Kerja Keras atau Kerja Cerdas? Kerja Penuh Efektivitas!

kerja keras

Dunia maya dan dunia nyata ramai adu argumentasi mana yang paling tepat antara bekerja dengan keras atau bekerja dengan cerdas. Pihak yang satu beranggapan bahwa dengan bekerja dalam waktu yang ‘berjam-jam’ akan membawa kesuksesan yang cepat. Sementara pihak yang lain justru sebaliknya, fokus pada produktivitas yang dilakukan dalam waktu yang lebih singkat dan mempergunakan waktu lainnya untuk ‘me time’. Kita seakan akan dihadapkan dengan dua pilihan saja, kerja lebih ‘keras’ atau lebih ‘cerdas’.

Pertanyaannya: Mengapa kita tidak memberikan pilihan kepada diri kita untuk melakukan keduanya saja? Lebih mantep toh…?! :D

Orang-orang yang sukses tidak hanya bekerja lebih cerdas tapi juga lebih keras. Mereka mempertahankan tingkat ketekunan sambil terus belajar HOW TO WORK MORE EFFECTIVE AND EFISIEN. Pada tahap PEMULA, perbanyak masa ‘bangun’, apalagi saat kompetitor tertidur. Buat karya lebih banyak dari yang orang lain bisa dan Anda sendiripun tidak bayangkan sebelumnya. Baru kemudian ketika berada pada tahap PROFESSIONAL Anda bisa tetap ‘bangun’ namun dengan cara yang jauh lebih elegan, menghasilkan dan tentu tak melelahkan.

Untuk mencapai hal itu, coba praktikan beberapa hal dibawah ini:

Kategori Tugas

Buat daftar pekerjaan dengan 2 kategori: 1) Kelas Berat. 2) Kelas Ringan

Kelas berat berisi pekerjaan-pekerjaan yang WAJIB Anda selesaikan dalam sepekan. Sementara dalam daftar kelas ringan, isi pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan tapi tidak dalam waktu yang mendesak. Kerjakan dengan disiplin.

Pendelegasian Tugas

Cara lain untuk menghemat lebih banyak waktu adalah dengan mendelegasikan tugas-tugas kecil kepada orang lain yang Anda percayai. Hal ini juga akan membukakan jalan karier Anda ke tingkat selanjutnya.  Dont be a HERO when you are ZERO!

Kenali Diri dan Fokus pada Area Kekuatan Anda

“Apa kekuatan saya?”, “Apa kelemahan saya?”.

Temukan keduanya dan fokus pada kekuatan bukan kelemahan. Semakin kerja keras mengoptimalkan kekuatan maka semakin maksimal pula hasil yang akan di dapat. Menggunakan area kekuatan dalam bekerja juga akan membuat Anda meraih pencapaian lebih banyak dan membuat hari kerja Anda lebih menyenangkan.

Tetapkan deadline 

Kebanyakan orang bekerja lebih produktif dan kreatif ketika mereka menghadapi deadline. Tetapkan batas akhir suatu pekerjaan yang harus diselesaikan. Beri deadline lebih awal. Misalnya seminggu sebelum batas akhir pekerjaan sebenarnya, sehingga masih ada waktu untuk revisi.

Memblok waktu 

Ketika menghadapi deadline, konsep terbaik untuk bekerja adalah memblok waktu. Tetapkan waktu tertentu sebelum beristirahat. Misalnya, bekerja 20-40 menit, kemudian istirahat 10 menit. Ketika menerapkan konsep blok waktu, akan lebih baik untuk mematikan ponsel, notifikasi email, media sosial dan sebagainya. Fokus pada tugas yang sedang dihadapi.

“Orang yang memiliki potensi akan kalah dengan orang yang bekerja keras, dan orang yang bekerja keras saja akan kalah dengan orang yang BEKERJA KERAS SECARA CERDAS. Setelah itu, IKHLASLAH..”

