Memperkenalkan Copywriting Canvas, Cara Termudah Dan Tercepat Untuk Menulis Iklan

“Susah mas bikin iklan…”

Atau

“Saya engga bisa merangkai kata-kata…”

Atau

“Saya engga tau mau nulis apa mas…”

Anda pernah merasakan sama seperti diatas? Atau mungkin Anda tidak pernah puas melihat iklan Anda sendiri? Dan yang lebih penting lagi, berhasilkah iklan Anda sekarang?

Dalam bisnis online, kemampuan menulis iklan, atau yang biasa disebut copywriting adalah kemampuan yang harus Anda kuasai untuk bisa menjual produk Anda secara online.

Namun, tahukah Anda bahwa hanya 20% dari tulisan didalam iklan Anda yang menentukan 80% keberhasilan iklan Anda?

Ya, berhasil atau tidaknya iklan Anda menjual sebagian besar ditentukan oleh kata-kata yang ada di awal iklan Anda.

Karenanya jika Anda belum pernah, atau tidak memiliki waktu untuk mempelajari secara mendalam tentang copywriting, Anda fokuslah terlebih dahulu mempelajari 20% faktor untuk membuat iklan yang menjual. Kecuali Anda ingin menjadi seorang copywriter, atau penulis, atau bekerja di agency periklanan, Anda tidak perlu mempelajari semua hal tentang copywriting untuk menjual produk Anda.

Untuk membantu Anda membuat iklan dengan cepat dan mudah, disini saya akan memperkenalkan:

Copywriting Canvas

Foto-produk

Copywriting Canvas adalah tool atau alat bantu visual untuk membuat iklan dari berbagai sudut pandang dengan cepat dan mudah.

Copywriting Canvas menggunakan metode yang sangat visual sehingga memudahkan pebisnis online untuk memahami produk, konsumen, dan pesan utama yang akan disampaikan kepada konsumen tersebut didalam sebuah iklan.

Dalam bisnis online, mengujicoba banyak iklan sekaligus atau yang biasa disebut split testing adalah hal yang sangat lumrah dilakukan setiap hari. Karenanya dengan menggunakan Copywriting Canvas Anda akan langsung memiliki beberapa iklan sekaligus untuk nantinya diujicoba langsung ke target pasar.

Dengan Copywriting Canvas, Anda juga bisa dengan mudah mengkomunikasikan ide-ide iklan Anda ke tim pemasaran Anda, sehingga meeting menjadi singkat dan tepat sasaran.

Copywriting Canvas dilengkapi dengan video tutorial dan Facebook Group dimana Anda bisa berdiskusi untuk membahas bagaimana membuat iklan, terutama untuk jualan online, dan dilengkapi dengan contoh-contoh canvas yang sudah ada.

Untuk mendownload Copywriting Canvas, silahkan klik disini

Selamat membuat iklan.

 

 

Targetmu Tercapaikah..?

Targetmu Tercapaikah

(repost 8 years ago)

Semua orang ingin sukses, tapi tak semua orang layak sukses. Jalan sukses itu berliku, terjal, naik, berbelok-belok, memutar, tapi jalan itu ada! Jalan itu terbuka untuk semua orang, termasuk Anda, tapi tak semua orang akan sampai ke finish. Banyak godaan untuk berhenti, baik faktor langit ataupun bumi dikambing hitamkan. Jarang ada orang yang ‘mengepel’ (baca:introspeksi) saat terpeleset. Banyak juga yang mengulangi kesalahan yang sama dengan dalih ‘konsistensi’.

“You can not live with yesterday standard and expect extraordinary income today!”

Dibutuhkan ekstra kreativitas, pertambahan knowledge untuk menghadapi perubahan dan persaingan. Jika tahun ini anda membuka toko dan laris, tahun depan pasti banyak toko serupa di sekitar Anda. Hargapun akan banting-bantingan. Itu sudah hukum alam, jangan salahkan kompetitor. Salahkan diri Anda yang tak mau berubah.

Dimana Anda tahun lalu? Kemajuan apa yang Anda capai di tahun ini? Mungkin tahun lalu Anda belum mulai usaha, tapi sekarang Anda sudah menjadi pengusaha. Bisa jadi usaha Anda maju pesat dalam setahun, tapi bisa jadi Anda sedang bangkrut saat ini. Bukan hanya hasilnya yang patut dipuji, tapi spirit Anda untuk tetap bergerak, bangkit dari kegagalan yang patut diacungi dobel jempol! Itulah Entrepreneur Sejati! Hidup tak selamanya adil. Mungkin Anda sekarang barusan tertipu, difitnah, jangan kurangi spirit Anda. Meskipun Anda sedang dibawah, yang penting Anda terus bergerak.

Sekarang waktunya kawan…, untuk EVALUASI. Menghitung pencapaian dan kerugian. Re-strategi untuk kemajuan. Menengok kebelakang, mengecek perbekalan, menetapkan tujuan di tahun yang baru. Jangan katakan Anda tak punya waktu untuk ‘mengasah gergaji’ Anda, karena itu bukan pilihan, tapi keharusan.

Cukup 30 menit + 10 menit! Cari tempat yang tenang.. No hape, No children, No voice, Just between You and God! Sediakan selembar kertas putih dan pena.

 

10 MENIT PERTAMA

Rileks dan ingat-ingat kembali, apa target-target Anda tahun ini? Mana yang tercapai, mana yang tidak. Kenapa tidak tercapai? Bagaimana cara memperbaikinya? Jika tahun ini tidak ada target, sesalilah kondisi Anda saat ini yang tidak banyak perubahan. Menangislah jika perlu, seolah-olah hari ini adalah hari terakhir Anda didunia. Seolah-olah malaikat sedang meng-audit hasil kerja Anda tahun ini. Berjanjilah untuk tidak mensia-siakan waktu.

 

10 MENIT KEDUA

Buat target baru tahun depan. Berapa target penghasilan Anda perbulan? Prestasi apa yang akan Anda capai! Tentukan tanggalnya! Apa komitmen sosial Anda? Berapa target zakat yang akan Anda bayar tahun depan? Berapa banyak anak yatim yang akan Anda santuni? Perbaikan hidup seperti apa yang Anda targetkan untuk keluarga Anda? Targetkan berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Visualisasikan dalam bentuk gambar. Tulis tanggal pencapaian Anda. Jangan membuat target sesuai dengan kemampuan anda sekarang, tapi sedikit lebih dari apa yang anda pikirkan. Sesungguhnya kemampuan kita melebihi apa yang kita pikirkan.

“Only those who can see the invisibles, can do the impossibles”

 

10 MENIT KETIGA

Bagaimana cara mencapai target-target Anda diatas? Gajah pun bisa dimakan kalau dipotong-potong, dibuat dendeng, abon dan di sup dagingnya. Potong-potong target tahunan Anda menjadi target 6 bulan, 3 bulan, bulanan, mingguan dan harian. Pikirkan strategi untuk mencapai target-target Anda, kemudian tuliskan. Jangan lupa ACTION, bukan hanya rencana saja!!!

 

+10 MENIT

“Mohon Ampunan-Mu ya Allah atas waktu yang terbuang percuma, bahkan ternoda oleh banyak dosa. Semoga Engkau masih memberikan hamba nafas untuk mejadi lebih baik dan mensyukuri segala rahmat-Mu..”

