Diana Anggraini, Pemilik Envygreen.co.id, di Kopdar Akbar Yukbisnis 2018

Kopdar Akbar Yukbisnis 2018

BELAJAR MIGRASI TRANSAKSI DARI OFFLINE KE ONLINE BERSAMA DIANA ANGGRAINI DI KOPDAR AKBAR YUKBISNIS 2018 — Apakah Anda pebisnis online? Atau semi online? atau mungkin Anda pebisnis offline?

Bagi Anda yang masih bertanya-tanya apa itu bisnis semi online. Sebenarnya, jika Anda masih berjualan di media sosial seperti Instagram, bisnis Anda masih tergolong semi-online. Mengapa? Karena Anda masih harus membalas satu per satu pertanyaan dari konsumen Anda sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli.

Bayangkan jika transaksi bisnis Anda mencapai ratusan order per harinya, apa Anda akan sanggup membalas chat satu per satu dengan cepat? Berapa banyak admin tambahan yang Anda butuhkan hanya untuk membalas chat?

Berbeda dengan bisnis online yang memang sudah berjalan sendiri, bahkan ketika Anda tidur, orderan tetap bisa masuk tanpa Anda harus membalas chat. Jika bisnis Anda sudah full online, maka yang harus Anda lakukan hanya mengecek orderan yang ada dan mengemas paket untuk dikirim!

Bagaimana dengan pebisnis offline? Produk wajib ada bentuk fisiknya sehingga konsumen Anda bisa melihatnya secara langsung. Anda harus menjelaskan kelebihan produk Anda dan menggunakan teknik lainnya agar terjadi ‘closing’. Sudah terbayang betapa lelahnya bisnis yang belum full online?

Diana Anggraeni, owner Envygreen.co.id, juga pernah merasakan kesulitan yang sama ketika bisnisnya belum full online. Oleh sebab itu, Diana memutuskan untuk perlahan-lahan memindahkan transaksi ke toko onlinenya.

Apa langkahnya langsung sukses? Tentu saja tidak, karena banyak hambatan-hambatan kecil yang membuat konsumennya ragu untuk bertransaksi via website (toko online) miliknya.

Hebatnya, Diana bisa mengatasi hal tersebut. Diana menyebutkan bahwa sekarang dia bisa menerima transaksi online sekitar 70%, hanya 30% yang masih bertransaksi semi online. Hal tu juga berarti bahwa Diana bisa melakukan efisiensi di dalam timnya dengan tidak menambah karyawan untuk menjadi admin.

Ingin tau rahasia sukses Diana?

Diana akan mengungkap bagaimana caranya migrasi transaksi dari offline ke toko online di Kopdar Akbar Yukbisnis 2018. Anda sudah daftar?

Masih ada kesempatan untuk daftar dan belajar bersama ratusan pengusaha lainnya yang hadir di Kopdar Akbar Yukbisnis 2018.

 

Cara daftarnya?

 

KLIK DI SINI 

Rosie Rahmadi, Pemilik Gadiza, di Kopdar Akbar Yukbisnis 2018

Kopdar Akbar Yukbisnis 2018

BELAJAR MANAJEMEN BRAND BERSAMA ROSIE RAHMADI

Anda sudah punya produk tapi belum punya brand?

Atau sudah punya brand namun belum paham bagaimana mengelolanya?

Mengelola brand tentunya bukan hal yang mudah dilakukan.

Setiap brand harus memiliki ciri khas tersendiri sehingga akan ada sesuatu yang melekat dan terus diingat dalam benak konsumen.

Rosie Rahmadi akan berbagi cara untuk mengelola brand.

Bukan hanya sebuah brand saja, melainkan bagaimana mengelola beberapa brand.

 

Bagi Anda yang ingin belajar dari Rosie Rahmadi, segera daftarkan diri Anda di Kopdar Akbar Yukbisnis 2018.

 

Caranya?

 

DAFTAR DI SINI

 

 

‘Starter Pack’ Pebisnis Online, Punya Anda Sudah Lengkap?

Starter Pack adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan satu set hal-hal yang dibutuhkan saat melakukan suatu aktivitas atau untuk pergi ke suatu tempat. Sebagai seorang pebisnis online, sudah sewajarnya memiliki hal-hal berikut ini di kesehariannya:

Baca juga Order Banyak = Omzet Meledak?

1. Ponsel

Di zaman modern ini, setiap orang sulit dipisahkan dengan ponsel. Hampir setiap beberapa jam sekali pasti mengecek ponselnya. Apalagi pebisnis online. Semua aktivitas mulai dari mengecek orderan sampai melayani pelanggan pun setiap harinya tidak lepas dari ponsel.  jangan sampai ponsel Anda tertinggal ya!

 

2. Laptop

gambar laptop

Meskipun ponsel penting, ada juga yang tak kalah pentingnya yaitu laptop. Laptop untuk pebisnis online biasanya digunakan untuk upload produk karena lebih fleksibel dibandingkan dengan upload produk di ponsel. Selain itu mengecek laporan keuangan harian, atau bulanan juga lebih enak menggunakan laptop, sekaligus bisa membuat presentasi untuk rapat.

 

Baca juga Ingin Berkontribusi untuk Indonesia? Lakukan Hal Ini!

 

3. Buku Catatan 


Fitur untuk mencatat memang sudah tersedia baik di laptop maupun di ponsel. Tapi, terkadang semuanya masih harus dituliskan di buku berupa corat-coret, apalagi ide yang suka terlintas tiba-tiba. Mencoret di atas kertas kadang lebih menyenangkan dan lebih diingat dibanding mencatat sesuatu di ponsel.

4. Koneksi Internet

Disebut sebagai bisnis online, sudah pasti kegiatan yang dilakukan hampir seluruhnya terjadi di dunia maya. Oleh sebab itu, koneksi internet tidak boleh terputus. Mulai dari kuota data yang digunakan di ponsel, atau menggunakan mobile wifi yang digunakan ke mana saja. Tapi jika lebih banyak waktu dihabiskan di rumah, akan lebih hemat kalau berlangganan internet di ISP ya. Pokoknya, nggak ada internet nggak ada bisnis!