7 Ide Bisnis “Gila” Pengusaha Kaya Raya

Ide kecil dan sederhana tak menutup kemungkinan untuk menghasilkan pebisnis-pebisnis dengan omzet puluhan, ratusan bahkan miliaran rupiah. Ide unik yang dapat diterima dimasyarakat dan menciptakan efek penasaran, ‘ngangenin’ bahkan kebutuhan sangat mungkin untuk secara terus-menerus menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan.

Inilah 7 ide bisnis unik yang membuat penggagasnya kaya raya:

1. Clocky

                                          ide bisnis

Clocky adalah sebuah produk jam alarm yang unik. Banyak orang yang kesal dan bahkan tanpa sadar membanting jam alarmnya bila berbunyi dan mengganggu tidurnya. Untuk menghindari hal tersebut, seorang mahasiswa yang bernama Gauri Nanda membuat alarm yang tahan banting dan mampu bergerak otomatis kesana kemari dengan dua roda di sisinya. Mikroprosesor yang mengendalikan jam Clocky tersebut menjadi alat yang efektif bagi para pekerja atau pun anak sekolah agar tidak terlambat bangun. Kini Clocky telah merambah ke lebih dari 45 negara.

2. Wuvit

ide bisnis

Wuvit atau biasa dikenal sebagai bantal microwave adalah kerajinan rumah tangga yang berhasil menarik minat banyak orang. Wuvit merupakan sebuah bantal yang diisi dengan jagung dan beberapa kain lembut. Bantal mungil itu dimasukkan ke dalam microwave dalam beberapa menit untuk menyimpan panas. sehingga ketika digunakan dapat memberikan kehangatan, terutama di kala musim dingin tiba. Kesuksesan bantal Wuvit yang diciptakan oleh Kim Levine telah menjadikannya seorang Ibu rumah tangga yang berpenghasilan miliaran.

3. Positives Dating

ide bisnis

Didirikan oleh Paul Graves dan Brandon Koechlin, bisnis yang bernama Positives Dating adalah sebuah situs yang menyediakan jasa kencan (ngedate) bagi para pengidap penyakit AIDS. Orang-orang yang telah terinveksi oleh virus HIV merasa bersyukur dengan layanan situs tersebut karena bisa mendapatkan teman atau kekasih  baru dalam komunitas sesama pengidap penyakit AIDS. Para anggotanya yang telah berjumlah lebih dari 50ribu orang, harus membayar iuran bulanan sekitar $ 14,95.

4. Pet Butler

ide bisnis

Pet Butler adalah sebuah perusahaan jasa yang menyediakan layanan pembersihan kotoran hewan. Ide bisnis ini muncul pada tahun 1998 oleh sang pendiri perusahaan bernama Matt Boswell dari Texas, Amerika. Pada awalnya usaha yang mempekerjakan 7 karyawan ini mengalami banyak kendala. Namun, dengan usaha yang konsisten, perlahan-lahan mulai mengalami kemajuan. Sejak tahun 2006, Pet Butler diwaralabakan ke berbagai kota, dan kini akhirnya telah berekspansi di seluruh penjuru dunia dengan total mitra lebih dari 120 franchise dan total kliennya mencapai 12 ribuan orang.

5. Knork

ide bisnis

Knork merupakan salah satu produk inovatif yang memiliki multi fungsi yaitu sebagai sendok garpu dan pisau. Sehingga, ketika makan pizza, buah atau barbeque, tidak perlu memakai dua peralatan garpu dan pisau. Ide ini muncul dari seorang anak sekolah yang bernama Michael D. Miller. Kemudian, direalisasikan setelah dia kuliah dengan mendirikan perusahaan kecil yang bernama Knork Flatware. Dan akhirnya di akhir tahun 2011, ide usahanya tersebut telah berhasil mendatangkan uang lebih dari dua juta dollar atau sekitar 19 milyar rupiah.

