi pemilik Aqua, Almarhum Tirto Utomo tidak menyerah. Dia yakin ide air dalam kemasan ini bisa berhasil meski dianggap ide gila. Hal ini dikarenakan saat itu, belum ada kompetitor lain yang menjual air mineral di Indonesia.

Dengan berbagai upaya dan kerja keras, akhirnya Aqua mulai diterima masyarakat luas. Bahkan tahun 1978, Aqua telah berhasil Balik Modal dan meraih kesuksesannya hingga kini. Bahkan sejak 1987, produk Aqua telah sukses diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Fillipina, Australia, Maldives, Fuji, Timur Tengah dan Afrika.

Semoga kisah-kisah pebisnis diatas bisa memberi Anda inspirasi, motivasi dan bahkan ide bisnis baru inovatif dan tidak biasa. Sekian

 

Apa itu Inkubator Bisnis ?

Inkubator Bisnis

Bagi para pebisnis, terutama yang masih tahap-tahap “awal” memulai usahanya, Inkubator Bisnis merupakan salah satu hal yang bisa dijadikan pilihan.

Memang, Inkubator Bisnis itu apa sih?

Sebelum masuk pada penjelasan utama, silahkan Anda simak analogi singkat berikut.

Ada seorang bayi yang baru saja dilahirkan di suatu rumah sakit di Indonesia, kondisinya sangatlah rapuh dan mudah sekali mengalami kematian. Oleh karena itu, pihak ruah sakit pun cepat mengambil tindakan dengan memasukannya pada inkubator antara 1-2 jam agar si bayi dapat beradaptasi dan lebih kuat. Bila seorang bayi lahir sakit atau premature, maka masa inkubasinya harus lebih lama lagi.

Bagaimana, sudah dapat sedikit lebih paham dengan inkubator bisnis, setelah membaca analogi di atas ?

Sesuai dengan kata “Inkubator”, Inkubator Bisnis berfungsi untuk mengurangi kerapuhan yang biasa dimiliki oleh bisnis yang masih kecil. Bila menilik pada penjelasan dari Kinara Indonesia, maka Inkubator Bisnis adalah perusahaan / lembaga yang memberikan suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan / pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan yang menghasilkan keuntungan (profit).

Program inkubasi yang diberikan pada umumnya adalah bagi start-up company atau suatu perusahaan yang masih berada di tahap awal (early stage), umumnya adalah usaha baru ataupun telah berjalan kurang dari 2 tahun. Suatu studi penelitian di Amerika, dimana konsep ini lahir, menunjukan bahwa 87% dari usaha start-up yang melalui program inkubasi atau pembinaan dapat bertahan dan menjalankan bisnis mereka dengan baik.

Pada umumnya jasa / bantuan yang diberikan oleh inkubator bisnis adalah:

  • Akses dan bantuan permodalan
  • Membuka jaringan yang terkait dan dapat membantu perkembangan usaha tersebut
  • Pengembangan strategi pemasaran (marketing)
  • Membantu dalam manajemen akuntansi / keuangan
  • Mentoring dan pelatihan bisnis
  • Manajemen pengelolaan perusahaan dan budaya perusahaan
  • Memberi pengenalan dan penekanan atas etika bisnis
  • Memberikan informasi mengenai industri bisnis terkait secara umum
  • Membantu hal-hal terkait dengan regulasi

Jadi untuk Anda yang saat ini memiliki bisnis yang masih baru, jangan khawatir dengan ancaman kebangkrutan. Karena, apabila Model bisnis Anda menarik, lembaga-lembaga inkubator bisnis tentu akan membantu pengembangan bisnis Anda. Tapi syaratnya tentu bisnis Anda harus unik, menarik serta inovatif. Semoga bermanfaat.

Belajar Affiliate Marketing: Mencari Target Pasar

niche market

Dalam dunia online marketing target pasar sering juga disebut dengan niche market.

Jika Anda belum pernah mempelajari affiliate marketing sebelumnya, atau jika Anda masih asing dengan istilah niche market, silahkan berkenalan terlebih dahulu melalui artikel: Berkenalan Dengan Niche Market.

Menemukan niche market pada awalnya memang sangat menantang. Namun jika Anda sudah memilliki audiens dengan niche yang tertarget didalamnya, maka peluang Anda untuk meningkatkan komisi semakin besar.