Jangan puas terhadap apa yang kita capai, tapi syukuri apa yang telah kita dapatkan. Kita telah diberikan waktu puluhan tahun untuk bernafas. Apa balasan kita kepada-Nya? Bahkan selalu kita meminta karena kekurangan. Pernahkah kita bersyukur atas diri kita terlahir utuh. Pernahkah kita bersyukur atas segala nikmat yang tak terhitung?

Terakhir, barulah kita memohon keilmuan, pemahaman, kesabaran atas upaya kita dan hanya bersandar kepadaNya..

“Sukses bukan masalah pencapaian saja, tapi bertumbuh ke potensi maksimal yang diberikan Sang Pencipta kepada kita..”

Seminar A Tribute Bersama Jamil Azzaini

Seminar A Tribute Bersama Jamil Azzaini

seminar

AKHIRNYA Kunci Sukses Yang Sesungguhnya TERUNGKAP Juga DI SINI…!

Sebelum membahasnya lebih lanjut, Saya ingin Anda menjawab beberapa pertanyaan singkat berikut….

  • Apakah Anda termasuk orang yang memiliki impian untuk sukses dan mensukseskan orang lain?
  • Apakah Anda ingin menjadi orang tua yang bisa memberi panggung kesuksesan bagi anak dan orang-orang yang Anda sayangi?
  • Apakah Anda (calon) suami/istri yang ingin mensukseskan pasangan Anda dengan menjadikannya bintang bersinar?
  • Apakah Anda pemimpin perusahaan yang ingin melejitkan potensi manager dan bawahan Anda?

Jika jawaban Anda adalah “YA” untuk setiap pertanyaan – pertanyaan di atas, maka artinya Anda WAJIB mengikuti acara dahsyat berikut ini :

Continue reading →

Seminar Mengatasi Kemandegan Dalam Bisnis & Kehidupan

                    seminar

Sepulang Dari Seminar Ini, Masalah Dalam Bisnis Anda Bisa Teratasi..!!

Halo Sahabat Pengusaha dan Pemilik Bisnis, Apkah Anda saat ini mungkin :

  • Merasa kehilangan gairah dalam menjalankan bisnis/lembaga yang Anda pimpin sehingga seolah-olah hanya jalan di tempat saja?
  • Merasa kehilangan dukungan dari pasangan hidup/keluarga Anda sehingga kekurangan energi untuk mengembangkan bisnis/lembaga Anda?
  • Sudah berpikir dan berupaya keras untuk keluar dari masalah-masalah yang melilit bisnis dan kehidupan Anda namun hanya menemukan jalan buntu?

Jika Anda menjawab “Ya” pada salah satu atau semua pertanyaan tersebut di atas, itu artinya bisa jadi Anda sedang mengalami apa yang dinamakan dengan “KEMANDEGAN”

Mau tahu solusinya?

Continue reading →

Biaya Akuisisi Pelanggan

BIAYA AKUISISI PELANGGAN

Pernahkah Anda mendapat voucher belanja 10 ribu rupiah tanpa syarat minimum pembelian saat pembukaan gerai suatu minimart?

Atau voucher 100 ribu rupiah di toko online, dengan minimum belanja 300 ribu saja? Berlaku untuk semua produk, termasuk yang telah didiskon 50% sekalipun.

Jika dihitung-hitung, tentu saja tak akan untung transaksi tersebut. Apalagi jika dikalikan dengan ribuan atau ratusan ribu orang yang menggunakan voucher tersebut.

Trus kenapa mereka mau melakukannya? Karena itu adalah cara pemasaran yang tokcer mengonversi calon pelanggan.

Masih ingat materi “5 Jurus Jitu Dongkrak Profit”? Jika belum baca, bisa donlot ebook gratisnya disini >> www.store.yukbisnis.com.

Jumlah Prospek x Nilai Konversi (%) = Pelanggan.

Prospek (Lead) adalah mereka yang tertarik produk Anda, tapi belum beli.

Pelanggan adalah mereka yag berhasil Anda (konversi) untuk membeli.

BIAYA AKUISISI adalah biaya untuk menarik pelanggan baru.

Total Biaya Promo
Biaya Akuisisi = ————————-
Pelanggan Baru

Misal: Anda beriklan ke media, brosur, spanduk, dan lainnya, senilai 10 juta. Hasilnya adalah 100 pelanggan baru. Biaya akuisisi/orang = 100 rb.

Hasil yang serupa bisa didapatkan dengan sebar voucher 100 ribu untuk menarik orang beli. Mungkin juga dengan voucher 50 ribu sudah cukup untuk menarik mereka membeli. Bisa jadi hasil konversinya lebih besar dari cara pertama.

Banyak perusahaan retail hingga operator seluler menerapkan sistem akuisisi seperti bagi-bagi kartu perdana di suatu event untuk menggait pelanggan baru.

Cara seperti ini setidaknya efektif untuk menciptakan ‘buying experience’ alias pengalaman belanja di suatu tempat atau menggunakan suatu produk.

Intinya: Sebelum mengeluarkan budget iklan yang besar, pikirkan cara lain yang lebih TOKCER dan murah untuk memperbesar KONVERSI.

  • Aplikasi untuk UKM contohnya, buka warung makan:
    • Minum Gratis.
    • Bayar Semaunya.
    • Voucher Makan 20 ribu.
  • Untuk camilan, katering:
    Diskon abis Paket Hajatan >> promo ke seluruh peserta hajatan, dibayari oleh 1 orang. Pastikan ada informasi merek dan kontak perusahaan Anda di kemasannya.
  • Fashion
    Diskon abis dan rekrut dropshipper dan reseller dengan diskon besar. Gak untung pun sudah terhitung untung produknya dibeli dan dicoba.

Hati-hati: tak semua promo cocok untuk akuisisi, misalnya:
Promo Salon, “Potong 10X, Gratis Krembat” >> Lha nyoba 1X aja ragu, apalagi 10X.

PR: amati contoh-contoh promo, mana menghasilkan KONVERSI yang besar menurut Anda..

Seminar Bisnis Internet Omset Ratusan Juta Modal Quota

        seminar bisnis internet

Ini Acara Yang DINANTIKAN  Oleh Anda & Banyak Orang Saat Ini…!

Untuk menjadi pengusaha di era internet seperti sekarang, sebenarnya jauh lebih mudah dan bisa dikerjakan dimana saja, bahkan di rumah Anda sendiri. Sayangnya…

Peluang bisnis yang beromset JUTAAN bahkan RATUSAN JUTA RUPIAH melalui internet ini masih sedikit yang mengetahuinya, terutama di Indonesia. Padahal semua itu mayoritas tidak memerlukan modal besar, hanya memerlukan modal KUOTA INTERNET yang sama sekali tidak mahal!

Kalaupun tidak ada internet di rumah, kini Warung Internet atau dikenal juga dengan Warnet mudah untuk ditemui di berbagai tempat. Harga sewa di Warung Internet pun juga sudah sangat murah, cukup dengan hanya ribuan rupiah saja per-jamnya. Sehingga tidak ada alasan untuk Anda, Saya dan Kita tidak menggeluti bisnis dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi internet saat ini.