 

Baca juga Ternyata 2 Hal Sepele Ini Bikin Anda Gagal Closing!

 

5. Media Sosial

 

Setiap media sosial memiliki perbedaan cara penggunaan dan interaksi. Twitter bisa untuk berinteraksi secara real time dengan followers juga sebagai mini blog. Facebook bisa digunakan untuk mengumpukan saran dari para followers, memposting sesuatu yang berkaitan dengan produk, juga untuk posting video yang berdurasi panjang. Lain halnya dengan Instagram yang lebih menekankan ‘visual’, Instagram berfungsi sebagai galeri online yang berisi konten kreatif dari sebuah brand. Jika Anda memanfaatkan feed Instagram dengan baik, tentunya Anda juga bisa menarik minat followers Anda.

 

6. Media Komunikasi

 

Banyaknya jenis media komunikasi yang bisa digunakan, akhirnya harus membuat pebisnis online memilih platform terbaik untuk chat. Ada email, LINE, Whatsapp, BBM, Telegram, online chat seperti Tawk.to dan Zendesk. Anda pilih yang mana?

 

Baca juga Maaf, Tapi Inilah Faktanya Jualan di Sosial Media

 

7. Website atau Toko Online

Nah, jika Anda serius menjadi pebisnis online. Sudah pasti Anda sadar akan pentingnya memiliki sebuah website. Anda bisa menyimpan Facebook pixel di website Anda dan menargetkan calon konsumen yang mengunjungi website agar menjadi pelanggan Anda. Selain itu Anda juga tidak perlu repot membalas chat konsumen satu per satu dan menjelaskan detail produk, karena semuanya sudah tertera dengan jelas di website.

Apakah Anda sudah memiliki semuanya? Coba tengok poin ketujuh, pebisnis online yang tidak punya website sama saja seperti pemilik bisnis yang mengikuti setiap bazaar namun tidak pernah punya toko sendiri.

Takut punya website karena biaya pembuatannya mahal? Jangan khawatir! Bikin website di Yukbisnis.com hanya 100 ribu per bulan!

Kalau masih ragu, bisa dicoba dulu versi gratisnya. Biayanya nol rupiah!

 

KLIK DI SINI >>> BUAT WEBSITE Rp 100 ribu

Fashionpreneurs, Ini Tips Mendapatkan Foto Produk Terbaik dari Rosie Gadiza!

Fashionpreneur, ini tips mendapatkan foto produk terbaik dari Rosie Gadiza!–Beberapa waktu lalu, kami diberi kesempatan untuk melakukan wawancara dengan Mbak Rosie Rahmadi, owner dari Gadiza.co.id untuk membicarakan tentang tips mengambil foto produk terbaik. Bagi yang belum mengenal sosok beliau, bisa langsung cek di website Gadiza ya.

Menurut Mbak Rosie, untuk mendapatkan foto produk terbaik, ada 4 hal yang harus diperhatikan:

  1. Menentukan Tema

Semua inspirasi dalam menentukan tema dituangkan ke dalam sebuah mood board, kemudian dilanjutkan dengan membuat sketsa hingga sampel dan bisa disebut sebagai koleksi.

contoh moodboard
Contoh moodboard

      2. Menentukan ‘Story’ dari Setiap Koleksi Fashion

Setiap koleksi yang dilaunching harus memiliki ‘story’ agar bisa tersampaikan dengan baik melalui model, make-up artis serta photoshoot yang dilakukan oleh fotografer. Selain ‘story’, warna dari setiap koleksi juga akan sangat menentukan hasil akhir dari foto produk.

 

 

 

       3. Menentukan Model dan Make-up Artist

Kriteria model yang ideal bagi Mbak Rosie adalah model yang jarang  dipakai oleh desainer lain, bukan model yang sering difoto menggunakan produk dari brand lain, dan juga jangan menggunakan selegram sebagai modelnya.

Sebelum sesi photoshoot, biasanya beliau menghubungi make-up artis untuk membicarakan mengenai make-up yang sesuai dengan mood board. Berdasarkan riset kecil-kecilan yang dilakukan oleh Mbak Rosie, pemilihan warna make-up harus sesuai dengan koleksi beliau. Jika model menggunakan make-up yang sama untuk berbagai jenis koleksi, maka seluruh koleksi tersebut akan terlihat mirip.

Setelah selesai dengan make-up artis, selanjutnya adalah briefing dengan model dengan menunjukan mood board dan menceritakan gambaran kisah agar si model bisa menjadi sosok yang ada di dalam inspirasinya.

 

       4. Membicarakan Keinginan dengan Fotografer

Briefing dengan fotografer juga dibutuhkan untuk menentukan pose-pose tertentu yang harus diambil oleh fotografer agar inspirasi beliau bisa tersampaikan lewat foto. Saat photoshoot, styling yang mendetail juga harus diperhatikan seperti foto yang akan diambil diatas bukit, beliau meminta model untuk menutup mata dan seolah merasakan ada angin yang bertiup.

Jika hasil foto produk sudah oke, selanjutnya diserahkan pada copywriting. Menurut beliau, pemberian watermark pada foto tidak begitu diperlukan saat kita sudah pede dengan kualitas produk yang kita miliki. Bagaimana jika diambil orang lain? Ya, diikhlaskan saja..

Itu dia beberapa tips dari Rosie Rahmadi dalam pengambilan foto produk. Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah menemukan inspirasi untuk brand Anda?

Order Banyak = Omzet Meledak?

Para pebisnis khususnya pebisnis online, pasti akan merasa senang ketika banyak orderan yang datang. Tidak jauh berbeda dengan pebisnis yang memiliki toko offline, jika pengunjung tokonya ramai pasti merasa senang. Tapi apakah semua yang datang ke toko tersebut akan membeli? Belum tentu.

Hal yang sama berlaku dalam bisnis online. Semua orderan, belum tentu ‘closing’. Mari kita cek, dari banyaknya order yang ada di toko online Anda, kira-kira berapa persen pelanggan yang menyelesaikan pembayaran?