6. Doggles

ide bisnis

Roni Di Lullo menemukan ide bisnis yang unik ini ketika melihat anjingnya menyipitkan mata karena sinar matahari. Setelah pengujian dan melengkapi tali pada kacamatanya agar sesuai dengan bentuk kepala anjing; Di Lullo mulai menjual doggles (kacamata untuk anjing) dan dengan cepat menjadi produk yang laku dipasaran. Terbuat dari bahan polycarbonate berwarna serta menggunakan strip elastis untuk mengamankan kacamata pada kepala anjing, Doggles melindungi mata hewan peliharaan dari sinar UV dan partikel debu yang dapat menyebabkan masalah pada mata nantinya.

7. SuperJam

ide bisnis

Fraser Doherty membangun kerajaannya dengan cara yang tradisional. Fraser mulai membuat selai pada usia 14 dari resep neneknya di dapur di Skotlandia. SuperJam menjual sekitar 500.000 botol per tahun, yang saat ini menguasai sekitar 10 persen dari pasar selai Inggris. Kini, SuperJam, dijual di mayoritas supermarket di Inggris. Doherty pun menyabet penghargaan “Global Student Entrepreneur of The Year”, dan menghasilkan uang jutaan dolar.

“Ideas are like rabbits. You get a couple and learn how to handle them, and pretty soon you have a dozen.” – John Steinbeck

5 Miliarder Kaya Ini Mengaku “Miskin”

kaya

Saat membicarakan sosok seorang miliarder atau orang-orang terkaya di dunia, kita tentu akan terbayang bagaimana gaya hidup mereka dan seberapa borosnya mereka menghamburkan uang untuk kebanggaan ataupun untuk menunjukkan seberapa banyak kekayaan yang mereka miliki.

Tapi 5 orang miliarder ini justru “berlomba-lomba” untuk menunjukan kesederhanaannya. Mereka tidak malu maupun gengsi untuk menunjukan kesederhanaannya, meskipun Tuhan telah memberi mereka rezeki melimpah. Menariknya, mereka melakukan ini bukan karena ingin mencari sensasi, tapi didasari beberapa alasan tertentu yang sebenarnya sangat normal dan masuk akal. Berikut adalah mereka, para orang kaya yang mengaku “miskin” tersebut.

1. Nicholas Berggruen

Ini dia, Nicholas Berggruen. Seorang kaya-raya dengan kekayaan mencapai 20 miliar rupiah di tahun 2010. Namun kekayaannya itu bukanlah yang membuat ia terkenal. Pasalnya Nicholas merupakan miliarder yang tak memiliki rumah untuk tinggal.Nicholas memutuskan untuk menjalani hidupnya secara natural dan apa adanya. Bahkan ia memutuskan untuk merogoh kocek banyak untuk disumbangkan sebagai amal sosial di berbagai daerah.Baginya kekayaan adalah tentang apa yang telah Anda berikan pada dunia ini, bukan tentang berapa banyak uang atau benda berharaga yang telah Anda miliki.

2. Yu Youzhen

Wanita yang satu ini sangatlah unik. Bagaimana tidak, dengan pendapatan dari beberapa bisnis yang ia miliki di Tiongkok, wanita ini malah memilih untuk menjadi seorang tukang pembersih jalan. Ya, beliau adalah Yu Youzhen, seorang wanita asal RRT yang rutin bangun pukul 03.00 pagi untuk langsung membersihkan jalanan sepanjang 2 mil.Ibu 53 tahun itu melakukan hal ini untuk membiasakan sang anak memilki semangat bekerja tanpa bergantung pada harta sang ibu yang melimpah ruah. Wanita ini sendiri memiliki properti yang bernilai hingga $1.500.000 atau kurang lebih 10 miliar Rupiah! Wow!

Nampaknya cara “aneh” sang ibu ini cukup berhasil, karena kini anaknya tercatat telah bekerja sebagai supir taksi dan juga pegawai kantoran.

3. Ingvar Kamprad

Ingvar Kamprad, sang pendiri perusahaan perabotan Swedia yang fenomenal, IKEA. Telah mencatat banyak kesuksesan melalui produk perabotan rakit-sendiri-nya yang terjangkau. Bagi Kamprad, bagaimana menghemat uang bukan hanya untuk pelanggannya semata, tapi juga bagi dirinya.