Continue reading →

The Power of Ngeyel

The Power Of Ngeyel

Saya pernah berbisnis dengan Mas Ippho Santosa, “Flag Donut” namanya, sekitar tahun 2005.

Lokasi adalah kunci kesuksesan bisnis retail. Dari semua mal di Batam, ada 1 tempat yang paling kami anggap terbaik untuk outlet pertama kami.

Kemudian kami mendatangi mal tersebut, karena pengurusnya sibuk, kami hanya bicara via telepon, Pak Agus namanya.

  • Kami : Pagi Pak, kita mau buka konter donut yang punya konsep dijamin berbeda dengan yang lain. Dan kami yakin akan menjadi daya tarik buat mal Bapak juga. Bisa kami minta tempat yang strategis?
  • Agus : Wah sorry Pak, pengin banget Bapak bisa kami terima, tapi saat ini sudah tak ada tempat lagi.
  • Kami : Masa’ sih Pak, kami lihat masih banyak yang kosong koq disini.
  • Agus : Gak mungkin Pak Jaya, kalo ada, pasti udah kami kasih ke Bapak.
  • Kami : Gini aja, boleh gak Bapak turun dan temuin kami sebentar? Kalo beneran gak ada tempat, kami akan pulang.
  • Agus : Oke deh Pak, sebentar aku turun..

Setelah berjumpa, kami menunjuk 1 lokasi di pintu masuk samping..

  • Kami : Nah, disini nih Pak.
  • Agus : Gak mungkin donk Pak, ini kan pas jalan masuk.
  • Kami : Pak, dulu semuanya juga gak mungkin, tapi terjadi juga. Jadikan kita yang pertama.
  • Agus : Gak bisa Pak, tempat lainnya aja.

Kemudian kami menunjuk lokasi ATM BCA..

  • Kami : Nah, disini aja Pak.
  • Agus : Yee, itu kan buat ATM BCA.
  • Kami : Pak, ATM BCA ditaruh dimana aja, dicari orang Pak.
  • Agus : Gak bisa Pak.

Tak mau menyerah, kami menunjuk di bagian dalam pintu masuk depan.

  • Kami : Nah, kali ini pas Pak Agus. Kosong lagi.
  • Agus : Gak boleh Pak, ada perjanjian, radius 5 meter dari konter es krim Mc D gak boleh jual makanan atau minuman.
  • Kami : Hmm… (mikir keras, sambil tengak tengok sekitar..)

Aha, ada konter taxi di depan pintu masuk.

  • Kami : Coba Bapak lihat. Dimana-mana konter taxi itu pas orang mau keluar Pak, bukan orang mau masuk. Tukeran aja, konter taxi bagian dalam ber-AC, kita bagian luar.
  • Agus : Waduh, tempat ini gak boleh buat jualan Pak, apalagi makanan.
  • Kami : Kalo gitu kita akan jadi yang PERTAMA Pak. Ayo Pak, yang satu ini Bapak nothing to lose juga nyobanya. Toh kita bayar sewa..
  • Agus : Hmm.. (mikir agak lama..).. Okedeh, kita coba Pak.

Jadilah konter donut kita yang pertama jualan makanan di lokasi itu. Setelah itu sisi kiri juga disewakan untuk makanan, hingga sekarang.

Donutnya masih ada? Sudah tutup, mis-manage.. hehe..

Jangan cepat menyerah dengan penolakan..! Ngeyel sedikit gak masalah, Apalagi ‘nunjuk’ aja gak menyebabkan kematian..

F!GHT

Marketing Lewat Jempol

Marketing Lewat Jempol

Siapa yang masih ngiklan di media cetak?
Siapa yang masih suka nyebar brosur?
Apakah ada yang masih jualan retail door to door?
Adakah yang masih presentasi pakai kertas?

Ntah kapan terakhir kali saya iklan di media cetak..
2 tahun lalu, saya juga masih ngeyel membeli majalah cetak dibanding digital. Sudah setahun ini saya nyaris tak pernah beli majalah cetak, semua via aplikasi Scoop dan membaca di tablet saya. Disamping lebih murah, juga semua koleksi bisa dibawa kemana-mana. Praktis..!

Seperti pepatah, “Datangnya cinta karena terbiasa..”, tambahan lagi “..meski awalnya harus dipaksa..”, hehe…

Mau bukti nyata lagi? Tanyakan saja kawan Anda yang berusia 17 – 35 tahun, pendidikan minimum SMU, apakah mereka pernah BELANJA ONLINE? Maka Anda akan menemukan 50% lebih akan menjawab “IYA..!”

Wake Up Bro, Sis..

Masih ingat quote ini:
“You can not live with yesterday standard and expect extraordinary income today..”

Media Pemasaran sudah bergeser dari cetak ke digital. Sudah gak jamannya dari mulut ke mulut lagi, tapi dari jempol ke jempol. Kecuali target pasar Anda bukan NETIZEN atau bukan pengguna internet.

Kecerdasan Berbicara juga bergeser menjadi Kecerdasan Menulis (copywritting).
Marketing One to One, sudah menjadi Many to Many.
Sekali posting:
>> Kawan-kawan Anda melihat dan mereka berbagi (share).
>> Kawannya kawan dan kawan kawannya kawan pun ikut berbagi.
>> Pembeli datang dari mata air yang tak disangka-sangka.

Bandingkan dengan biaya brosur cetak, yang linier dan kringetan membaginya.

Maka jangan kaget jika melihat anak-anak muda yang tak berkeringat saat kerja, tapi hasilnya miliaran sebulan. Itulah akibat Jempol Quotient (Kecerdasan Jempol).

Apa langkah kongkritnya? Belajarlah ilmu menjual dengan ketikan alias copywritting..

Pelajari ilmu SEO (web), social media dan aplikasi pembantunya. Hemat waktu, hemat biaya, omzet meroket… Gak pakai kringetan..!

Pemuda dan Mutiara

Pemuda dan Mutiara

Suatu hari di pantai yang indah, berkelana seorang anak muda yang mencari jati dirinya. Kemudian ia melihat seorang saudagar, dengan pakaian yang sederhana, sedang memilah-milah mutiara yang barusan dipanennya.

Melihat kilau mutiara-mutiara yang besar tersebut, pemuda itu silau dan memberanikan diri bertanya, “Tuan… cantik sekali mutiaranya. Pasti mahal harganya. Bolehkah saya minta?”.

Tanpa pikir panjang, saudagar itu memberikan 3 butir mutiara yang cukup besar. Sontak pemuda itu girang, karena begitu mudahnya dia mendapat ‘rejeki’ di hari itu, dari seorang yang barusan dikenalnya. Ia pun melanjutkan perjalanannya, penuh dengan senyuman.

Beberapa saat kemudian, ia terhenti dan berfikir:

  1. Kenapa saudagar itu ringan tangan memberikan kepadaku?
  2. Jika aku menjual mutiara ini dan menghabiskan uangnya, apa aku bisa mendapatkannya lagi?

Kemudian pemuda itu putar haluan, bergegas menemui sang saudagar. Untung saja saudagar itu masih berada di tempat semula. Kemudian dia berkata,

“Tuan, terimakasih atas kemurahan hati Tuan. Saya ingin mengembalikan mutiara ini kepada Tuan..”