Mungkin ada yang menjawab 40%, 60%, atau bahkan mungkin 90%? Closing melebihi 80% dari total order bisa dibilang tinggi! Jika hanya 40% yang menyelesaikan pembayaran, berarti ada 60% pelanggan Anda yang hanya order kemudian tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu transfer. Berarti rumus order banyak = omzet meledak tidak terbukti ‘kan dalam kasus ini?

Masih banyak pelanggan yang lupa transfer, alasannya macam-macam, mulai dari lupa transfer hingga masih membanding-bandingkan harga dengan toko sebelah. Padahal sudah diingatkan saat transaksi, ‘Batas transfer hanya 2 x 24 jam ya sis/gan, jika lewat maka orderan batal.’

Jika sudah mengingatkan tapi ternyata pelanggan Anda belum juga transfer pembayaran, salah satu cara yang biasanya dilakukan adalah dengan follow-up. Follow-up sangat penting untuk memperbesar faktor closing. Follow-up bisa dilakukan melalui telpon, chat messenger, email, dan sms.

Kalau orderan masih satu dua orang per hari, follow-up masih bisa dengan cara manual. Tapi, kalau orderan sudah puluhan bahkan ratusan order per hari. Masih mau follow up satu per satu? Jempol bisa kram dong…

Pakai toko online di Yukbisnis.com nggak perlu takut jempol kram karena follow-up. Tinggal pasang plugin SMS Reminder, maka pelanggan akan dikirimkan sms otomatis jika belum membayar invoicenya.

 

fitur sms reminder

 

Plugin ini hanya tersedia bagi pengguna Yubi Pro. Tetapi, bagi Anda yang masih belajar, Anda juga bisa mencoba Yukbisnis versi latihan. GRATIS selama 30 hari!

KLIK DI SINI >>> COBA GRATIS YUKBISNIS

 

 

3 Camilan Asli Indonesia yang Bikin Ketagihan, Nomor 2 Hits Banget!

camilan asli Indonesia

Anda mungkin tidak asing lagi dengan camilan-camilan seperti keripik pisang, keripik talas, keripik singkong, kacang-kacangan dan lain-lain. Selain memang mudah ditemukan dimana-mana, camilan tersebut sudah akrab di lidah orang Indonesia. Tapi, tidak semua camilan yang Anda temui itu produk asli Indonesia, lho!

Berikut ini adalah camilan asli Indonesia yang akan membuat Anda ketagihan dan ingin mengunyahnya lagi dan lagi. Apa saja? Simak ulasannya di bawah ini.

1) Tempe Krezi

tempe krezi
(Source: tempekrezi.com)

Tempe Krezi adalah camilan keripik tempe yang berasal dari Bandung. Mulai tersedia di pasaran sejak 2011, Tempe Krezi dulunya bernama Tempe Gila. Keripik tempe yang garing dipadukan dengan bubuk rempah dan cabe yang pedes ‘gila’, rasanya nagih banget! Keripik tempe ini tersedia dalam dua varian, yaitu Rasa Pedes dan Rasa Pedes Banget.

bubuk krezi
(Source: tempekrezi.com)

Selain keripik tempe, ada juga produk lainnya yang gak kalah nagih, yaitu Bubuk Krezi. Bubuk Krezi ini adalah keripik tempe yang dihaluskan sampai jadi bubuk. Anda bisa menaburkan Bubuk Krezi ke berbagai makanan kesukaan Anda, yang pasti akan membuat rasanya semakin enak.

Baca kisah pengusaha lokal yang sukses berbisnis online>> Lima Pengusaha Lokal yang Sukses Membangun Bisnisnya dengan Toko Online!

2) Zanana

Zanana chips
(Source: zananachips.com)

Siapa tak kenal keripik pisang Zanana? Keripik ini sempat menjadi perbincangan hangat karena banyak diendorse oleh artis-artis terkenal di tanah air. Zanana bukan keripik pisang biasa. Melihat kemasannya saja sudah membuat Anda ingin memboyongnya ke rumah, ditambah lagi bumbu yang berlimpah menyelimuti satu per satu potongan keripik pisangnya.

 

 

keripik pisang zanana
(Source: zananachips.com)


Selain kemasannya yang menarik, rasa keripik pisang Zanana juga ngangenin! Ada varian rasa Green Thai Tea, Brown Chocolate, Creamy Milk, Classy Spicy dan Smoked Beef yang membuat Anda tidak akan bosan menjadikan Zanana sebagai camilan sehari-hari.

Baca juga kisah pemilik Zanana membangun usahanya dari nol >>> Pemuda 20 Tahun Ini Ubah Modal 50 Ribu Jadi Ratusan Juta

 

3) Si Racang

Kacang almond si racang

Banyak kita temukan berbagai camilan kacang seperti kacang atom, kacang polong, kacang mete dan lainnya. Kali ini ada Si Racang yang menawarkan camilan yang berbeda dari biasanya, yaitu kacang almond.

Si Racang

Sesuai dengan tagline yang digunakannya yaitu ‘Kacangnya Juragan’, camilan kacang almond masih tergolong jarang di Indonesia. Maka dengan adanya Si Racang kita akan merasa seperti Juragan yang diistimewakan dengan rasanya yang enak banget dan belum banyak produk sejenis yang ada di pasaran!


Si Racang kacangnya juragan

Si Racang punya empat rasa yang berbeda, yaitu Chocolate, Natural Roasted, Milky, Seaweed dan satu varian lagi yaitu gabungan keempat rasa yang ada yaitu Mix Roasted. Kalau Anda masih bingung dengan mana rasa yang harus Anda coba terlebih dahulu, Mix Roasted sangat direkomendasikan karena setelahnya Anda bisa membeli rasa yang paling Anda suka. Kacang almondnya yang garing bersatu dengan manis asin bumbunya, dijamin membuat Anda menikmatinya sejak kunyahan pertama hingga terakhir.

 

Ingin tau cara mempromosikan produk di Instagram stories? Baca di sini>> 4 Cara Kreatif Beriklan di Instagram Stories

————————————-

Ketiga camilan tadi merupakan camilan yang unik dengan rasa yang tidak kalah menarik. Harganya berkisar antara 15.000 sampai 27.000 per bungkusnya. Ada yang dijual online dengan sistem reseller, ada juga yang dijual di toko-toko fisik yang menjual oleh-oleh.