Ada pun quote seperti ini di kalangan IKEA, “Orang2 IKEA tidak mengendarai mobil mewah atau tinggal di hotel mewah”. Hal tersebut juga berlaku bagi sang pendirinya. Ingvar Kamprad hanya naik pesawat kelas bisnis saat bepergian dan ketika butuh untuk pergi di dalam kota, dia naik bus atau mengendarai mobil Volvo 240GL-nya yang telah berusia 15 tahun.

4. Mark Zuckerberg

Siapa sangka, Mark Zuckerberg, CEO dan pendiri jejaring sosial Facebook dengan kekayaan: US$15,4 miliar, hingga kini masih hidup sederhana. Dia mengaku baru saja mengendari Acura TSX dan menggantinya menjadi Volkswagen GTI seharga US$30 ribu.

Pada 2011 lalu, ia bahkan membeli rumah senilai US$7 juta di daerah Palo Alto, Amerik Serikat. Dalam berpakaian pun juga demikian, ia seringkali muncul hanya mengenakan busana t-shirt dan jaket dengan tutup kepala yang sedrhana dan simpel.

5. Zong Qinghou

Zong Qinghou adalah pendiri dan CEO dari Hangzhou Wahaha Group. Sifat luar biasa Zong adalah kerendahan hatinya, pikiran yang fokus dan gaya hidupnya yang sangat sederhana. Zong memulai kariernya dengan menjual soda dan permen kepada anak sekolah hingga kini menjadi orang terkaya di Cina daratan dengan menguasai pasar minuman bersoda di Cina sebanyak 15 persen.

Akan tetapi Zong sama sekali tidak terlihat seperti seorang miliarder. Ia memakai pakaian biasa, memakan tahu dan acar untuk makan siang bersama karyawannya di kantin dan hanya menghabiskan 20 dollar setiap harinya. Ia menolak memakan makanan mahal dan lebih memilih untuk makan sederhana bersama stafnya di kafetaria kantor. Walaupun Zong sangat bangga dengan kesuksesan yang dimilikinya, Ia secara jelas tidak pernah lupa dengan asalnya dahulu.

 

Hikmahnya

Hidup sederhana adalah bentuk kehalusan budi dan juga akhlak. Bila hidup sederhana sudah mendarah daging, kilauan harta tentu tidak akan membuat seseorang menjadi lupa diri dan sombong. Tapi seperti “Ilmu Padi”, makin berisi, makin merunduk atau rendah hati.

Kenyataan diatas pun jua membuka fakta lain beberapa milyader dunia yaitu, kekayaan tidak hanya didapat dari penghasilan yang tinggi saja, tapi juga dibarengi dengan gaya hidup hemat , tidak berlebihan dan hedonis.

Bagaimana Saya Menghasilkan 5 Juta Dalam 75 Menit Dengan Yubi Affiliate (Studi Kasus Lengkap)

email marketing atm

 

 

Semua yang terjadi dalam studi kasus ini memiliki sangat banyak faktor yang membuatnya berhasil. Yang saya tulis disini adalah faktor-faktor yang menurut saya menjadi penentu keberhasilan strategi yang saya gunakan selama hari Jum’at hingga Minggu kemarin (5-7 Agustus 2014.) Hasil yang Anda dapat mungkin berbeda, namun jangan berduka, kita cari solusinya bersama.

Untuk Anda yang belum mengetahui apa itu Yubi Affiliate, baca disini.

Klik disini untuk mendaftar Yubi Affiliate.

Seminggu yang lalu, saya me-nonaktif-an seluruh kampanye iklan berbayar yang sedang saya jalankan ke YukBisnis untuk bereksperimen dalam sebuah saluran pemasaran yang, walaupun sudah lama saya pelajari, jarang sekali saya terapkan serius. Saluran pemasaran itu adalah: email.