Kemudian saudagar itu bertanya, “Kenapa?”.

Pemuda itu menjawab dengan pernyataan dan permintaan,

“Jika Tuan dengan ringan tangan mau memberikan mutiara itu kepadaku, pasti Tuan memiliki mutiara yang terpendam dalam diri Tuan. Jika Tuan bisa mendapatkan mutiara sebanyak itu, mempekerjakan penduduk sekitar, pasti Tuan bukanlah orang biasa. Maukah Tuan mengajarkanku KEILMUAN untuk mendapatkan itu semua..?”

Ilmu atau Kemudahan?

Ada 2 poin pelajaran pada cerita tadi:

  • Pertama, seringkali dalam kondisi terhimpit hutang dan kebutuhan, kita datang ke orang ‘sukses’ untuk meminjam atau bahkan meminta uang, bukan meminta ilmu untuk mendapatkan uang atau menyelesaikan masalah. Di benak kita sudah terkhotomi oleh “uang saat ini = solusi”. Padahal bisa jadi ada solusi lainnya.
  • Kedua, begitu juga kepada Sang Pencipta, Yang Maha Kaya, kita (termasuk saya) sering meminta kemudahan datangnya rejeki tiba-tiba. Saat kita mendapatkan rejeki itu dan kita manfaatkan untuk menyelesaikan masalah kita saat itu, kita tak mendapatkan keilmuannya. Hingga saat kita berjumpa dengan masalah yang serupa lagi, kita mengulang ‘pola’ yang sama.

Minta mana: Keilmuan atau Kemudahan?

“Yaa Rab, tambahkanlah keilmuanku dan berikan aku ‘rejeki’ untuk memahaminya.

Khusus Reseller, Kenapa Saya Gagal Menjual?

Khusus Reseller, Kenapa Saya Gagal Menjual

Sebagai Reseller lebih mudah mana: menjual banyak macam produk atau 1 macam produk? Banyak macam produk seperti: baju, hijab, herbal, sepatu, tas, alat tulis, sepeda, elektronik, dan lainnya.

Kalau belum praktik, mungkin Anda akan bilang “lebih mudah menjual banyak produk donk, kan ada pilihan..”. Pada kenyataannya, saat Anda diberi banyak pilihan Anda akan:

  1. Menjual keseluruhan secara bersamaan.
  2. Memilih salah 1 produk dan menjualnya, jika gagal, akan mencoba produk lainnya.
  3. Menentukan 1 produk dan fokus berusaha menjual produk tersebut sampai berhasil.

Pilihan 1 dan 2 terbanyak, jarang sekali yang melakukan pilihan 3.

Kenapa gagal?

Gagal sebetulnya hal biasa, karena itu proses belajar. Hanya saja kebanyakan orang menyerah atau menyalahkan sebab diluar dirinya. Hal itulah yang membuatnya tak menemukan ‘sebab utama’ atas kegagalannya.

Menjual banyak produk bersamaan membuat otak tidak fokus. Masalah yang akan timbul:

  • Mana yang mau ditonjolkan?
  • knowledge mana yang akan dipelajari lebih dalam?
  • Target pasar mana yang akan dibidik?
  • Apakah target pasarnya sama?
  • Apa nama toko yang akan Anda gunakan? PaLuGaDa atau Doraemon?
  • Berapa banyak tim yang Anda perlukan untuk mengurusi penjualan multi produk?

Tak menjadi masalah jika tim Anda kuat. Namun jika Anda mulai dari diri Anda sendiri, Anda akan kelimpungan dan hasilnya minim.

Tak menjadi masalah juga jika Anda membuka supermarket di hutan. Namun jika sekitar Anda sudah berjamur supermarket, Anda harus masuk ke ‘spesial’ market.

 

Memilih 1 (macam) produk diantara banyak pilihan produk. Hal ini adalah pilihan yang tepat di iklim persaingan. Hanya saja sering terjadi: Jika gagal menjual, akan beralih ke produk berikutnya. Kenapa begitu? Iya kalau saat menjual langsung tokcer, kalau gak laku-laku? Akan timbul pemikiran, “Apa mungkin salah pilih produk yaa..?”. Padahal bisa jadi:

  • Cara menjualnya yang salah.
  • Pengetahuan detail produk kurang.
  • Pemilihan target pasar yang keliru.
  • Kompetisinya terlalu tinggi (diferensiasi kurang).

Selain alasan yang terakhir, tak ada alasan untuk mengganti produk. Tidak ada salahnya mengganti produk, tapi jangan biasakan diri Anda menyerah apalagi menyalahkan saat terjadi kegagalan.

“Sukses berpola, Gagal juga berpola”

Apalagi jika ada orang yang telah terbukti berhasil menjual produk yang serupa. Artinya bukan produknya yang salah, tapi ikhtiar Anda yang kurang sempurna.

Fokus 1 produk sampai berhasil..! Hal ini adalah pilihan terbaik, kecuali dalam 1 kondisi: terlalu banyak pesaing dan sensitive terhadap harga. Mindset fokus terhadap 1 produk, membuat Anda melakukan upaya serius untuk mempelajari seluk beluk produk tersebut.

“Semakin belajar, semakin tahu seluk beluknya.. Semakin tahu, semakin mampu menjelaskan dan menjawab pertanyaan, semakin percaya diri..”

Percaya diri yang dibentuk dari pengetahuan yang mendalam menghasilkan tipe penjual yang ahli, bukan sekedar ‘ngecap’.

Mindset serupa juga kami tekankan kepada para reseller Yubistore (Yubi Juragan). Meski banyak pilihan produk di Yubistore, pilihlah hanya 1 produk penetrasi. Fokus dan pelajarilah seluk beluknya. Siapa yang membutuhkan? Dimana mereka biasa berkumpul? Kenapa mereka harus membeli produk Anda? Bagaimana cara menyampaikan pesan yang benar?

Anggaplah seolah Anda hanya memiliki 1 produk itu saja, cintailah dia, jualah dengan hati..

“Semua produk bagus, asalkan ditekuni dengan serius. Menjual kacang saja bisa jadi miliarder..” Terbukti..!

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memulai Email Marketing untuk Bisnis Anda!

Email Marketing

Di tahun 2015, 72,7 juta penduduk di Indonesia sudah aktif menggunakan internet.

Sesuai dengan data yang saya kutip dari Tech in Asia, hampir sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia secara aktif menggunakan internet; baik untuk mencari informasi hingga untuk berkomunikasi. Tidak heran jika semakin banyak pula pebisnis yang mengalihkan kegiatan marketingnya dari offline menjadi online.

Apalagi jika melihat tingginya pengguna email untuk berkomunikasi di Indonesia, pastinya media komunikasi seperti email dianggap sebagai media yang paling cocok untuk melakukan kegiatan marketing. Selain mudah, pengiriman email massal juga dapat ditujukan secara personal sehingga banyak marketer yang menjadikan email marketing sebagai channel marketing yang efektif.

