Kemasan Kecil atau Besar?

Kemasan Kecil atau Besar

Coba perhatikan, apa esensi produsen membuat kemasan dengan beberapa ukuran, dari kecil ke besar? Hanya masalah ukuran kemasan saja, produk Anda akan BOOM atau jadi DEATH stock di saluran distribusi Anda.

Untuk mengetahui jawaban yang benar, POSISIKAN diri Anda sebagi CALON KONSUMEN >> belum beli lho.. Seandainya Anda batuk, kemudian pergi ke mini market terdekat. Kemudian disana berjajar merek obat batuk yang (anggap saja) SEMUA ASING, mana yang Anda pilih? Apakah Anda akan memilih kemasan yang besar atau cenderung memilih kemasan yang kecil? Anggap juga desainnya sama-sama menarik.

CALON konsumen akan berfikir, “Kalo aku beli yang BESAR, risiko kalo gak cocok, buang banyak donk..”. Kalo kemasan kecil, gak cocok, tinggal buang. Apalagi cuma 1 kali pake, “Glek aja langsung..” >> pionir kemasan kecil.

Nah, kemasan kecil itulah disebut sebagai Kemasan Trial, juga Kemasan Penggoda untuk Switching Brand dari kompetitor.

Jika sudah membaca ebook Buka Langsung Laris, maka Anda akan nyambung dengan istilah: “… celah kompetitor untuk merebut pasar Anda…!”. Semakin kecil HAMBATAN seorang Calon Konsumen untuk mencoba produk Anda, Semakin BESAR “Nilai KONVERSI” produk Anda.

Adapun, setelah mereka mencoba dan cocok, barulah mereka akan mencari kemasan yang lebih BESAR >> untuk LOYAL CUSTOMER (repeat order). Meski juga, ada yang membeli kemasan kecil karena alasan ‘handy’ atau jarang pakainya (seperti obat).

Jadi, sebelum launching produk Anda, pikirkan lagi, “Apa CALON PELANGGAN yang masih AWAM, mau mencoba dengan kemasan dan harga segitu?”. Hanya dengan mengubah ukuran kemasan atau menambah kemasan kecil, maka akan membuat “aliran darah” bisnis Anda menjadi lebih lancar..

Jadi Kemasan Besar atau Kecil yang lebih cocok untuk Produk Anda?

Yuk Bagikan :
The following two tabs change content below.
Jaya Setiabudi, atau yang biasa disapa Mas J oleh murid-muridnya, adalah seorang entrepreneur dan penulis buku best seller: The Power Of Kepepet. Ia adalah pendiri YukBisnis.com, Young Entrepreneur Academy dan berbagai perusahaan lain di beberapa kota di Indonesia. "Sebaik-baiknya usaha adalah yang dimulai. bukan ditanyakan terus-menerus."

Latest posts by Jaya Setiabudi (see all)

Diskusi

Komentar