Email marketing adalah wujud paling tua online marketing. Jauh sebelum dunia mengenal SEO, Social Media Marketing, dan online advertising, dunia terlebih dahulu mengenal email marketing.

Saya sering mendengar istilah:

The Money Is In The List

Atau terjemahan bebasnya: “uang itu ada di dalam daftar email yang kita miliki.”

Semakin berkualitas daftar email yang kita miliki, maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya penjualan.

Selama ini kampanye pemasaran saya memang tidak fokus ke email, alasannya: belum pernah berhasil. Lalu saya mulai menyalahkan pasar di Indonesia dengan mengatakan:

Pasar lokal belum siap..

Atau

Orang Indonesia ga pernah buka email, persentasi open rate (jumlah orang yang membuka email) sangat kecil..

Dan terus mencari pembenaran dengan alasan-alasan sejenis.

Hingga akhirnya seorang pakar email marketing di Indonesia menanyakan kepada saya:

Jadi open rate-nya mau berapa?

Dan lalu mengingatkan saya bahwa semua anggapan saya tentang email marketing untuk pasar Indonesia itu salah. Saya kemudian memutuskan untuk memberikan email marketing kesempatan kesekian kalinya.

Saat akan memulai promosi melalui email marketing, YukBisnis memiliki sekitar 77ribu daftar email yang terbagi menjadi beberapa segmen. Setelah saya bagi lebih mendetail, akhirnya saya memilih sekitar 15ribu yang akan saya kirim email kampanye ini karena sesuai dengan target pasar yang Anda tuju.

Berikut ini adalah studi kasus yang saya lakukan dari tanggal 5 hingga 7 Agustus 2014. Rata-rata pengerjaan kampanye ini, dari mulai menulis email hingga mengirimkannya ke target pasar, memakan waktu kurang lebih 25 menit sehari. Jadi total pengerjaan ketiga kampanye email ini memakan waktu kurang lebih 75 menit.

Kenapa 25 Menit Sehari?

Saya menggunakan Teknik Pomodoro setiap kali saya menulis, termasuk email. Hal ini untuk menjaga saya tetap fokus dan mencegah saya terlalu lelah karena memikirkan apa yang mau saya tulis, juga tentunya bisa . Untuk memahami apa itu Teknik Pomodoro, silahkan baca disini.

 

Inilah studi kasusnya:

Continue reading →

5 Strategi Bisnis Yang Sukses Karena “Tidak Waras”

Strategi bisnis

Bisnis di abad 21 ini telah memasuki era yang baru. Era dimana setiap pebisnis yang ingin meraih sukses, wajib untuk terus-menerus menghasilkan ide-ide yang kreatif untuk memenangkan persaingan ketat dengan kompetitor lain.

Persaingan untuk pasar domestik saja sudah sangat ketat, apalagi bila membicarakan pasar international yang jauh lebih besar. Tentu jauh lebih “berdarah-darah”.

Tapi 5 bisnis berikut punya cara yang “Tidak Waras” alias “Gila” untuk meraih perhatian konsumen dan memenangkan persaingan dengan kompetitor. Tidak tanggung-tanggung, strategi bisnis GILA dari mereka ini mampu membawa beberapanya sukses Go International. Berikut 5 usaha tersebut.

1. Pocari Sweat

April 1980 penjualan pertama minuman Pocari Sweat dimulai. Tim marketing yang dipimpin Jiro Tanaka mengunjungi toko-toko pengecer langganannya. Namun ketika para pengecer mencoba rasa Pocari Sweat mereka menolak karena rasanya tidak lazim. Tim Marketing juga mencoba membuat kios diberbagai event dan menjualnya langsung kepada konsumen. Namun dengan cara seperti ini pun gagal. Reaksi konsumen sangatlah negatif.

Tim marketing pun tentu saja terpukul dengan kondisi ini. Presiden Direktur Akihiko berpikir keras  dan membuat keputusan yang cukup “Gila”, yaitu meminta tim marketing membagikan Pocari Sweat secara gratis dengan jumlah tidak terbatas.