Berbagai email marketing tools canggih seperti MailChimp, CakeMail (saya menggunakan CakeMail untuk Sribulancer :D ), dan GetResponse kini sudah semakin dikenal dan dikuasai penggunaannya.  Namun, email marketing tools yang canggih tersebut tentu tidak akan berguna jika Anda tidak mengirimkan email dengan cara yang tepat. Alih-alih menaikkan angka sales, jumlah unsubscribe yang tinggi malah akan terjadi jika Anda mengirimkan email yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Maka dari itu penting bagi pemilik bisnis dan online marketer untuk mengirimkan email yang tepat untuk klien.

 

Apa yang Harus Dilakukan untuk Membuat Email yang Tepat?

Membuat Email yang Tepat

Agar email yang Anda kirimkan memiliki open rate dan click rate yang tinggi, Anda tentu harus mempersiapkan beberapa hal sebelum mengirimkan email massal tersebut. Saya memiliki beberapa tips untuk Anda yang ingin mencoba menggunakan email marketing tools untuk menjalankan kegiatan marketing Anda:

1. Tetapkan objektif dari kegiatan email marketing Anda

Sebelum memulai email marketing, Anda sebaiknya menetapkan tujuan Anda; apakah itu untuk meningkatkan angka sales Anda, ataukah untuk memperkuat brand awareness bisnis Anda?

Sesuaikan tujuan Anda dengan awal dari kegiatan email marketing Anda. Anda bisa memulainya dari semenjak mereka register dari website Anda, ataupun dari landing page yang Anda miliki. Susun pesan utama dari masing-masing email marketing tersebut sehingga Anda bisa melanjutkan ke detail isi email marketing tersebut.

Pada saat saya menjalankan email marketing untuk Sribulancer, saya memiliki tujuan untuk meningkatkan angka sales Sribulancer. Sehingga email-email yang saya kirimkan pasti saya sisipkan sisi soft-selling di dalamnya.

 

2. Berikan hal berharaga kepada penerima email

Puluhan hingga ratusan email masuk setiap harinya ke inbox klien/subscriber Anda. Tentu mereka tidak akan membuka semua email yang didapatkan setiap harinya. Mereka akan memilih-milih, email mana yang sekiranya bermanfaat untuk mereka.

Penting bagi marketer untuk mengetahui hal ini karena jika marketer hanya sekedar mengirimkan email dengan judul ataupun gimmick yang menarik, tentu klien bisa saja berubah pikiran, dan tujuan dari email marketing yang Anda jalankan menjadi tidak efektif.

Salah satu penulis pada blog Sribu yang saya kelola juga telah membagikan tips untuk menjalankan email marketing yang efektif di sini. Saya percaya bahwa setiap kegiatan marketing yang dijalankan sesuai dengan research yang baik dan tereksekusi dengan sempurna akan membawakan hasil yang sesuai.

 

3. Ingat, subscriber Anda juga manusia!

Subscriber Anda sama seperti Anda. Mereka tidak ingin membuang waktu mereka untuk melihat hal yang tidak bermanfaat untuk mereka. Mereka juga tidak suka dikejar-kejar melaui email beruntun seperti Anda. Jadi, berikan email yang sesuai dengan kebutuhan ataupun topik pembahasan yang mereka minati.

Ketika menjalankan email marketing untuk Sribulancer, saya tentu tidak melulu memberikan catalog berupa kategori pekerjaan yang Sribulancer layani, tetapi juga membagikan tips maupun artikel seputar bisnis dan marketing yang bermanfaat untuk klien/subscriber Sribulancer. Saya juga memastikan periode pengiriman email dalam seminggu tidak lebih dari 3x sehingga klien/subscriber tidak terganggu dengan email dari Sribulancer.

 

4. Bicaralah secara personal, bukan massal

Apakah Anda suka jika dipanggil dengan panggilan “klien” ataupun “subscriber”? Tentu tidak.

Bicaralah secara personal, bukan massal

Alangkah baiknya jika Anda menggunakan fitur yang umumnya disediakan oleh email marketing tools sehingga Anda bisa menyapa klien/subscriber Anda dengan nama mereka. Jika Anda memiliki resource yang memadai, Anda juga bisa mempraktekkan behavioral email marketing sehingga email yang dikirimkan kepada klien/subscriber Anda sesuai dengan behavior mereka.

 

5. Pilih HTML dan plain text email dengan bijak

Ketika Anda menggunakan email marketing tool, Anda akan dihadapkan dengan 2 pilihan; menggunakan HTML, atau plain text email?

HTML atau Plain Text

Biasanya saya menggunakan HTML jika saya ingin membagikan catalog untuk Sribulancer, sedangkan plain text saya gunakan untuk memberikan pemberitahuan yang sifatnya sangat formal.

 

Bagaimana dengan Anda?

Email Marketing

Saya telah menerapkan email marketing untuk Sribu dan Sribulancer. Dengan menerapkan email marketing tersebut, saya berhasil meng-convert subscriber menjadi paid client dan juga maintain relation dengan klien yang saya miliki. Segeralah rencanakan email marketing dengan tim Anda dan rasakan sendiri manfaatnya. Good luck!

 

P.S. Jika Anda tidak memiliki tim digital marketing untuk handle email marketing project yang Anda inginkan, Anda bisa merekrut online marketer freelance melalui Sribulancer untuk melakukannya.

Cara Kreatif Menjual Hijab, #Yubinar Episode-10

YUBINAR 10 (1)

 

Jualan hijab sepertinya semakin ngentrend belakangan ini, namun saya disini bukan untuk membahas apakah ini akibat keimanan kaum muslimah di Indonesia semakin bertambah, aamiin kalau bener..

Namun pertanyaan yang terus muncul didalam hati saya mengenai bisnis hijab: kenapa satu produsen hijab bisa menjual lebih banyak dari yang lain? Dan bagaimana mereka melakukannya?

Karenanya di Yubi Online Seminar #Yubinar episode ke-10 ini kita akan membahas jualan hijab dengan judul:

Cara Kreatif Menjual Hijab

Bersama Ayu @Momalula owner dari @HijabSallyHeart, kita akan membongkar rahasia bagaimana setiap kali Ia membuat evet bisa lebih dari 2000 orang muslimah yang hadir. Seperti biasa, seminar online ini gratis dan bisa Anda tonton darimana saja selama Anda memiliki koneksi internet yang memadai.

Silahkan daftarkan diri Anda dibawah ini:

 

Nama Panggilan


 

Penyakit Pengusaha Pemula

Penyakit Pengusaha Pemula

Sebelum jadi pengusaha, biasanya calon pengusaha akan ragu atau takut nyemplung ke dunia usaha. Banyak ‘kalau kalau’, bingung mau ngapain pertama kali, usaha apa, banyak keraguan muncul dalam benaknya.

Setelah melangkah, ehh gak seperti apa yang dipikirkan. Ternyata mudah yah jadi pengusaha. Asik..! (awalnya…). Seperti anak kecil yang dapat mainan baru, exited..! Terbukalah ‘cakra’ pengusaha mereka. Dunia pengusaha jadi ‘tampak’ mudah.

Saat bisnis mulai berjalan dan menghasilkan income, yang mungkin tak disangka.., mulailah dia tergoda membuka usaha baru lainnya. Dengan dalih usaha pertama sudah jalan dan ada yang menjalankan, ia mulai pecah focus mengurus usaha kedua.