Agar bisa menemukan dan membangun niche yang tepat memang membutuhkan waktu, namun untuk memulainya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah dibawah ini:

Continue reading →

15 Tanda Bahwa Bisnis Anda Buruk

Ketika seseorang memulai sebuah bisnis baik itu individu atau pun kelompok, sangat jarang memikirkan kematangan rencana bisnisnya dibandingkan dengan iming-iming hasil yang menggiurkan nantinya. Maka, tidak sedikit pula dari mereka yang kecewa dengan hasil akhirnya. Setiap bisnis yang sedang Anda jalani, harus mendapatkan perhatian khusus. Dengan membuat rencana bisnis yang baik, Anda akan merasa sangat terbantu dalam menjalankan bisnis Anda. Berpikir terlalu positif tidaklah baik untuk Anda, namun Anda juga tidak boleh berfikir terlalu negatif karena dapat menimbulkan rasa ketidakpercayaan diri. Jadi semuanya harus balance. Yang perlu Anda ingat sebelum memulai bisnis Anda adalah: memikirkan setiap dampak baik positif maupun negatifnya. Berikut petunjuk bahwa bisnis Anda tidak berjalan sesuai dengan harapan:

1. Anda tidak menghasilkan keuntungan

bisnis anda

Sangat mudah untuk mengatakan bahwa Anda harus menghasilkan uang, tetapi itu bukanlah frase yang tepat. Yang tepat adalah Anda harus menghasilkan keuntungan! Menghasilkan 100 juta rupiah per bulannya itu tidak terlalu baik jika Anda harus menghabiskan 110 juta rupiah setiap bulannya. Itu artinya, Anda tidak memiliki sistem manajemen uang yang kuat.

Bisnis yang sukses adalah yang menghasilkan keuntungan. Meskipun Anda mungkin tidak untung saat ini, minimal Anda harus bekerja ke arah itu. Menurut fakta administrasi bisnis kecil, sebagian besar bisnis gagal dalam lima tahun pertama karena bisnis mereka tidak menghasilkan keuntungan.

 

2. Anda belum berbicara dengan pelanggan potensial

bisnis anda

Apakah Anda berpikir bisnis Anda keren? Namun, pernahkah Anda berpikir tentang siapa saja yang berpikiran sama dengan Anda?

Dalam menjalankan sebuah bisnis yang terpenting adalah bagaimana masyarakat menilai bisnis yang Anda jalankan. Jika Anda belum berbicara dengan pelanggan, Anda sebaiknya segera bertindak. Dan yang lebih penting, jangan hanya berbicara terhadap satu orang saja, namun berbicaralah dengan beberapa orang.

 

3. Anda tidak mencintai apa yang Anda lakukan

bisnis anda

Jika Anda mencintai bisnis Anda, Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam mengelolanya. Hal ini memperbesar kemungkinan bagi Anda untuk berhasil. Jika Anda berbisnis hanya untuk menghasilkan uang, ada kemungkinan bahwa bisnis Anda akan menghasilkan nilai nihil. Karena Anda tidak akan tau apa yang harusnya Anda lakukan ketika bisnis Anda sedang jatuh. Berbisnis lah sesuai dengan apa yang bidang yang Anda sukai, maka Anda akan lebih enjoy untuk menjalaninya.

 

4. Anda tidak dapat menerima kritik

bisnis anda

Ketika seorang teman atau anggota keluarga memberikan umpan balik berupa kritik tentang bisnis Anda, maka jangan tersinggung, sakit hati atau bahkan marah. Dengarkan dan cobalah untuk memahami dan mengambil sisi positif dari apa yang mereka katakan. Dengan begitu artinya mereka mulai peduli dengan Anda. Anda tidak pernah tau, apakah kritik dan masukan dari mereka suatu hari nanti dapat berakibat postif terhadpa bisnis Anda.

 

5. Anda tidak peduli tentang pelanggan Anda

bisnis anda

Layanan pelanggan adalah sesuatu yang dapat mengembangkan atau menghancurkan perusahaan Anda. Jika Anda tidak peduli dengan pelanggan Anda, maka mereka tidak akan datang kembali dan membeli dari Anda lagi. Dengan memperdulikan apa yang pelanggan Anda bicarakan, artinya Anda membuka peluang luas untuk memperbanyak pelanggan di bisnis Anda. So, your customer is a King.

 

6. Orang tidak bicara tentang perusahaan Anda

bisnis anda

Word of Mouth Marketing adalah cara terbaik untuk mengembangkan bisnis Anda. Jika tidak ada yang berbicara tentang perusahaan Anda, itu berarti Anda tidak melakukan pekerjaan yang besar.

Hal-hal yang bersifat mendasar adalah apa yang benar-benar membantu bisnis Anda tumbuh subur. Anda bisa saja membayar mahal perusahaan iklan di berbagai media untuk memasarkan produk Anda. Tetapi itu akan menjadi percuma jika respon orang lain sangat rendah dan tidak membicarakan bisnis Anda. Untuk itu, Anda bisa mencoba menggunakan strategi online marketing yang tentunya mudah untuk diaplikasikan pada banyak bidang bisnis.