Akihiko mengatakan bahwa keunggulan Pocari Sweat tidak bisa dirasakan kalau tidak diminum berulang-ulang. Jangan menghitung kerugian dulu, yang penting  mensosialisasikan konsep produk secara tepat daripada menjual produk. Dan benar saja, startegi itu kini telah menempatkan Pocari Sweat sebagi merek yang mendunia.

2. SalesForce

Salesforce, sebuah perusahaan cloud computing, mendapat predikat dari Forbes sebagai perusahaan paling inovatif di Amerika. Semua ini berkat Sang founder, Marc Benioff yang terkenal dengan teknik pemasarannya yang gila. Dia pernah menyewa demonstran palsu untuk mengganggu konferensi saingannya dan mengkomandoi semua taksi di acara tersebut untuk memberikan para tamu undangan 45 menit tur lapangan tentang Salesforce.

3. Paypal

Layanan pembayaran uang online PayPal sekarang berhasil mengalirkan transaksi sebesar $315.300.000 per hari. Tapi ketika perusahaan pertama kali berdiri, para pendirinya harus membayar pengguna baru sebesar $10 untuk bergabung demi menarik minat pengunjung terhadap jasa mereka. Tapi strategi ini akhirnya terbayar ketika kemudian mereka sukses membukukan 1 juta pengguna hanya dalam waktu satu tahun keberadaannya.

4. Alibaba

Jack Ma, sang pendiri situs e-commerce asal Tiongkok, Alibaba.Com tidak kalah gila. Jack yang hanya seorang tenaga pengajar bahasa Inggris memutuskan untuk berbisnis di pasar internet karena potensinya yang besar. Anehnya, Jack sendiri tidak pernah bersentuhan dengan teknologi, bahkan ia sama sekali tidak pernah menyentuh keyboard. Tapi karena keyakinan dan semangat pantang menyerahnya yang amat besar, ia pun berani merilis bisnis awal yaitu China Pages yang ternyata gagal total.

Tapi kecintaannya yang besar pada dunia internet, ia tidak putus asa. Ia pun membuat Alibaba.Com yang menerapkan konsep Business To Costumer (B2C). Kini Alibaba.Com telah menjadi perusahaan besar bernilai kurang lebih  sekitar USD 168 miliar dengan 10 juta penjual yang bergabung dan membuka kurang lebih 100 juta lapangan kerja bagi bisnis-bisnis yang bermitra dengan mereka. Di sini yang bisa dipelajari adalah keberanian untuk memulai suatu bisnis meski tidak memiliki keahlian di bisnis yang hendak digeluti.

Alibaba adalah napas dari 10 juta perusahaan di China, dengan 100 juta lapangan kerja yang berkaitan dengan mereka – See more at: https://studentpreneur.co/from-zero-to-hero-penciptaan-bisnis-e-commerce-terbesar-di-dunia/#sthash.daVYifYk.dpuf

5. Aqua

Kalau bicara air mineral dalam kemasan, pikiran Anda pasti langsung tertuju pada Aqua. Ya sekarang Aqua begitu terkenal di berbagai daerah, bahkan hingga ke pelosok-pelosok Indonesia. Tapi tahukah Anda bahwa awalnya, produk Aqua ini diremehkan oleh banyak orang ? Tahun 1974 sampai 1978 adalah masa-masa sulit bagi perusahaan ini. Apalagi permintaan konsumen masih sangat rendah. Masyarakat kala itu masih “asing” dengan air minum dalam kemasan. Apalagi harga Aqua juga tergolong mahal.

Tapi pemilik Aqua, Almarhum Tirto Utomo tidak menyerah. Dia yakin ide air dalam kemasan ini bisa berhasil meski dianggap ide gila. Hal ini dikarenakan saat itu, belum ada kompetitor lain yang menjual air mineral di Indonesia.

Dengan berbagai upaya dan kerja keras, akhirnya Aqua mulai diterima masyarakat luas. Bahkan tahun 1978, Aqua telah berhasil Balik Modal dan meraih kesuksesannya hingga kini. Bahkan sejak 1987, produk Aqua telah sukses diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Fillipina, Australia, Maldives, Fuji, Timur Tengah dan Afrika.