Jika Anda tidak mau repot mencari reseller ataupun toko fisiknya, Anda bisa mendapatkan camilan tersebut di Yubi Mall. Apa sih Yubi Mall? Yubi Mall adalah mall khusus yang berisi produk-produk lokal dan asli Indonesia. Dengan bertransaksi di Yubi Mall, Anda sudah berkontribusi bagi perkembangan produk lokal.

Klik sekarang >>> Beli Camilan via Yubi Mall

 

Mau produk Anda dipasarkan via Yubimall?

Daftar Yukbisnis Pro sekarang >>> KLIK DI SINI

Ingin Berkontribusi bagi Indonesia? Lakukan Hal Ini!

Keadaan UKM di Indonesia

 

Belakangan ini sedang hangat-hangatnya pembahasan tentang produk impor yang menguasai marketplace hingga 97%. Ternyata fakta tersebut bukanlah isapan jempol belaka.

Beberapa waktu lalu CEO Blibli.com, Kusumo Martanto, bahkan mengonfirmasi berita tersebut. Beliau mengatakan bahwa dari 2,5 juta produk di marketplace, produk lokal hanya ada sekitar 50.000 – 100.000 ribu produk! Miris ‘kan?

Hal tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal belum menjadi primadona di negeri sendiri. Padahal banyak produk-produk lokal yang tidak kalah menarik dari produk impor. Mulai dari baju, celana, sepatu hingga keripik. Semuanya ada.

Selama ini produsen lokal dalam pemasarannya cenderung bermain disitu-situ saja alias sulit untuk diajak ‘go online’. Akibatnya ketika perkembangan pasar online meningkat pesat, produsen lokal masih sulit untuk beradaptasi dengan teknologi yang ada.

Selain itu, minimnya kesadaran untuk membangun serta menguatkan brand juga salah satu yang penyebab produk lokal kalah saing dengan produk impor.

Padahal brand lokal yang dibangun dari tahun ke tahun dengan serius hingga punya ‘fans setia’ dapat mengalahkan produk-produk impor.

Kalau ditantang soal kualitas produk kita bisa mengangkat kepala, kenyataannya banyak produk lokal kita yang diekspor meskipun pada akhirnya akan diberi merek brand luar.

Lalu, apa solusinya?

Pertama, generasi tua fokus ke produksi, karena mereka ‘telaten’ dan memiliki jam terbang yang tinggi. Generasi muda fokus ke pemasaran, karena mereka dinamis dan kreatif. Apalagi era internet membuat dunia tanpa batas (borderless). Ciptakan brand-mu sendiri, kolaborasi dengan para produsen lokal.

Kedua, sebisa mungkin menggunakan Merek Indonesia. Tentu tak mungkin semuanya saat ini. Apple Macbook masih belum tergantikan oleh Jeruk Gedebuk, Iphone belum tergantikan oleh Ti-phone. Jadi gak usah nyinyir saat saya keluarkan statement “Bangga Indonesia”. Sebaliknya, pemilik merek Indonesia gak usah ‘ngemis’ dengan membawa jargon “Karya Anak Bangsa”. Yang penting buktikan bahwa kualitas produk Anda pantas dikonsumsi.

Ketiga, Hulu-Hilir Indonesia

Tak perlu Merek Indonesia ‘menjajah’ luar, cukuplah jika bangsa ini bangga menggunakan merek Indonesia, itu sudah awal yang bagus. Jika konsumsi merek Indonesia besar, produksi akan semakin masal. Selanjutnya, perlahan ketergantungan terhadap bahan impor kita kurangi, bahan baku bisa diproduksi di Indonesia. Jadilah Indonesia bangsa yang mandiri.

Yuk, bangun dari tidurmu, kuasailah ilmu pemasaran. Mulailah bangun merekmu, kolaborasikan dengan para produsen canggih yang berjibun di Indonesia. Jangan lupa, gunakan ‘website’ dan media sosial sebagai pengungkit, penembus batas ruang dan waktu.

“Kemerdekaan saat ini adalah melepaskan diri dari penjajahan ekonomi dan ideologi.”

——————————————————————————–

Bangun branddotcom mu di Yukbisnis.com. Hanya 100 ribu perbulan!

Ternyata 2 Hal Sepele Ini Bisa Bikin Anda Gagal ‘Closing’!

apa itu rekening bersama

Sebagai penjual online, apakah Anda pernah merasa was-was menunggu transferan dari pembeli?

Sudah menunggu dengan sabar, tapi tiba-tiba transfernya dibatalkan!

Saat coba konfirmasi ke pembeli, ternyata alasannya tidak terduga. Mereka bilang malas menanggung biaya transfer ke bank yang berbeda! Ada juga yang bilang ‘nanti’ karena masih ragu dengan transaksi online.

Duh, gagal closing deh!

Mungkin Anda pernah mengalaminya juga?

Dua hal tersebut mungkin terlihat sepele, namun hal itu juga lah yang menjadi penyebab Anda gagal closing. Pertama, perbedaan bank. Bagi sebagian orang, tidak masalah jika mereka membayar ke bank yang berbeda. Tapi, bagi sebagian yang lain, biaya transfer dikarenakan berbeda bank juga dirasa cukup memberatkan.

Kedua, pembeli mendadak ragu sehingga mereka membatalkan transfer. Fakta ini sesuai dengan data APJII bahwa sebanyak 39,7 juta orang masih menganggap jika transaksi yang dilakukan secara online itu tidak aman. Hal itu terjadi karena banyaknya penipuan yang dilakukan secara online.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka adanya fitur rekening bersama di toko online sangat dibutuhkan dalam toko online.

Apa itu rekening bersama?

 

Rekening bersama adalah fitur yang berfungsi sebagai pihak ketiga yang membantu keamanan dan kenyamanan dari tiap transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli secara online.

Adanya rekening bersama dapat membuat toko online lebih terpercaya karena dalam setiap transaksi yang terjadi, pembeli tidak perlu khawatir akan ditipu atau uangnya akan dibawa kabur. Uang yang ditransfer oleh pembeli tidak akan diteruskan ke penjual apabila barang belum diterima oleh pembeli. Sangat aman ‘kan?