Saat usaha kedua (baru) mulai kelihatan hasilnya, ada tawaran lagi untuk join buka usaha (ketiga) bersama kawannya, “Peluang nih..!”, gumannya. PELUANG BARU. Iya BARU.. lagi Happening..! Assiiikk.. kali ini beneran gak perlu modal, cuma pake dengkul teman, berhadiah ribuan dollar perbulan. PELANGI..!

Sebulan.. dua bulan.. tiga bulan.. gak jalan-jalan juga.. sementara kedua bisnis sebelumnya ‘nungging’ meninggalkan segudang HUTANG kerugian dan cashflow yang macet. Karena serbuan tagihan bertubi-tubi, ia pun kelimpungan. Bisnis terakhir tak kunjung menghasilkan. Oh pelangi, hanya ilusi..

Tepat 2 tahun 4 bulan, nyerah deh dia.. katanya: Bisnis itu susahh..! NYERAH… K.O.. the end.

Penyakit pengusaha pemula, begitu terbuka ‘cakra’ pengusahanya, apa saja pengin dipegang. Ujung-ujungnya gak ada yang jalan atau tetap akan tersisa 1 saja yang eksis.

 

Setidaknya ada 3 alasan pengusaha pecah fokus:

  1. Merasa bisnis yang sekarang sudah ‘AUTO PILOT’, buru-buru buka usaha lain di luar lini yang sekarang.
  2. Merasa bisnis yang sekarang ‘JALAN di TEMPAT’, mencoba alternatif lain.
  3. BOSAN..!

 

Kapan boleh ekspansi? Gak ada yang gak boleh atau benar salah. Adanya konsekuensi atau sebab akibat saja.

 

Auto Pilot

Beneran sudah auto pilot? Berapa lama dan berapa cabang buktinya? Jika masih seumur jagung sudah bisa ditinggal, hebat euy..! Kecuali beli (full) franchise dengan sistem yang sudah teruji atau akuisisi perusahaan sekelas ASTRA.

Mungkin usaha Anda sudah bisa BERJALAN tanpa Anda, tapi yakin bisa BERTUMBUH tanpa Anda?

Apa benar BUDAYA perusahaan yang Anda tularkan merasuk ke setiap lini di jajaran organisasi Anda?

Apakah grafik omzet dan profit saat Anda tinggalkan cenderung naik (melebihi inflasi), sama atau menurun?

 

Jalan di Tempat

Adakah pengusaha serupa yang pernah berhasil? Coba investigasi proses dia dari awal hingga sekarang. Berapa lama? Apa saja kesalahannya? Apa POLA suksesnya?

Apakah benar pasarnya sudah jenuh dan berdarah-darah kompetisinya?

Adakah mentor sukses yang mendampingi Anda?

Apakah ilmu bisnis Anda up to date?

Apakah Anda mempraktikkan keilmuan yang Anda dapatkan sesuai tuntunan?

Rumput tetangga terlihat hijau, padahal sintetis.

Bisnis tetangga terlihat untung, padahal sedang buntung.

 

Bosan

Apakah ada orang sukses tanpa ketekunan?

Benarkah Anda ‘bosan’ karena itu bukan passion Anda atau itu POLA gagal Anda?

Tak ada kesuksesan tanpa ketekunan mengalahkan kebosanan..

“1 bisnis yang dikerjakan dan dipikirkan dengan sepenuh hati, akan menemukan inovasi-inovasi yang tak terfikirkan sebelumnya.. tiada henti..”

 

Kapan saatnya ekspansi ke bisnis lain? Tenang.. semua ada saatnya dan ada ilmunya. Jangan buru-buru poligami..

F.O.K.U.S satu dan besarkan..!

Cara Membuat Toko Online Gratis di Yukbisnis.com

Berikut ini adalah tutorial cara membuat toko online gratis di yukbisnis.com :

1. Pertama-tama bukalah halaman yukbisnis.com pada browser Anda dan klik pada tombol daftar seperti pada gambar.
Cara Membuat Toko Online Gratis

2. Setelah itu Anda akan dibawa menuju halaman seperti di bawah ini.
Cara Membuat Toko Online Gratis di Yukbisnis

3. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mencari username dari akun yukbisnis.com kita. Kita masukkan username (tanpa spasi) yang kita inginkan, kemudian klik tombol CEK USERNAME. Jika username Anda masih available maka akan muncul pemberitahuan seperti gambar di bawah ini.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (3)

4. Setelah itu silakan isi data-data di bawahnya dengan lengkap seperti nama, email, nomor telepon dan password.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (4)

5. Kemudian kita harus mengisi nama domain dari toko online kita. Sebagai contoh, saya menggunakan domain daftar.yukbisnis.com dan setelah itu jangan lupa klik CEK DOMAIN untuk memastikan domain tersebut masih tersedia.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (5)

6. Dan paling terakhir adalah kita harus mengisi Tampilan Nama Bisnis kita. Untuk sebagai contoh saya menggunakan nama “Cara Daftar YukBisnis” dan jangan lupa masukkan verifikasi kode dan klik tombol daftar.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (6)

7. Kemudian Kode Aktivasi akan dikirim ke nomor handphone yang sudah dimasukkan sebelumnya.Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (7)

8. Dan akhirnya kita sudah terdaftar di yukbisnis.com dan kita bisa login dengan menggunakan email kita.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (8)

9. Setelah kita sudah terdaftar, silakan login menggunakan email yang tadi sudah kita gunakan.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (9)

10. Pada saat kita pertama kali masuk, kita akan diminta untuk mengisi informasi lokasi asal pengiriman barang. Maka itu kita isi dari mana barang kita akan dikirim. Setelah selesai mengisi klik tombol SIMPAN.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (22)

11. Karena kita ingin berjualan di yukbisnis.com, kita haru memasukkan barang atau jasa yang ingin kita jual. Untuk memasukkan barang atau jasa tersebut kita klik Katalog seperti gambar di bawah ini.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (15)

12.Pada halaman katalog kita klik tombol Tambah Produk seperti yang ditunjukkan pada gambar.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (16)

13. Setelah itu kita akan dibawa menuju halaman yang berisi informasi produk. Kita isi mulai dari kategori, sub kategori, nama produk sampai kita pilih gambar produk kita. Setelah selesai mengisi jangan lupa untuk klik tombol SIMPAN.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (17)

14. Ini adalah tampilan dari katalog kita. Untuk tutorial ini saya contoh dengan produk Buku Belajar Jualan di Yukbisnis.com dengan harga Rp1,-
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (18)

15. Setelah itu kita bisa klik Check All dan klik Tampilkan didepan, tujuannya adalah untuk menampilkan produk kita pada halaman pertama yukbisnis.com.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (25)

16. Berikut ini adalah tampilan produk terbaru di halam utama yukbisnis.com dan akan terlihat produk kita.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (19)

17. Jika kita klik produk tersebut, kita dibawa menuju halaman produk kita seperti ini.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (20)

18. Kemudian kita kembali ke halaman utama dari Bisnisku dan klik pada bagian BANK seperti ditunjukkan pada gambar.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (100)

19. Masukkan nama bank, nomor rekening dan nama rekening kita dan jangan lupa untuk menyimpan data kita.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (21)

20. Dan bagian yang PALING PENTING adalah mendaftar di YUBI SAKU. YUBI SAKU bisa diakses pada halaman HOME seperti digambar.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (230)

21. Setelah itu akan muncul syarat dan ketentuan yang harus kita setuju. BACA BAIK-BAIK sehingga dikemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman. Jika sudah setuju, tekan AKTIFKAN YUBISAKU pada tombol di bawah.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (12)

22. Akan muncul tampilan dialog yang memastikan kita sudah menyetujui syarat dan ketentuan tersebut.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (13)

23. Berikut ini adalah tampilan setelah kita selesai mendaftar di Yubisaku.
Tutorial Cara Daftar dan Berjualan di YukBisnis (14)

Semua tadi adalah tutorial cara membuat toko online gratis di yukbisnis.com.

