Langkah Mudah Membangun Toko Online ZAMAN NOW

Saat ini kita sedang berada di zaman yang semua kegiatan yang sifatnya offline beralih menjadi online. Beberapa kegiatan sehari-hari yang kita lakukan sudah berubah. Misalnya seperti dalam berkomunikasi. Kita tidak perlu lagi bertatap muka secara langsung dengan orang untuk sekedar ngobrol karena sudah ada video call.

Selain itu kegiatan seperti jual beli pun juga sudah beralih. Dulu kalau untuk belanja segala keperluan harus datang ke lokasi penjualan dan beli langsung. Tapi sekarang tidak lagi. Anda tinggal internetan saja, cari apa yang Anda perlukan dan lakukan pembelian. Terima kasih kepada teknologi karena semua sudah serba dimudahkan.

Bicara soal kegiatan jual beli online, ini juga sedang menjadi sebuah trend yang dilirik banyak orang untuk dijadikan lahan mencari uang. Yes, orang-orang memanfaatkan peluang ini dengan membangun toko online. Mereka menjadikan toko online ini sebagai mata pencarian mereka (bisa utama atau sampingan).

Hasilnya? Menggiurkan!

Pertanyaannya sekarang adalah apakah Anda ingin mulai membangun toko online dan menjalankannya?

“Iya saya ingin mulai, tapi saya harus gimana ya? Mulainya dari mana dulu nih?”

Kalimat itu terlintas di pikiran Anda saat ini? Tenang! Anda tidak perlu bingung karena Anda berada di artikel yang tepat! Kali ini kita akan membahas apa saja yang harus dilakukan untuk mulai membangun toko online.

Mari segera kita mulai!
Mengapa Harus Membangun Toko Online?

Banyak orang yang mengeluh kalau sekarang ini bisnis makin sulit, pemasukkan semakin tipis dan sebagainya. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. Bukan bisnisnya yang sulit, tapi cara berjualannya sudah berubah.

Sekarang ini kita tidak bisa mengandalkan cara lama untuk berbisnis. Kita perlu mengubah cara kita dalam berbisnis dengan menggunakan bantuan digital.

Yes! Dengan membangun toko online, kita bisa menjangkau banyak orang di luar sana dan juga menambah penghasilan.

Mulainya dari mana? Berikut ini panduannya untuk Anda.

1. Mengubah Mindset

Ada hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis dan membangun toko online. Kebanyakan orang bermindset kalau mau bisnis online, pertama harus mencari produk dulu baru setelah itu mereka mencari audiencenya.

Itu adalah mindset yang kurang tepat. Sebenarnya yang harus Anda lakukan adalah:

• Tahu siapa market Anda.
• Temukan satu problem mereka.
• Cari produk yang akan menjadi solusi.

Misalnya seperti ini. Dari awal tidak tahu market Anda tapi sudah menentukan produk. Mau menjual produk kecantikan tapi asal jual dan Anda tidak tahu apa yang menjadi problemnya. Siapa yang akan beli produk Anda nanti?

Akan lebih baik jika Anda tahu marketnya siapa. Kalau marketnya perempuan, dan mereka punya problem seperti wajah kusam, nah Anda bisa menentukan produk apa yang cocok dan menjadi solusi untuk mereka.

Kalau Anda main terjun saja ya bisa saja bisnis Anda berjalan, tapi ujung-ujungnya Anda akan kebingungan dan bertanya mengapa produk tidak laku ya. Anda tidak ingin hal itu terjadi kan?

Oleh karena itu, lakukan research terlebih dulu ya.

2. Memilih Tempat untuk Berjualan

Sudah tahu siapa marketnya, apa yang menjadi problem mereka, dan menemukan solusi, sudah waktunya masuk ke pemilihan tempat untuk berjualannya nih.

Ada yang 2 opsi untuk Anda :
a. Jual beli lewat platform sosial media seperti Facebook dan Instagram.
b. Bisa membangun toko online menggunakan platform Yukbisnis.com.
Kita bahas satu-persatu ya.

Opsi A bisa Anda gunakan kalau awalnya Anda belum punya cukup dana untuk membangun sebuah web Anda sendiri. Saat ini Anda bisa mengandalkan platfrom sosial media seperti Facebook dan Instagram untuk menjadi lapak online.

Atau bisa juga Anda membuka akun untuk menjadi penjual di platform marketplace seperti :
• Tokopedia
• BukaLapak
• Elevania
• Shopee

Ada hal yang perlu Anda perhatikan, kalau Anda terlalu bergantung pada sosial media dan marketplace seperti di atas, Anda mungkin bisa menjangkau market Anda dengan cepat. Tapi Anda tidak bisa mengumpulkan data email, seandainya bisa pun Anda akan mengumpulkannya secara manual alias harus minta satu-persatu. Ini akan memakan waktu, tenaga, dan pikiran Anda.

Opsi lainnya adalah membangun toko online Anda dengan menggunakan platform Yukbisnis.com.
Kalau Anda memutuskan untuk membangun toko online di Yukbisnis.com. misalkan, biasanya mereka akan menawarkan yang beberapa paket seperti gambar di bawah ini.

Sebelum Anda memutuskan untuk benar-benar membangun toko online, Anda bisa melakukan trial lebih dulu. Pilih paket mana yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan dan mulailah untuk membangun toko online Anda dan jalankan bisnis Anda.

Sekarang kita bandingkan ya. Jika Anda memilih opsi menggunakan social media dan marketplace, data customer yang didapat dimiliki oleh pengembang sosial media atau marketplace yang Anda gunakan untuk jual beli.

Tapi bagusnya Anda memang lebih hemat biaya dan untuk menjangkau orang baru, Anda tinggal iklankan saja. Sedangkan jika membangun toko online dengan menggunakan web seperti ini, ketika masa trialnya habis, Anda harus mengeluarkan sejumlah dana lebih agar bisa lanjut menjalankan bisnis online yang Anda bangun.

Selain itu Anda harus mempersiapkan tools apa saja yang bisa mendukung Anda untuk memaksimalkan bisnis online. Tapi dengan punya web sendiri, bisnis Anda bisa berkembang dibandingkan dengan menumpang di social media atau marketplace. Data customer Anda aman karena Anda sendiri yang menjadi pemilik toko online.

Oh iya, kalau Anda memilih opsi untuk membangun web untuk toko online sendiri, ada bagusnya Anda membuat landing page yang isinya penawaran menarik. Untuk mengumpulkan data customer, Anda bisa membuat penawaran yang seperti sample gratis dari produk yang Anda jual asalkan mereka bersedia memberikan data pribadi mereka seperti nama dan email.

3. Lakukan Promosi

Ini langkah berikutnya yang paling menantang. Ketika Anda sudah menentukan opsi mana yang Anda gunakan, lakukan promosi! Promosinya lewat mana? Fokuskan dulu ke social media. Anda perlu menyusun konten yang keren, berbobot dan menarik untuk disebarkan.

Gunakan gaya kalimat yang santai dan bersahabat sehingga mudah dimengerti oleh para pembaca. Di Facebook Anda bisa buat grup dan add orang-orang untuk bergabung ke dalam page atau Anda bisa post di timeline Anda.

Lakukan 2 hal ini untuk memaksimalkan kegiatan promosi bisnis Anda.

Kalau di Instagram, Anda bisa memanfaatkan fitur Instagram Stories. Seandainya Anda sudah punya web sendiri dan ingin mengalihkan kegiatan jual beli dari social media langsung ke toko online Anda, sertakan linknya ke dalam konten. Ini akan membantu Anda dalam menyelamatkan data customer dan dijadikan untuk kegiatan follow up dan bisa jadi akan ada repeat order dari customer yang sudah pernah membeli produk dari Anda.

Praktikkan Sekarang Juga!

Anda membaca artikel ini sampai akhir? OK! Kalau begitu selamat! Wawasan Anda semakin bertambah dan pastinya Anda sudah siap untuk memulai bisnis online pertama Anda! Mungkin awalnya terdengar rumit, tapi ketika Anda sudah menjalankannya, semua akan terasa ringan!

Yang terpenting adalah ada tetap tekun, berusaha dan bersabar karena semua butuh yang namanya proses. Cepat atau lambat, hasilnya akan terlihat dan pada akhirnya Anda bisa menikmati hasilnya.

Selamat mempraktikkan!

Buka Toko Online Anda Disini

Jangan Ngaku Pebisnis Online Kalau…

Dalam bukunya yang berjudul The Startup Owner’s Manual, Steve Blank dan Bob Dorf mengungkapkan bagaimana di akhir abad 20 ketika era dot-com booming Webvan adalah salah satu perusahaan yang mengusung ide revolusi toko peralatan rumah tangga konvensional menjadi bisnis grosir retail dengan sistem pemesanan online dan jasa pengiriman di hari yang sama, langsung ke rumah pelanggannya. Para pelanggan cukup menunjuk, mengklik dan memesan. Tahun berikutnya Jeff Bezos merilis Amazon untuk pertama kalinya, lalu toko-toko B2C berbasis e-commerce lainnya pun mulai bermunculan.

Dari ide awal yang diusung Webvan dan perusahaan-perusahaan e-commerce awal tersebut hingga sekarang, dapat dilihat bahwa tujuan e-commerce adalah memudahkan pelanggan. Kata kuncinya adalah memudahkan.

Apa saja yang membuat pelanggan mudah mengakses, lalu menunjuk, mengklik kemudian memesan produk di bisnis online Anda? Apakah bisnis online yang Anda jalani sekarang sudah memudahkan pelanggan maupun Anda sebagai owner atau belum? Apa saja sih yang membuat suatu bisnis disebut online dan bukan disebut semi offline?

1. Bisa Order Online.

Tujuan dibuatnya bisnis online adalah agar pelanggan bisa dengan mudah order secara online, pelanggan tinggal membuka website bisnis online Anda melihat katalog produknya untuk kemudian memasukkannya ke dalam keranjang belanja tanpa perlu mengirimi Anda pesan singkat baik lewat chat, sms, ataupun via telepon untuk order barang yg diinginkan. Selain memudahkan pelanggan, order full online juga akan memudahkan Anda sebagai pelaku bisnis. Anda tidak perlu membalas satu persatu pertanyaan pelanggan terkait orderan, Semua dapat dilakukan secara otomatis.

Kalau pun ada pertanyaan pelanggan tentang beberapa hal terkait produk, Anda bisa menggunakan fitur live chat Si pelanggan tidak perlu keluar dari Website atau Toko Anda lagi menyimpan nomor Anda, membuka aplikasi chat, lalu bercengkerama dengan Anda, tapi pelanggan bisa langsung menggunakan fitur live chat yang sudah tertanam di situs web bisnis Anda. Itu kalau bisnis Anda sudah benar-benar online bukan semi offline.

2. Hitung Ongkir Otomatis.

Kalau misalnya pelanggan Anda masih perlu menunggu Anda untuk mengecek biaya ongkos kirim barang yang ia beli agar produknya bisa sampai ke tempatnya artinya toko Anda masih semi offline, karena belum sepenuhnya memudahkan pelanggan Anda, membiarkan pelanggan menunggu dan Anda masih repot mengecek biaya ongkirnya secara manual. Kalau hanya 1-2 pelanggan mungkin Anda tidak merasa kerepotan, bayangkan jika Anda melayani ratusan transaksi setiap harinya.

3. Sistem Payment Otomatis.

Dengan sistem e-commerce yang ada sekarang ini Anda seharusnya tidak perlu lagi merepotkan pelanggan dengan meminta mereka mengirim bukti transfer. Teknologi yang ada sudah sangat memungkinkan untuk mengecek transfer secara otomatis dengan adanya notifikasi baik untuk penjual ataupun pembeli. Sekali lagi, apakah bisnis online Anda masih merepotkan pelanggan dan terutama Anda sendiri sebagai owner dengan hal-hal semacam itu?

4. Pakai Autoresponder.

Apakah Anda masih secara manual memberikan informasi terkait detail orderan (jenis produk, jumlah produk, ongkos kirim, total belanja, dan cara pembayaran) kepada pelanggan?

Apakah Anda juga masih secara manual melakukan follow up ke pelanggan yang belum menyelesaikan proses pembayaran? Setelah pelanggan berhasil menyelesaikan pembayaran, apakah Anda juga masih secara manual memberitahukan kepada pelanggan bahwa uang mereka sudah masuk dan akan dilanjutkan ke proses berikutnya?

Jadi, berapa waktu yang Anda pakai sehari hanya untuk melakukan hal-hal yang seharusnya sudah bisa otomatis menggunakan autoresponder?

Bukankah tugas pebisnis adalah fokus untuk membesarkan bisnisnya? #TepokJidat

Baca juga : Plugin SMS Reminder.

5. Bisa Proses Orderan 24 Jam Sehari 7 Hari Seminggu.

Bisnis online tidak hanya ada di negara Anda atau di kota Anda tapi di seluruh dunia, bagaimana jika ketika Anda tertidur ada calon pelanggan yang tertarik membeli produk Anda? Anda akan kehilangan momen tersebut. Solusinya apa sebaiknya Anda tidak tidur dan fokus setiap hari, jam, menit pada bisnis Anda tersebut? Jawabannya adalah Iya, kalau bisnis Anda masih semi offline. Kalau bisnis Anda sudah full online, Anda bisa beristirahat dengan tenang seperti biasa dan sistem akan tetap memproses transaksi yang masuk kapanpun, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Dan yang pasti Anda bisa fokus memikirkan dan melakukan strategi-strategi efektif untuk membesarkan bisnis Anda.

Tonton cerita envygreen :Keringat minimum hasil maksimum.

Sekarang Anda bisa mengecek lagi apakah bisnis Anda sudah full online atau masih semi offline? Jika sudah maka silakan menyebarkan kabar ini ke yang masih belum full online. Jika belum silakan memikirkan kembali, setelah melihat kemudahan-kemudahan yang tidak hanya bisa Anda dapat sebagai pebisnis online bahkan bisa dirasakan pelanggan bisnis Anda, masih ragu untuk hijrah dari semi offline ke full online? F!ght.

Buka toko online Anda disini sekarang!

4 Cara Kreatif Beriklan di Instagram Stories untuk Bisnis Anda

Di zaman sekarang, brand mana sih yang tidak memanfaatkan sosial media buat beriklan? Salah satunya, aplikasi sosial media dengan basis visual banget yaitu Instagram. Apakah Anda pernah beriklan di Instagram stories?

Saat ini, Instagram telah memiliki delapan juta akun yang terdaftar menggunakan Business Profile. Amerika Serikat, Brazil, Indonesia, Rusia, dan Inggris mendominasi jumlah tersebut.

Menurut Tech Crunch, kini Instagram sudah mencatatkan 1 juta pengguna aktif jasa iklannya setiap bulan. Hal ini jauh meningkat dibandingkan catatan di bulan September 2016 yaitu 500 ribu dan 200 ribu untuk beberapa tahun lalu.

James Quarles, pimpinan di direksi Instagram Ads juga menyebutkan bahwa kenaikan ini berasal dari beberapa faktor. Mulai dari kebutuhan pengguna di dunia untuk membuka Instagram yang semakin sering, hingga cara yang mudah dan cepat untuk menggunakan jasa iklan di Instagram – dengan layanan Instagram for Business.

Para pengiklan sepertinya sadar betul dengan potensi Instagram. Saat ini, Instagram memiliki enam ratus juta pengguna aktif di seluruh dunia. 75 persen pengguna Instagram langsung bereaksi terhadap iklan di Instagram, misalnya dengan mengunjungi situs produk atau layanan tersebut.

Apakah Anda ingin menangkap peluang tersebut? Anda bisa beriklan di Instagram di Stories. Mirip dengan Snapchat, Instagram juga memiliki fitur stories yang memungkinkan si pengguna mengunggah foto dan video kesehariannya. Kabar bagus bagi para pemilik brand atau bisnis online, di mana, mereka dapat membuat iklan stories untuk audience yang ditarget.

Dengan fitur stories ini, brand atau pemilik bisnis dapat menjalin koneksi lebih dekat lagi dengan audience-nya.

Pada artikel ini, membahas 4 Cara beriklan di Instagram Stories untuk Bisnis Anda.
Simak sampai akhir, siapa tahu Anda bisa mendapat inspirasi untuk mempromosikan bisnis Anda dengan iklan Instagram Stories.

Tentang Beriklan di Instagram Stories
Beberapa praktik terbaik yang sangat penting untuk beriklan di Instagram stories meliputi:

1. Gunakan branding yang jelas dan besar. Karena pengguna tidak dapat melihat iklan Anda lagi nantinya, Anda perlu menyampaikannya dengan cepat dan membiarkan orang tahu apa yang harus dilakukan nanti jika memang tertarik dengan produk Anda. Untuk membantu nama bisnis Anda menonjol, gunakan teks yang kontras dengan gambar atau video. Ini akan membantu pengguna mengetahui siapa yang harus dicari nanti. Menggunakan branding yang jelas di Iklan Instagram Anda akan membantu pengguna mengetahui bagaimana menemukan Anda setelah iklan instagram stories hilang.

2. Pertahankan konsepnya yang sederhana. Sekali lagi, pengguna tidak dapat memundurkan atau menonton iklan Instagram stories lagi, jadi jagalah agar konsep iklan Anda tetap sederhana sehingga mudah diikuti.