Semoga kisah-kisah pebisnis diatas bisa memberi Anda inspirasi, motivasi dan bahkan ide bisnis baru inovatif dan tidak biasa. Sekian

 

Apa itu Inkubator Bisnis ?

Inkubator Bisnis

Bagi para pebisnis, terutama yang masih tahap-tahap “awal” memulai usahanya, Inkubator Bisnis merupakan salah satu hal yang bisa dijadikan pilihan.

Memang, Inkubator Bisnis itu apa sih?

Sebelum masuk pada penjelasan utama, silahkan Anda simak analogi singkat berikut.

Ada seorang bayi yang baru saja dilahirkan di suatu rumah sakit di Indonesia, kondisinya sangatlah rapuh dan mudah sekali mengalami kematian. Oleh karena itu, pihak ruah sakit pun cepat mengambil tindakan dengan memasukannya pada inkubator antara 1-2 jam agar si bayi dapat beradaptasi dan lebih kuat. Bila seorang bayi lahir sakit atau premature, maka masa inkubasinya harus lebih lama lagi.

Bagaimana, sudah dapat sedikit lebih paham dengan inkubator bisnis, setelah membaca analogi di atas ?

Sesuai dengan kata “Inkubator”, Inkubator Bisnis berfungsi untuk mengurangi kerapuhan yang biasa dimiliki oleh bisnis yang masih kecil. Bila menilik pada penjelasan dari Kinara Indonesia, maka Inkubator Bisnis adalah perusahaan / lembaga yang memberikan suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan / pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan yang menghasilkan keuntungan (profit).

Program inkubasi yang diberikan pada umumnya adalah bagi start-up company atau suatu perusahaan yang masih berada di tahap awal (early stage), umumnya adalah usaha baru ataupun telah berjalan kurang dari 2 tahun. Suatu studi penelitian di Amerika, dimana konsep ini lahir, menunjukan bahwa 87% dari usaha start-up yang melalui program inkubasi atau pembinaan dapat bertahan dan menjalankan bisnis mereka dengan baik.

Pada umumnya jasa / bantuan yang diberikan oleh inkubator bisnis adalah:

  • Akses dan bantuan permodalan
  • Membuka jaringan yang terkait dan dapat membantu perkembangan usaha tersebut
  • Pengembangan strategi pemasaran (marketing)
  • Membantu dalam manajemen akuntansi / keuangan
  • Mentoring dan pelatihan bisnis
  • Manajemen pengelolaan perusahaan dan budaya perusahaan
  • Memberi pengenalan dan penekanan atas etika bisnis
  • Memberikan informasi mengenai industri bisnis terkait secara umum
  • Membantu hal-hal terkait dengan regulasi

Jadi untuk Anda yang saat ini memiliki bisnis yang masih baru, jangan khawatir dengan ancaman kebangkrutan. Karena, apabila Model bisnis Anda menarik, lembaga-lembaga inkubator bisnis tentu akan membantu pengembangan bisnis Anda. Tapi syaratnya tentu bisnis Anda harus unik, menarik serta inovatif. Semoga bermanfaat.

Belajar Affiliate Marketing: Mencari Target Pasar

niche market

Dalam dunia online marketing target pasar sering juga disebut dengan niche market.

Jika Anda belum pernah mempelajari affiliate marketing sebelumnya, atau jika Anda masih asing dengan istilah niche market, silahkan berkenalan terlebih dahulu melalui artikel: Berkenalan Dengan Niche Market.

Menemukan niche market pada awalnya memang sangat menantang. Namun jika Anda sudah memilliki audiens dengan niche yang tertarget didalamnya, maka peluang Anda untuk meningkatkan komisi semakin besar.

Agar bisa menemukan dan membangun niche yang tepat memang membutuhkan waktu, namun untuk memulainya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah dibawah ini:

Continue reading →