 

Semoga sukses!

Terjebak Teori Bisnis yang Membangkrutkan

Terjebak Teori Bisnis yang Membangkrutkan

Kalo mendengar seorang pengusaha pemula ngeyel menjaga ‘prestise’ branding-nya sedangkan modalnya pas-pasan, jadi teringat kisah kebangkrutan saat membuka rumah makan di tahun 2002-2003.

Saya tak akan cerita tentang rumah makan saya, karena lengkap ada di buku Kitab AntiBangkrut.

Kenapa pengusaha yang berhasil justru kebanyakan yang ‘biasa-biasa’ saja ilmu bisnisnya? Sedangkan para ex-profesional perusahaan besar atau akademisi banyak yang gagal dalam bisnisnya?

Inilah yang disebut “Idealis yang tak realistis..”..!

Para profesional pemasaran yang terbiasa bekerja di perusahaan besar dengan bujet promosi yang besar, tentu tak mudah menyesuaikan diri saat menjadi pengusaha dari nol.

Atau para manajer yang terbiasa bekerja dengan manajemen yang mapan, biasanya akan terkotaki pemikirannya untuk menyempurnakan sistem dibanding fokus ke penjualan dahulu.

Atau para akademisi dan kutu bukuers yang terkotomi oleh hukum-hukum pemasaran, cenderung kurang fleksibel saat praktik di lapangan.

Jika Anda pernah membaca artikel atau materi YEA Virtual tentang “5 Tangga Bisnis”, saya menyebutkan bahwa tangga pertama (STARTING) adalah Fokus ke OMZET dan CASHFLOW.

Teori bisnis itu tak berlaku jika Modal atau WARISAN Anda besar. Sak karepmu (terserah Anda) mau ngapain..

Kalo modal cekak, jangan banyak ngomong “Brand Image” dan Konsep yang melangit dahulu. Tampar pipi Anda biar sadar. Kebanyakan teori bisnis yang ada adalah untuk perusahaan multinasional, bukan UKM. Silakan praktekkan dan Anda akan bangkrut..!

Terpenting di Tangga Pertama: Bagaimana DAPUR Anda NGEPUL, ada duit untuk operasional perusahaan. Makanya saya katakan: Push di OMZET (Profit Tipis gak papa) dan CASHFLOW yang Lancar.

Strategi Harga: buatlah insentif besar untuk para distributor atau reseller yang mau menjualkan dan membayar tunai. Ratakan distribusi secepat mungkin.

”Tapi kalo harga dibanting, image kan turun Mas J?” >> Harga sesuai standar, diskon yang dibesarkan, supaya reseller mau nge-PUSH produk Anda.

”Kalo dijual bukan di estalase yang keren, akan menurunkan image Mas J!” >> Siapa bilang? Itulah jebakan teori bisnis jadul yang Anda pelajari.

Brand besar sekarang juga banyak pakai komunitas rumahan untuk memasarkan produknya. Low Cost High Impact. Bicara ‘image’ kelebihan, kalo bisnis gak bisa survive juga percuma. Seperti nafsu besar tenaga kurang. Banyak brand besar yang mulai dari jual ‘ketengan’, baru kemudian membangun boutique-nya kemudian.

Semoga menyadarkan Anda yang terjebak jebakan teori bisnis dan melupakan pertumbuhan Anda yang stagnan. WAKE UP BROH..!

“Stay focus on your target, but be flexible on your approach..”

Tertipu Oleh Diri Sendiri

Tertipu Oleh Diri Sendiri

Belasan tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku kuliah di Surabaya, saya sempat mengikuti pengajian rutin, yang dikelola oleh sebuah pondok pesantren ternama di Jawa Timur.

Bukan keilmuan agama yang akan saya bicarakan disini. Tapi ada suatu pelajaran yang sangat berharga bagi saya tentang ‘kesombongan’! Seperti kebanyakan orang yang baru keluar dari ‘sekolah’ dengan segudang idealisme, perilaku sayapun berubah drastis.

Setiap melihat suatu kejadian yang tidak ‘agamis’, spontan saya ‘nyebut’ kalimat Allah. Ada seorang (wanita) primadona kampus, sebut saja Susi (bukan nama sebenarnya). Saat itu, ia sedang berpakaian seronok dan bercengkerama mesra dengan pacarnya, yang tentu saja bukan muhrimnya.

Begitu saya melihat kejadian itu, langsung keluar dari mulut saya ”masya Allah (kata yang sering diucap saat melihat sesuatu yang buruk)…!” Lepas dari kesalahkaprahan saya menggunakan kata itu (harusnya untuk suatu kekaguman), dalam hati kecil saya, terbesit anggapan bahwa ”Dia itu MAKSIAT, sedangkan saya lebih baik dari dia”.

Suatu saat…
…Susi datang bersama kawan-kawan yang lain (yang berjilbab), untuk belajar dengan saya guna menghadapi ujian semester yang segera datang. Baru kali itu Susi datang belajar ke tempat saya. Seperti biasa, pakaian Susi tergolong ketat, membuat saya istighfar terus, (kembali lagi) sambil mencemooh dirinya di hati saya.

Pertemuan hari pertamapun selesai. Mereka berjanji akan melanjutkan belajar dengan saya di rumah kos saya esok harinya. Bak Fahri (dalam Ayat-ayat Cinta), Jayapun jadi idola wanita saat itu, narsis euy!

Keesokan harinya, tak disangka, Susi datang ke tempat kos saya mendahului kawan-kawan lainnya. Setelah sejenak terdiam karena canggung, Susi berkata,”Jay, sebenarnya dari dulu aku pengin belajar sama kamu, tapi…!” Karena penasaran, saya tanya,”Tapi kenapa?” Dengan wajah tertunduk malu dan suara lirih ia menjawab,”Aku malu ketemu sama kamu! Aku merasa diriku ini ’kotor’, sedangkan kamu itu ’bersih’ dan alim”.

”Astaghfirullah Al’Adziim”, saya nyebut dalam hati dengan muka saya yang memerah, air mata yang hampir menetes. Sejenak saya berfikir,”Seandainya saat itu Allah mencabut nyawa kita berdua, mungkin sayalah yang pantas masuk neraka dan dia yang pantas masuk surga!” Koq bisa begitu? Ya, karena dibalik ’baju alim’ saya, terdapat ’kotoran hati kesombongan’. Sebaliknya, Susi yang merasa dirinya ’kotor’ tidak memiliki pikiran kotor terhadap orang lain. Jadi menurut saya, Susilah yang lebih ’suci’ dari saya.