3. Manfaatkan layar penuh. Tidak seperti format iklan lainnya, iklan cerita Anda akan mengisi keseluruhan layar pada telepon pemirsa. Untuk memanfaatkannya dengan maksimal, gunakan gambar vertikal full length yang bisa dipangkas di pos biasa. Anda bisa menggunakan ruang ekstra untuk memberikan informasi merek dan Call to Action (CTA).

Bagaimana cara kreatif membuat konten Instagram stories yang akan berkinerja terbaik dan cara termudah menggunakannya?

Berikut adalah empat kasus penggunaan yang bekerja dengan baik dengan format iklan ini.

1. Meningkatkan Kesadaran Merk dan Produk

Meningkatkan kesadaran merk dan produk sangat bermanfaat untuk iklan Instagram stories. Hal ini sejalan dengan Reach sebagai tujuan yang Anda gunakan saat membuat kampanye. Pilih gambar atau video yang bisa cepat menarik perhatian pengguna. Tampilkan juga nama brand Anda dengan cukup mencolok untuk menarik minat mereka sehingga mereka mencari bisnis Anda setelah melihat iklannya. Target yang digunakan oleh iklan Instagram stories di bawah ini untuk menampilkan gambar sebuah boardgame, namanya, dan harganya. Iklannya cepat dan tepat sasaran, dan gambarnya cukup menarik perhatian untuk menciptakan kesadaran produk dan membuat pengguna melihat produk tersebut setelah iklan tersebut hilang.

2. Menggunakan User generated Content

UGC adalah media pemasaran yang paling berpengaruh karena bisnis tidak membuatnya, pengguna melakukannya. Meskipun Anda tidak dapat membuatnya, Anda dapat mendorong audience agar lebih kreatif. Anda bisa menggunakan iklan Instagram stories sebagai ajakan bagi pengguna untuk membuat UGC Anda. Karena sebagian besar pengguna suka ketika ditanya tentang jenis konten yang Anda cari, ini adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan banyak engagement dan UGC yang dibuat hanya untuk bisnis Anda.

3. Tampilkan Diskon atau Harga Promo

Semua orang menyukai diskon atau promo, dan beriklan di Instagram Stories untuk mengumumkan diskon adalah cara yang dapat menarik perhatian pengguna dengan cepat. Di bawah ini Express menggunakan iklan stories ini untuk mengumumkan harga promo dari 219.000 menjadi 150.000, dan mereka menempatkan syarat dan ketentuan harga promo dalam teks kecil di bawah teks pengumuman yang lebih besar. Tidak ada yang lebih menarik perhatian seperti diskon atau harga promo. Mengumumkannya dengan beriklan di Instagram stories dapat memberi motivasi bagi pengguna untuk menuju ke toko online Anda dan berkonversi.

4. Gunakan a taste of art

Seperti kita ketahui dalam membuat konten di Instagram stories banyak tantangannya, terutama durasinya hanya 15 detik saja. Tidak semua orang dalam membuat konten berupa desain gambar atau video mempunyai a taste of art, ini mengakibatkan konten iklan yang dibuat menjadi kurang memiliki poin of interest dan terkesan asal-asalan. Maka dari itu gunakan a taste of art dalam setiap pembuatan iklan stories yang Anda buat. Lalu pentingkah a taste of art dalam membuat konten iklan Instagram stories? Mungkin sangat penting kalau Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Harmonisasi warna
Perhatikan tampilan dan perpaduan warna, lebih baik gunakan warna yang soft dan tidak terlalu mencolok.

2. Tata Letak
Kalau Anda berniat menampilkan gambar logo brand Anda, pastikan letak logonya terletak di bagian atas kanan seperti, supaya terlihat seperti gambar di bawah ini.

For your information gunakan standar ukuran instagram stories dengan panjang dan lebar 960×1706 pixel. Ups, jangan lupa sediakan layout untuk call to action seperti gambar di bawah ini.

3. Tampilan teks
Hindari banyak teks, sebisa mungkin tampilkan teks yang diperlukan saja. Mengingat durasi iklan hanya 15 detik saja.

Semudah itu Anda dapat membuat iklan instagram stories. Iklan instagram stories yang paling efektif adalah ketika customers menarik keatas menuju ke produk yang Anda jual di toko online Anda, mempermudah customer dalam melakukan pembelian dan transaksi.

Nah…… sudah punya toko online belum?

Buat toko online Anda sekarang klik disini :)