Technician Manager Entrepreneur (TME)

Pernahkah Anda mendengar istilah ‘Teknisi Karatan’? Istilah ini diadaptasi dari frameworknya Michael E. Gerber dalam bukunya yang berjudul The E Myths. Para pakar mengatakan bahwa buku ini adalah ‘bible’nya entrepreneur. Adanya istilah ini bertujuan agar Anda tidak terjebak menjadi pengusaha yang terlalu lama berkutat dalam hal teknis atau disebut teknisi karatan. Dari mindset ini saja Anda bisa gagal dalam berbisnis ataupun sukses dalam berbisnis.

Survey dilakukan pada 1 juta UKM di US. Hasilnya, 40% bisnis jatuh di tahun kedua, 80% jatuh di tahun kelima, dan 96% jatuh di tahun kesepuluh. Hanya 4% yang mampu bertahan. Kenapa bisa seperti itu? Apa rahasianya? Bagaimana pola kegagalannya?

Dalam dunia entrepreneur, ada yang disebut dengan teknisi. Teknisi bertugas untuk mengerjakan hal-hal yang bersifat teknis, dan teknisi bekerja di masa sekarang. Misalnya, ada seorang pengusaha restoran memulai bisnis dari kemampuan memasaknya atau jika Anda ahli mengoprek mesin motor dan Anda membuka bengkel, berarti Anda adalah teknisi bengkel.

Teknisi juga berarti Anda masih mengerjakan semuanya sendiri, dan proses berjalannya bisnis masih bergantung pada kemampuan Anda. Salah satu contoh kesombongan orang yang mengerti hal teknis adalah sering mengatakan, ‘Kalau tidak ada saya, bisnis ini tidak jalan.’

Ada juga manajer. Seorang manajer, bekerja di masa lalu. Biasanya, pekerjaan seorang manajer adalah mengobrak-abrik data-data yang ada sebelumnya. Menemukan kesalahan dalam proses, mempertanyakan pengeluaran yang tidak sesuai, dan lain lain.

Lain dengan seorang entrepreneur yang bekerja di masa depan. Seorang pengusaha seharusnya sudah memiliki kemampuan untuk membaca masa depan dan mempertajam visinya. Pengusaha biasanya melakukan hal-hal seperti mengikuti pameran, training untuk membuka wawasan baru, jalan-jalan untuk membuka networking, membuka hubungan dengan para stakeholder dan sebagainya.

Saat pengusaha sudah memiliki banyak manajer. Pengusaha akan sedikit melangkah mundur dan membiarkan manajer-manajernya bekerja. Masalah-masalah yang ada diselesaikan oleh teknisi dan dipantau oleh manajer. Tugas pengusaha hanya tinggal mengarahkan.

Jika kita ingin membangun usaha, apakah kita harus menguasai semuanya? Tentu saja tidak. Jika Anda ingin membuka rumah makan, Anda tidak harus menjadi koki, juga tidak harus pintar memasak. Jangan sampai Anda membuang-buang waktu dengan mengikuti kursus memasak selama bertahun-tahun dan baru membuka rumah makan di tahun kesepuluh! Dari segi waktu dan biaya, sudah pasti Anda harus membayar tinggi. Solusinya, berkolaborasilah dengan orang yang memiliki pengalaman memasak lebih dari 10 tahun.

Jika Anda ingin menjadi entrepreneur, jangan terbiasa menepuk dada, ‘Kalau gak ada saya, bisnis ini gak jalan..” belajarlah menepuk bahu, ‘Kalau nggak ada kamu, bisnis ini nggak jalan.. ‘

 

Entrepreneur berkata, ‘Kamu lebih tahu bagaimana harus jalan.’

 

Untuk materi bisnis lainnya, bisa Anda pelajadi DI SINI

The following two tabs change content below.

Anita Yulia

Seorang lulusan Sarjana Teknik Industri yang punya hobby menulis dan bermain biola.