 

7. Anda tidak cukup gesit

Bisnis anda

Para pelanggan memiliki perubahan kebutuhan yang signifikan. Hal ini mendorong untuk beradaptasi dengan kenyataan itu. Jika Anda tidak gesit, maka Anda tidak akan mampu beradaptasi dengan cukup cepat. Pelanggan Anda akan mulai pergi ke pesaing Anda yang dapat lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan mereka.

 

8. Anda tidak bisa berhemat

bisnis anda

Kurangnya modal adalah alasan nomor satu dari kegagalan sebuah bisnis. Inilah sebabnya mengapa Anda harus agresif. Lakukan apa saja untuk menyimpan uang. Anda harus pandai berhemat. Dalam dunia bisnis, selalu ada pasang surut. Ada pula beberapa hal, seperti keadaan yang di luar kendali kita. Jika Anda tidak pandai mengelola uang, maka Anda akan terasa sangat terpukul jika Anda tidak memiliki cukup uang dalam keadaan yang mendesak. Simpanlah uang Anda, selagi Anda mampu.

 

9. Anda tidak tahu kapan harus menghabiskan uang

bisnis anda

Terkadang, Anda harus menghabiskan banyak uang untuk bisnis Anda. Tetapi mungkin waktunya saja yang belum Anda ketahui pasti. Sebagai contoh, Anda harus berkorban uang untuk bisnis Anda dengan membayar lebih banyak uang untuk karyawan yang berbakat. Karena hal ini jauh lebih bermanfaat daripada membayar sedikit uang untuk karyawan yang biasa-biasa saja. Tenaga kerja yang tidak unggul tentu juga dapat membahayakan bisnis Anda. Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai bisnis dan memerlukan langkah cepat. Jika Anda memperkerjakan tenaga kerja yang ahli, maka Anda hanya perlu menjadi lebih telaten pada setiap hasil pekerjaan terhadap mereka.

 

10. Anda tidak memiliki pengacara yang baik

bisnis anda

Sebuah bisnis besar tidak luput dari campur tangan seorang pengacara. Mereka akan melindungi Anda dari perkara apapun, dan siap membela Anda dari pelanggan yang berbuat curang terhadap Anda. Pastikan Anda bekerja dengan seorang pengacara di sebuah firma hukum yang baik. Jika Anda tidak mampu membayar uang mereka, Anda selalu dapat bernegosiasi dengan mereka atau datang dengan rencana pembayaran yang lebih hemat.

 

11. Anda benci untuk mendelegasikan

bisnis anda

Jika Anda mencoba untuk melakukan semuanya sendiri, Anda akan membatasi potensi sesungguhnya dari bisnis Anda. Jika Anda tidak dapat mempercayai tim Anda untuk membantu, maka banyak hal yang harus Anda kerjakan dan perkembangan bisnis pun akan terasa lambat. Limpahkan beberapa pekerjaan dengan tim kepercayaan Anda. Jika Anda berpikiran positif terhadap mereka, maka hasil yang Anda peroleh akan maksimal. Begitu pula dengan mereka yang akan mengerjakan pekerjaan Anda dengan tenang. Coba beberapa hal kecil untuk menguji mereka, selanjutnya, sesuaikan dengan hasil ujian yang telah Anda berikan.

 

12. Anda terus membuat kesalahan yang sama

bisnis anda

Tidak ada yang salah dengan membuat kesalahan. Tetapi, berusahalah untuk tidak melakukannya berulang-ulang. Jika Anda belajar dari kesalahan Anda, Anda akan menghemat banyak uang dan waktu karena hal yang Anda hindari tidak terjadi lagi. Selain itu, Anda juga bisa belajar dari kesalahan orang lain. Semua orang membuat kesalahan, sehingga Anda mungkin juga mempelajari hal baru untuk menghindarinya dan menggunakan pengalaman orang lain.

 

13. Anda benci mengambil risiko

bisnis anda

Kadang-kadang Anda perlu melempar dadu dan mengambil risiko tersebut. Terus menerus menggunakan berbagai hal yang bersifat konservatif tidak selalu baik. Memulai sebuah bisnis, memilih tempat untuk dijadikan lahan, atau bahkan pindah lokasi perusahaan adalah hal-hal yang berisiko tinggi. Tentu saja hal ini dapat menyebabkan sulitnya memprediksi apakah yang akan terjadi pada bisnis Anda setelahnya. Anda harus memikirkan hal itu baik-baik.

 

14. Anda berada di bisnis pertama Anda

bisnis anda

Jika ini adalah bisnis pertama Anda, Anda cenderung meraba-raba banyak hal. 78% dari pengusaha, akan merasakan kegagalan pada awal bisnis mereka. Kemungkinan beberapa dari mereka takut akan melangkah ke jalur lain. Namun, jika Anda telaten dan bahkan jika Anda berada di bisnis kedua Anda, tetap saja peluang Anda belum meningkat secara drastis. Selanjutnya Anda akan memiliki kesempatan 34% untuk berhasil. Anda tetap harus gigih dalam mempertahankan bisnis Anda!

PS: Apabila Anda sedang memulai bisnis pertama Anda, pastikan Anda membaca artikel ini.

 

15. Anda tidak bisa fokus

bisnis anda

Lebih baik untuk melakukan satu hal dengan sangat baik daripada melakukan seratus hal pada dengan biasa-biasa saja. Google, Amazon, Microsoft, Skype, dan 37Signals hanya beberapa contoh perusahaan yang melakukan satu hal dengan sangat baik. Mereka bahkan telah mengembangkan bisnis mereka, dengan fokus pada 1 hal di awal bisnis mereka. Anda juga perlu fokus pada bisnis Anda dan hanya melakukan satu hal dengan sangat baik. Jangan memperluas jaringan jika Anda belum benar-benar baik dalam melakukan satu hal. Jika Anda kehilangan fokus, maka Anda dapat membahayakan bisnis Anda.

 

Setelah membaca penjelasan 15 tanda tersebut, semoga Anda dapat memperkirakan hal yang sedang dihadapi bisnis Anda dengan lebih akurat. Dan semoga bisnis Anda dapat melewati masa sulit dan bertahan hingga menuju kesuksesan!

PANDAI Saja Tidak Menjamin Kesuksesan Bisnis ANDA | “Carol Roth”

 PANDAI Saja Tidak Menjamin Kesuksesan Bisnis ANDA | “Carol Roth”

Mengambil keputusan untuk menjadi seorang entrepreneur adalah keputusan yang pengaruhnya tidak kecil dalam kehidupan seseorang secara keseluruhan. Namun belum ditemukan sebuah uji atau sertifikasi yang bisa diterapkan untuk mengetahui kompetensi entrepreneurial seseorang secara akurat. Hanya dengan mengantongi gelar MBA atau titel akademis lainnya, tidak secara otomatis seseorang bisa meraih keberhasilan dalam berbisnis. Dibutuhkan lebih dari itu agar bisa menjadi entrepreneur sukses. images (3)

“Jadi PANDAI saja tidak menjamin KESUKSESAN seseorang dalam Berbisnis”

    Sekarang hal yang anda harus lakukan adalah mempelajari beberapa hal untuk mengukur kekuatan MENTAL anda dalam berbisnis yang telah  disusun oleh Carol Roth dalam bukunya “The Entrepreneur Equation” . Di dalam bukunya, Roth memaparkan  karakteristik pribadi dan ketrampilan yang diperlukan.   Inilah rangkuman panduan dari Carol Roth tersebut agar Anda bisa memprediksi seberapa jauh Anda akan bisa bertahan dan sukses dalam dunia bisnis:

  1. Ujilah secara kritis motivasi Anda. Apakah Anda merasa bosan, menginginkan menjadi majikan untuk diri Anda sendiri, atau menunjukkan sebuah teknologi yang mutakhir? Ini semua bukan alasan paling tepat untuk mendirikan sebuah bisnis tetapi jika Anda selalu fokus pada pemecahan masalah nyata, percaya Anda bisa melakukannya lebih baik daripada orang lain dan yakin saat Anda harus melakukan berbagai peran, Anda memiliki pola pikir usaha rintisan yang tepat/
  2. Sambutlah majikan baru yang lebih banyak. Saat Anda memulai bisnis Anda sendiri, Anda tidak lagi memegang kendali.  Kemungkinan Anda tidak bisa memiliki kebebasan yang Anda idamkan. Anda akan dikendalikan oleh para pelanggan, investor, pemberi pinjaman. Dan tak hanya itu, Anda juga harus selalu siap sedia untuk menjawab pertanyaan mereka..
  3. Evaluasi seberapa baik Anda bekerja dengan orang lain. Banyak orang memimpikan untuk membuka sebuah bisnis sebagai pelarian dari rekan kerja yang tidak menyenangkan atau atasan yang menjengkelkan. Namun kini Anda harus menghadapi lebih banyak orang termasuk akuntan, pengacara, klien dan anggota tim. Anda harus merasa nyaman dengan orang dan memiliki ketrampilan yang tajam.
  4. Perbanyak tanggung jawab Anda. Memiliki sebuah bisnis