Bukankah semua agama mengakui bahwa iblis, yang hampir sepanjang hidupnya taat, tidak dapat masuk surga karena ’kesombongannya’, karena merasa dirinya lebih unggul dari makhluk Tuhan lainnya? Sementara Nabi Adam, meskipun berbuat dosa, diijinkan masuk ke surga karena kerendahan hatinya?

Guru saya pernah memperingatkan untuk berhati-hati terhadap suatu penyakit, yang disebut ’Tertipu oleh diri sendiri’. Penyakit ini justru akan muncul saat kita bertambah ilmu dan bertambah amal. Tapi ilmu dan amal itulah yang membuat kita terjerumus. Semoga kita terhindar dari hal yang demikian!

”Daripada sibuk melihat aib orang lain, sibuklah melihat aib sendiri!”

8 Nilai Berpartner Dalam Bisnis

8 Nilai Berpartner Dalam Bisnis

Kenapa harus berpartner atau bermitra?
Kenapa tidak ambil sebagai karyawan saja? Itulah pertanyaan mendasarnya..

Berpartner dalam artian membagi saham (kepemilikan) seperti menikah dengan seseorang. Mereka hadir dalam kehidupan kita.

Jika tak cocok, tak bisa begitu saja dipecat, karena ada kepemilikan saham yang harus kita beli balik. Itu pun kalo dia mau.

Meski Anda memberi saham kosong (tanpa bayar), jika sudah masuk di akte notaris pendirian perusahaan, artinya sah sebagai pemilik.

Banyak bisnis yang bagus, namun gagal bertumbuh karena ada 2 (atau lebih) Jendral dalam 1 peperangan.

Atau berpartner dengan orang yang tidak kompeten atau komplimen (melengkapi) skill Anda. Hanya sekadar karena gak enak atau keceplos.

Parahnya kesepakatan bagi saham adalah Rata, tapi saat kerja Tak Rata. Ribut lagi..

Karena merasa tak mendapat Keadilan semangat mengembangkan bisnis pun pudar, tutup kemudian.. Buka sendiri-sendiri..

Atau.. berujung di pengadilan, baik perdata atau dicari-cari pidananya. Dulu kawan, sekarang lawan. True story..

“Jadi Mas J menyarankan untuk tidak berpartner?”

>> Tak ada 1 pun bisnis saya yang saya miliki sendiri. Nah loh.. terus..?

 

Inilah saran saya untuk menghindari hal-hal tadi saat berpartner..

  • Kompromi : Berpartner itu seperti menikah, tak selalu sesuai dengan keinginan kita. 1 + 1 kadang jadi 1,75 sebelum bertumbuh menjadi 3 bahkan 10. Ada yang dikompromikan untuk menuju kemenangan bersama. Yang masih jomblo pasti susah bayanginnya.
  • Teruji : Jangan buru-buru mengangkat seseorang sebagai pemegang saham. Bisa mulai dari konsultan, staff atau manager, setelah teruji dengan waktu, baru masukkan sebagai pemegang saham.
  • Melengkapi : Pilihlah partner karena melengkapi skill yang tak Anda miliki. Misal Anda lemah di manajemen, cari yang jago manajemen.
  • Jelas : Ada kejelasan Wewenang dan Kerjaan. Jelas juga siapa jendral yang memutuskan, siapa yang mentaati.
  • Komitmen : Masih seperti menikah, sebisa mungkin memegang komitmen untuk tetap bertahan. Jangan sedikit-sedikit bilang ‘talak’. Kapan dewasanya…?!
  • Legowo : Keadilan menurut siapa? Kebenaran menurut siapa? Masing-masing punya versinya. Berbesar hatilah untuk mencapai tujuan yang besar. Mengalah bukan berarti kalah.
  • Sportif : Akui kesalahan, wong namanya juga manusia. Anggap dia saudara sendiri. Saling mengingatkan dengan cintaaahh..
  • Pisah Baik-baik : Kalo memang tetap harus berpisah, hindari keributan. Mungkin dia bukan partner sampai tujuan, tapi partner Anda dalam perjalanan.

 

Angkatlah persaudaraan diatas uang. Jangan terbeli oleh uang dan membuat pembenaran nurani dalam kesalahan.

Berpartner tak harus sampai akhir, mungkin cukup sampai beberapa pulau ke depan, kemudian pisah dengan kenangan yang indah..

Let’s Grow Together.. with LoVe..

Yubi Online Seminar Episode-9: Kaya Dari Menulis

YOS-penulis

 

Alhamdulillah..

Yubi Online Seminar sudah memasuki episode ke-9. Artinya sudah 9 minggu ini kita belajar dari pebisnis, praktisi, dan trainer bisnis yang sudah teruji.

Dan setiap minggu pula saya bersama tim YukBisnis dan teman-teman komuniatas selalu mengevaluasi untuk menjadikan Yubi Online Seminar menjadi lebih baik lagi.

Saya pribadi selalu menonton ulang rekaman setiap episode, bukan hanya untuk belajar, namun juga untuk melihat dan mendengar apa yang tidak saya temukan saat seminar sedang berlangsung secara LIVE.

Dari masukan yang Anda dan penonton lain kirimkan melalui email [email protected] maupun melalui akun Twitter pribadi saya: @fikryfatullah, saya mendapatkan banyak sekali masukan berharga.

Salah satunya adalah dengan mengganti hashtag akan kita gunakan untuk Yubi Online Seminar. Setelah diskusi dengan tim dan melakukan voting kecil-kecilan, maka kami memutuskan mengganti hashtag Yubi Online Seminar dengan:

#Yubinar

Mulai dari episode-9, Anda dapat mengirimkan pertanyaan saat acara berlangsung dengan menggunakan hashtag diatas.

Dan kabar gembiranya lagi, #Yubinar kedatangan tamu spesial di episode ke-9 ini. Seorang penulis muda, saat berusia 19 tahun sudah menulis hampir 30 judul buku dan memberikannya penghasilan pasif hingga ratusan juta rupiah.

Anak muda tersebut adalah**Jefferly Heliantusonfri**, dan tema #Yubinar untuk episode-9 adalah:

Kaya Dari Menulis

Sesuai judulnya, kita akan membongkar bagaimana membangun karir sebagai penulis dan berhasil mendapatkan pemasukan yang tidak sedikit. Mungkin Anda pernah mendengar orang berkata: “kalau mau kaya jangan jadi penulis.”

Namun Jefferly berhasil membuktikan sebaliknya.

Untuk Anda yang tidak bercita-cita menjadi penulis pun, di era digital ini Anda akan dituntut untuk bisa menulis dengan baik karena setiap harinya Anda akan berkomunikasi melalui tulisan, baik itu via aplikasi pengirim pesan seperti BBM, Whatsapp, atau LINE, atau saat Anda mempromosikan bisnis Anda melalui Facebook dan Twitter.

Karenanya skill menulis sangat penting untuk Anda kuasai saat ini.

Seminar ini bisa Anda tonton darimana saja selama Anda terhubung dengan internet, dan seperti biasa: tetap GRATIS!

Silahkan daftarkan diri Anda dibawah ini:

 

Nama Panggilan: