Entrepreneur Harus Nonton 5 Film Ini – Bagian 2

entrepreneur

 

Pada artikel sebelumnya, saya membahas tentang beberapa film yang sangat bagus untuk ditonton bagi para entrepreneur maupun calon entrepreneur. Banyak pelajaran yang dapat diambil dengan menonton film-film tersebut. Seringkali, jika telah selesai menonton film, kesan yang di dapat dari film tersebut tidak hilang meskipun hari berganti.

Karena saya merasa Anda belum puas dengan film-film yang dibahas kemarin, kali ini saya akan menambahkan rekomendasi 5 film lagi untuk ditonton. Beberapa adalah rekomendasi dari teman-teman. Berikut pembahasannya.

 

1. The Billionaire (2011)

film

 

Top Ittipat adalah seorang pemuda yang berhasil menjadi milyuner pada usianya yang baru 26 tahun. Film ini kisah nyata perjuangan Top pada saat dia membangun bisnisnya dengan berjualan keripik nori. Anda mungkin pernah mencicipi produknya, Tao Kae Noi, yang telah tersebar di Indonesia dan dijual di supermarket-supermarket.

Sejak 16 tahun, Top adalah seorang pecandu game online. Ia akhirnya putus sekolah dan mulai berjualan kacang. Orang tuanya juga bangkrut dan mempunyai hutang hingga 40 juta Baht. Lebih hebatnya lagi, pada usia 19 tahun, Tao Kae Noi sudah dijual di 3000 cabang 7 Eleven, sebuah minimarket terkenal yang mendunia.

 

 2. Pirates of Silicon Valley (1999)

apple

 

Film ini secara kasar mengisahkan tentang “peperangan” antara Apple dan Microsoft, yaitu lewat dua sosok orang yang berpengaruh di dunia, Steve Jobs dan Bill Gates. “Pirates of Silicon Valley” berfokus pada masa muda Jobs dan Gates ketika mereka merancang bisnis raksasa lewat garasi rumah mereka sendiri.

Film bertema dokumenter ini sangat menghibur mengenai kompetisi Apple dan Microsoft, bagaimana Bill Gates dan Steve Jobs membangun impian mereka hingga menjadi seperti sekarang. Tak dapat dipungkiri, penemuan mereka berdua telah mengubah dunia.

Mungkin, “The Social Network” sedikit mengikuti film ini, meskipun masih banyak pelajaran lain yang dapat diambil dari film tersebut.

 

3. Glengarry Glen Ross (1992)

business

 

Diadaptasi dari buku berjudul sama karya David Mamet yang telah memenangkan Pulitzer Prize pada tahun 1984. Film ini berkisah tentang sebuah kompetisi menjual barang yang harus dihadapi oleh para salesman disana, jika mereka tidak ingin dipecat. Perusahaan tersebut memanggil seorang pelatih yang memotivasi mereka untuk bekerja lebih giat, dan bila mereka tidak berada di dua peringkat teratas, pekerjaan mereka terancam hilang.

 

4. Pay It Forward (2000)

pay

 

Pay It Forward adalah sebuah film tentang seorang anak luar biasa yang mencoba untuk mengubah dunia. Guru IPS-nya di sekolah memberinya tugas untuk melakukan suatu pekerjaan baik yang dianggap dapat “mengubah dunia”. Karena penasaran, Trevor akhirnya merancang sebuah ide yang diberi nama “Pay It Forward”.

Kisahnya sangat mengharukan sehingga menginspirasi banyak orang. Ternyata, berbuat baik itu tidak semudah yang kita bayangkan. Seringkali orang lain salah paham dengan apa yang Anda lakukan. Terlebih lagi, keluguan Trevor yang tidak memahami masalah orang dewasa menjadi kesulitan tersendiri.

Film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama yang ditulis oleh Catherine Ryan Hide. Meskipun rating film tersebut di IMDb kurang bagus (hanya 6,9), saya kira film ini bagus untuk ditonton untuk diambil hikmah dan pelajarannya.

 

5. Wall Street (1987)

film

 

Seorang pialang saham ambisius, Bud Fox, rela melakukan apa saja agar bisa sukses. Dia akhirnya bergabung dengan Gordon Gekko yang seorang penjarah korporat. Film ini adalah contoh yang bagus bagi pebisnis jika menjalankan perusahaannya dengan motto “Greed is good“.

Namun, apa yang terjadi jika Anda ditekan sampai pada batasnya untuk melakukan sesuatu yang Anda tidak mampu atau Anda tidak mau melakukannya? Sutradara film ini, Oliver Stone, membuatnya sebagai kenangan untuk ayahnya, Lou Stone, yang juga seorang pialang saham.

Selain itu, film ini dibuat juga sekuelnya pada tahun 2010, yang memunculkan kembali aktor Michael Douglas yang berduet dengan Shia LaBeouf, aktor utama di film serial Transformer.

 

Membahas film memang tidak akan ada habisnya. Banyak juga film yang tidak ada hubungannya seama sekali dengan entrepreneur, namun juga membawa pesan-pesan yang berharga bagi Anda.

Semoga apa yang saya bahas disini sudah dapat memuaskan Anda, selamat menonton film!

 

 

Yuk Bagikan :
The following two tabs change content below.
Miss Yubi selalu gemar berbagi artikel dan tips mengenai bisnis online serta event dan berita terbaru YukBisnis.Com. Hari-harinya sibuk berjualan di YubiStore.

Diskusi

Komentar

Trackbacks

  1. […] saja Steve Jobs, yang menciptakan Apple Computer dari garasi rumahnya, dia hidup sederhana dan bahkan hampir tidak mempunyai modal […]