Sebagai perbandingan, mari kita lihat contoh kasus berikut:

Ani dan Budi adalah sesama pengusaha sepatu yang sudah memiliki toko online sendiri. Mereka menjual sepatu yang sama dengan target pasar yang juga sama. Tapi, setelah dibandingkan, ternyata omzet bulanan yang didapatkan oleh Ani jauh lebih besar dari Budi. Mengapa bisa begitu?

Ternyata toko online Ani memiliki kelebihan dari segi ‘kepercayaan’ dari pembeli karena tokonya sudah memiliki fitur rekening bersama. Dengan adanya fitur rekening bersama, pelanggan tidak akan ragu lagi terhadap toko online milik Ani.

Selain itu dengan adanya rekening bersama juga memudahkan para pembeli di toko Ani untuk transfer uang sesuai dengan bank pilihannya, karena biasanya pembeli akan transfer ke bank yang sama untuk menghindari biaya transfer antar bank yang berkisar Rp. 6.500,- sampai dengan Rp. 7.500,-.

Perbedaan yang terlihat kecil, ternyata berdampak besar!

Sudah terbayang situasi di atas?

Berapa banyak pelanggan Anda yang akan hilang karena hal ‘sepele’ tersebut?

Jangan sampai gagal closing lagi!

Manfaatkan fitur rekening bersama yang disediakan oleh Yukbisnis.

 

Coba sekarang DISINI! GRATIS sampai 30 hari!

 

 

Darurat IKM Indonesia

 

produk lokal di marketplace

HANYA 6 – 7 % dari POPULASI PRODUK yang dipasarkan online, BUATAN INDONESIA” ~ Kemenko Perekonomian.

Bacanya nyesek..! Artinya selama ini yang kita lihat dan beli di marketplace dan termasuk toko online di Yukbisnis, mayoritas adalah buatan luar.

Apa dampaknya?

Kemakmuran hanya bagi pedagang (internet marketer), bukan produsen. Padahal produsen atau industrilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Saat mau merilis Program Affiliate via Yubimall, saya urungkan niat saya, gara-gara mayoritas produk yang terpampang adalah produk luar, yang tentu mayoritas Cina. Bukannya saya benci buatan Cina, tapi buat apa Yukbisnis diciptakan, kalau gak untuk melindungi kepentingan Industri Indonesia?

Perhatikan Alurnya…

Bahan baku >> Produsen >> Brand Owner >> Internet marketer (reseller) >> Konsumen

Kebalikan dari angka 7% produk Indonesia, adalah 93% produk luar.
Artinya maraknya e-commerce di Indonesia justru hanya menaikkan jalur distribusi produk luar, terutama Cina. Bukan hanya tidak memakmurkan produsen Indonesia, justru menggerus IKM kita. Nasib serupa dengan minimnya generasi muda yang gak mau jadi petani, karena diinjak tengkulak.

“Kalau memang kita gak kuat di produksi, kenapa kita harus paksakan produksi Indonesia?”. Jawabannya: Produksi adalah hasil sumber daya manusia, bukan sumber daya alam. Artinya produksi adalah ‘nasib’ yang harus diperjuangkan, bukan ‘takdir’ yang kita terima. Jika para pemasar terus mencari harga termurah, komisi penjualan terbesar, tanpa peduli kesejahteraan produsen, maka IKM Indonesia tak akan bertumbuh.

 

MALL KHUSUS PRODUK INDONESIA

Berangkat dari kemirisan terancamnya nasib IKM (industri kecil menengah) Indonesia, maka kami putuskan Yubimall hanya ‘memasarkan’ produk ‘Buatan dan Milik’ Indonesia. Berbeda dengan value marketplace kapitalis yang berani jor-joran bakar duit, untuk mendatangkan trafik, Yubimall memilih menggunakan sistem AFFILIATE alias Crowd Traffic.

Ingin Memajukan Indonesia?
Yuk bantu pasarkan Produk Indonesia via Affiliate Yubimall >> affiliate.yubimall.com

Ingin Produk Anda dipasarkan oleh ribuan Affiliate, hanya bayar jika laku saja?
Yuk bergabung ke mitra.yubimall.com

Mau melariskan produk Indonesia?
Yuk belanja di Yubimall.com

Daripada sibuk menyalahkan, lebih baik berbuat yang Kongkrit untuk memperbaiki negeri ini..!

#kentutdalamsarung

 

Ditulis oleh Jaya Setiabudi

Wow! Inilah Lima Pengusaha Lokal yang Sukses Membangun Bisnisnya dengan Toko Online!

pengusaha sukses

Menjadi seorang pengusaha sukses tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi sukses atau tidaknya usaha yang dijalani. Apalagi di zaman digital seperti sekarang ini, pengusaha dituntut untuk melek digital. Jika tidak, bisnisnya bisa tenggelam karena perubahan perilaku pasar.

Berikut ini adalah pengusaha-pengusaha sukses dari Indonesia yang berhasil membuat brand mereka sendiri! Siapa saja mereka? Mari kita bahas satu per satu!

 

  1. Rizal – Sikaya Snack

sikaya snack

Sikaya adalah salah satu merek keripik yang inovatif di Indonesia. Boleh jadi singkong masih menjadi primadona sebagai pilihan bisnis keripik, tapi Rizal selaku pemilik Sikaya, lebih memilih cireng sebagai pilihannya. Iya, Anda tidak salah baca! Sikaya adalah camilan keripik yang berbahan dasar cireng! Sangat unik bukan?

Sejak tahun 2012, Rizal dan temannya yang bernama Doni memiliki mimpi untuk menjadi orang kaya. Oleh sebab itu mereka memberi nama keripiknya “Sikaya”. Nama Sikaya juga berarti kaya ilmu, kaya hati, bisa memberdayakan dan memperkaya orang lain (reseller) juga menggambarkan Indonesia yang kaya akan rempah-rempah dan sumber daya alam.

Rahasia kesuksesan Sikaya terletak di rasa yang kaya akan rempah dan jumlah reseller yang terus bertambah. Rizal mengungkapkan bahwa penjualan keripik Sikaya berfokus kepada reseller yang sebelumnya telah diedukasi mengenai asiknya mendapatkan keuntungan dari berjualan. Sebelum ada brand sikaya, penjualan dilakukan secara langsung dari mulut ke mulut. Tapi setelah ada brand, penjualannya dimulai lagi melalui website yang didukung oleh iklan di Facebook Ads. Sejak memiliki toko online sendiri, Rizal hanya tinggal mengirim barang tanpa harus membalas satu per satu. Adanya fitur sms notification juga sangat membantu Rizal mendapatkan kepercayaan dari pelanggannya.

Anda bisa cek toko online Sikaya DISINI!

 

  1. Ulfatun Naja –  Alya Hijab by Naja

pemilik alya hijab

Ulfatun Naja adalah pemilik brand Alya Hijab by Naja. Dimulai dari tahun 2009, Alya Hijab by Naja memulainya dari clothing line. Tapi, saat bisnisnya sudah berjalan, ternyata permintaan hijab lebih tinggi dibandingkan dengan line clothingnya. Oleh sebab itu, Ulfatun Naja memutuskan untuk menggunakan nama Alya Hijab yang sebelumnya bernama Alya Dress Specialist.

Semua proses mulai dari produksi hingga penjualan dilakukan sendiri. Sampai akhirnya Ulfatun Naja merasa hilang arah dan tidak tahu akan dibawa ke mana bisnisnya. Pada tahun 2015, di sebuah seminar yang dihadirinya, Ulfatun bertemu dengan mentor Jaya Setiabudi hingga merasa bersemangat lagi dan sudah tahu ke mana arah bisnisnya serta apa saja yang harus dilakukannya.

Ulfatun Naja sudah sempat membuat toko online untuk Alya Hijab by Naja dengan menghabiskan banyak waktu dan biaya, namun toko online yang digunakannya itu masih banyak kekurangan dalam hal fitur. Saat memutuskan untuk membuat toko online lagi, ia terkejut karena websitenya kini bisa langsung jadi dalam satu hari. Selain itu, fitur countdown timer sangat membantunya untuk melakukan penjualan pada produk-produk yang didiskon terbatas.

Anda bisa cek toko online Alya Hijab DISINI!

 

  1. Dian Anggraini – EnvyGreen

pemilik envygreen

Pemilik nama lengkap Dian Anggarini ini, semasa kecilnya sering mengikuti kegiatan modeling. Dian lulus dari UNPAD jurusan farmasi dan melanjutkan pendidikan profesi sebagai apoteker. Setelah lulus, Dian bekerja di pabrik kosmetik selama 3,5 tahun. Meskipun Dian kuliah di jurusan farmasi, dia mengaku tidak menyukai obat, dan lebih memilih kosmetik karena menurutnya kosmetik itu menyenangkan karena dapat membuat seseorang menjadi lebih cantik.

Dian memiliki keinginan untuk membuat brand kosmetik sendiri. Dia ingin wanita Indonesia menggunakan produk yang alami tanpa zat yang berbahaya sehingga bisa tampil cantik alami. Diawali dengan nama Envyme, sekarang brand miliknya berubah nama menjadi Envygreen. Envygreen adalah rangkaian perawatan kulit berbahan alami dan aman digunakan dalam jangka panjang. Fokus pasar yang dituju oleh Envygreen adalah remaja-remaja yang belum pernah menggunakan skincare.

Produk Envygreen pertama kali dipasarkan melalui sosial media tanpa memiliki toko online sendiri. Dian mengatakan bahwa melayani satu pelanggan membutuhkan banyak waktu karena harus membalas chat, menghitung ongkir, serta konfirmasi pembayaran. Saat Envygreen membuat toko onlinenya sendiri, adanya toko online mempermudah pekerjaan admin dan memperkecil resiko seperti salah alamat atau salah pesanan.  Ditambah lagi dengan adanya fitur wishlist, maka ketika produk tersebut habis, pengunjung bisa memasukkannya ke dalam wishlist dan akan dikirimkan email ketika produknya telah tersedia lagi.

Anda bisa cek toko online Envygreen DISINI!

 

  1. Prawira – Belah Doeren

pemilik belah doeren

Belah Doeren adalah usaha kuliner yang mengolah bahan baku durian menjadi berbagai macam produk durian, sesuai taglinenya yaitu ‘bring durian to the next level’. Prawira dan istrinya selaku owner Belah Doeren memilih durian karena menurutnya penggemar dari buah yang sangat terkenal akan baunya itu merupakan penggemar fanatik. Terbukti dari pelanggannya yang tersebar baik di dalam kota, luar kota hingga turis mancanegara yang mampir ke tokonya.

Prawira menjalankan Belah Doeren sejak tahun 2013 dengan 4 jenis produk sebagai permulaan. Belah Doeren masih tetap eksis hingga kini karena mereka terus berinovasi dalam mengembangkan produk baru dan menjaga kualitas produknya.

Awalnya Belah Doeren memiliki 6 outlet, bahkan 3 outletnya berlokasi di pusat perbelanjaan. Seiring ‘hijrah’nya pasar offline ke pasar online, Prawira memutuskan untuk fokus ke satu outlet dan membuat toko online yang bisa diakses dari mana saja dengan mudah. Prawira mengatakan bahwa sebagian target pasarnya yakni ibu-ibu dan orang tua tidak terbiasa dengan sistem online, karena ragu-ragu dan takut ditipu. Tapi, dengan adanya fitur notifikasi sms di toko onlinenya, pelanggan yang tadinya ragu-ragu menjadi yakin karena dikirimkan sms tepat setelah melakukan transaksi.

Anda bisa cek toko online Belah Doeren DISINI!

 

  1. Arif Gampang Utomo – Respiro

pemilik respiro

Siapa yang tak kenal Respiro? Jaket yang banyak digunakan oleh pesepeda motor ini sudah sangat terkenal di Indonesia. Respiro sendiri berasal dari kata respire yang secara garis besar berarti bagaimana jaket yang kita kenakan bisa menjaga suhu tubuh dan tetap terasa nyaman.

Arif Gampang Utomo adalah sosok dibalik suksesnya merek Respiro. Sebelum memiliki bisnis, Arif pernah bekerja di perusahaan tekstil. Dia pun dikirim ke Eropa untuk belajar tentang tekstil. Meski awalnya tidak suka, tapi ia tetap menjalaninya dengan tekun hingga akhirnya menjadi ahli di bidang tekstil. Berawal dari ilmu yang dipelajarinya mengenai bahan waterproof, windproof dan breathable. Arif memiliki ide untuk mengembangkan jaket yang cocok untuk negara tropis seperti Indonesia. Pria kelahiran Madiun 1974 itu mulai mengembangkan usahanya pada tahun 2010. Saat ini, Respiro sudah memiliki lebih dari 100 varian produk meliputi jaket, sarung tangan, sepatu dan perlengkapan berkendara lainnya.

Produk Respiro dipasarkan dengan memanfaatkan jaringan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia, selain itu Respiro juga memiliki beberapa cabang toko offline. Banyaknya permintaan yang datang dari reseller membuat kerepotan dalam mengatur stock secara manual. Oleh sebab itu, Respiro membuat toko online yang ditujukan untuk para reseller maupun pelanggan yang ingin membeli secara langsung tanpa proses yang panjang. Adanya fitur ‘Reseller’ dalam toko onlinenya,  mempercepat dan mempermudah reseller yang ingin memesan produk Respiro.   

Anda bisa cek toko online Respiro DISINI!

 

Lima pengusaha sukses di atas sudah menggunakan toko online di Yukbisnis.

Anda kapan?

 

Buat toko online Anda dalam LIMA MENIT, coba sekarang juga DISINI!

8 Fitur Toko Online Pendongkrak Penjualan yang Harus Anda Miliki

toko online

Sebagai pebisnis online, tentunya banyak hal yang Anda pertimbangkan sebelum membuat toko online untuk bisnis Anda. Mulai dari fitur, harga, kemudahan dalam penggunaanya, dan lain-lain. Permasalahannya adalah, saat Anda sudah memiliki toko online, mungkin Anda baru menyadari bahwa fitur di toko Anda masih kurang membantu dalam penjualan.

Fitur-fitur yang ada di dalam toko online Anda ternyata juga berpengaruh dalam menaikkan penjualan apabila digunakan dengan benar dan sesuai dengan fungsinya! Apa toko online Anda sudah memiliki fitur-fitur seperti di bawah ini? Mari kita cek satu per satu!

1. Pixel Tracking

Facebook Pixel tracking merupakan sebuah tools yang wajib dimiliki oleh setiap toko online. Mengapa? Karena dari pixel tracking, Facebook akan memberikan data kepada kita mengenai aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung selama di toko online kita. Halaman apa yang paling sering mereka lihat, apa mereka melakukan pengunjungan atau hanya sekedar melihat-lihat saja. Semua datanya akan direkam oleh Facebook sehingga Anda bisa menggunakan untuk keperluan iklan seperti retargeting dan custom audience.

 

2. Rekber

Rekening bersama merupakan salah satu hal yang paling dipertimbangkan oleh pengunjung karena maraknya penipuan dalam jual beli online, atau bahkan penjual nakal yang tidak juga mengirim barang setelah ditransfer. Fitur ini saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. Penjual merasa lebih dipercaya oleh pengunjung, serta pengunjung akan merasa aman dan nyaman dalam melakukan transaksi. Yukbisnis membuat bisnis Anda lebih terpercaya dengan adanya fitur Rekening Bersama.

 

3. Countdown Timer

Jika Anda ingin membuat kehebohan dengan mengadakan diskon hanya 2 jam saja, fitur ini sangat powerful untuk Anda! Selain bisa mengatur berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk hitung mundur, Anda juga bisa mengatur produk mana saja yang akan menggunakan fitur ini. Traffic toko online Anda bisa ramai karena countdown timer! Tentunya dengan memberitahu para pengunjung Anda di hari-hari sebelum Anda mengaktifkan fitur ini untuk menawarkan diskon terbatas.

 

4. Email Marketing

Ini adalah salah satu fitur yang sangat bermanfaat. Anda bisa mengumpulkan email pelanggan Anda dan mengirimkan email sekaligus kepada seluruh pelanggan Anda. Dengan headline yang menarik, konversi dari email marketing ini menggiurkan lho!

 

5. Langsung Bisa Menggunakan Domain .com, .net, .org, .biz

Bikin toko online Anda di Yukbisnis, tidak perlu repot-repot lagi memikirkan domain, karena Anda bisa membuat domain secara langsung di Yukbisnis Pro. Selain itu, pilihan domainnya bukan hanya .com saja, ada juga .net, .org, dan .biz yang tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

 

6. Live Chat

Fitur ini memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan pengunjung secara langsung sehingga menghemat waktu untuk membalas. Pengunjung tidak perlu keluar dari toko online Anda untuk sekadar menghubungi Anda.

 

7. Bebas Pilih Tema

Di Yukbisnis, Anda bebas memilih tema yang paling cocok untuk toko Anda. Mulai bosan dengan desainnya? Tenang saja, semua tema tetap gratis untuk Anda! Tidak ada biaya tambahan untuk penggantian tema.

 

8. Harga yang Bersaing untuk Pelaku Bisnis Pemula sampai Professional

Terakhir adalah soal harga. Memang sudah banyak penyedia jasa toko online online di luar sana. Tapi, Yukbisnis berkomitmen untuk membuat pelaku bisnis bisa go online tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Dengan fitur yang super lengkap, Anda bisa membandingkan bahwa harga yang ditawarkan oleh Yukbisnis benar-benar bisa membantu Anda dan bisnis Anda.

 

Nah, itu dia fitur-fitur yang bisa meningkatkan penjualan di toko Anda, termasuk juga harga berlangganan yang tidak memeras kantong!

Apa toko Anda sudah memiliki semuanya?

Kalau belum, beberapa keunggulan tersebut SUDAH tersedia di Yukbisnis untuk bisnis Anda.

Masih ragu? Coba dulu selama 30 hari, GRATIS! Klik DISINI!

Sesuatu yang Lebih Berharga dari Minyak Bumi

Sesuatu yang Lebih Berharga dari Minyak Bumi

yang lebih berharga dari minyak bumi adalah database

Awal tahun merupakan momen yang bagus jika Anda ingin memulai ataupun memikirkan ulang bisnis yang saat ini sedang Anda jalankan. Kita tahu dari data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bahwa 3,79 juta pelaku bisnis UKM sudah go online, masih jauh dari target 8 juta UKM go online di tahun 2019.

Mayoritas dari pelaku bisnis tersebut melakukan pemasaran di platform marketplace. Kita juga mengetahui bahwa marketplace tidak menyediakan tempat untuk berjualan secara cuma-cuma karena merekalah yang akan menguasai saluran informasi dalam e-commerce yang lebih berharga dari minyak bumi, yaitu database pelanggan.

Baca: inilah alasan mengapa produk impor mendominasi.

 

4 Pilar e-commerce

Mengutip ucapan Bapak Hadi Kuncoro dalam wawancara dengan Juragan Jaya Setiabudi di live facebooknya, beliau mengatakan ada 4 pilar dalam e-commerce, yakni traffic, payment method, logistic, dan database.

Tonton videonya di sini.

Database pelanggan atau big data, adalah aset penting dalam bisnis e-commerce. Di dalamnya memuat data spesifikasi produk dagangan Anda, metode pembayaran, demografi pembeli, yang apabila diolah bisa digunakan untuk memetakan perilaku pasar, kebiasaan konsumen, dan lain-lain. Data pengiriman logistik, berat barang, jumlah barang, dikirim dari mana ke mana, juga data tentang bagaimana pembayarannya dilakukan berpengaruh terhadap perkembangan bisnis e-commerce.

Jika Anda tidak memiliki toko online sendiri, maka data-data tersebut menjadi milik marketplace Anda dan mereka sudah pasti mengetahui bagaimana mengolahnya.

Selain marketplace, Anda juga bisa memanfaatkan media sosial dan juga layanan digital advertising seperti Fb Ads, Google Ads, dan lain lain untuk memasarkan brand Anda sendiri. Manfaatkan layanan dan fitur-fiturnya untuk melakukan brand awareness yang muaranya adalah website toko online Anda, sehingga 4 pilar e-commerce yang disebutkan Pak Hadi Kuncoro di atas bisa sepenuhnya Anda kelola sendiri.

Baca juga: 7 hal tentang marketplace.

 

Amankan Database Pelanggan

Toko online Anda adalah saluran utama digital dari bisnis Anda. Dengan pengelolaan database yang baik Anda bisa mengurangi penetrasi produk impor terhadap produk lokal. Apalagi kalau bisnis Anda memang berbasis produk lokal.

Belum punya produkmu sendiri? Yuk join yubi affiliate.

Banyak brand lokal yang kualitas produknya sudah mendunia, sebutlah Dowa (Tas rajut buatan Jogja), Peter Says Denim (Jeans Bandung), Niluh Djlantik (Sepatu Bali).

Di artikelnya yang berjudul Negeri Tukang Jahit, Juragan Jaya Setiabudi kurang lebih menulis seperti ini:

 

Ciptakan brand-mu sendiri, kolaborasi dengan produsen lokal. Buktikan bahwa kualitas produk Anda layak dikonsumsi.

Tidak perlu produk dan brand lokal Indonesia menjajah luar, bila bangsa kita mulai menggunakan dan mengonsumsi produk-produk lokal, saling support antara pemasar dan produsen lokal, itu sudah merupakan awal yang bagus.

Tinggal selanjutnya adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan baku, atau pun produk-produk impor. Sehingga bersama-sama bisa membentuk ekonomi Indonesia yang mandiri.

Yuk, bangun dari tidurmu, kuasai segera ilmu pemasaran. Bangun merekmu, jalin kerjasama dengan para produsen canggih di Indonesia. Gunakan website toko onlinemu sebagai rumah bagi pelanggan, marketplace dan media sosial sebagai alat pembangun dan pengungkitnya.

Kemerdekaan saat ini adalah melepaskan diri dari penjajahan ekonomi dan ideologi.

 

Jangan lupa bagikan artikel ini ya. Salam perjuangan!

Inilah Alasan Mengapa Produk Impor Mendominasi

UMKM INDONESIA

 

Dilansir dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, sebanyak 3,79 juta pelaku bisnis sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Mayoritas pelaku bisnis memasarkan produknya di marketplace, tempat pembeli dan penjual bertemu secara virtual.

Seperti yang kita ketahui, beberapa marketplace yang ada di Indonesia sedang berperang menjadi nomor satu di Indonesia. Suntikkan dana dari investor pun mengalir dengan deras. Tapi, tahukah Anda? Dari banyaknya produk yang ada di marketplace, produk lokal hanya berkontribusi sebanyak 6 – 7% saja berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hal itu juga berarti, sebanyak 94% produk yang ada di marketplace adalah produk impor. Investasi besar yang didapatkan oleh marketplace Indonesia, secara tidak langsung juga ikut mempromosikan produk impor. Ini merupakan keadaan darurat bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Para pelaku bisnis berbondong-bondong untuk berjualan di marketplace dengan harapan mengeluarkan modal sesedikit mungkin, namun produk mereka akan tetap laris manis di pasaran. Bahkan beberapa marketplace sama sekali tidak memungut biaya apapun untuk berjualan di sana alias gratis! Tapi, ternyata ada yang lebih mahal dibalik fitur-fitur yang disediakan secara gratis oleh marketplace tersebut. Apa itu? Jawabannya adalah data.

Sumber daya yang paling berharga di dunia bukan lagi minyak bumi, melainkan data. Ketika para pelaku bisnis menjual produknya di marketplace, data pembeli juga akan tercatat di database marketplace tersebut. Dari data yang mereka dapatkan, data tersebut kembali diolah dan dipelajari. Hasilnya, marketplace memiliki data mengenai kebiasaan berbelanja orang Indonesia, apa saja yang mereka beli, produk apa yang paling mereka sukai, tanggal berapa mereka akan lebih banyak berbelanja, dan lain sebagainya.

Setelah mereka mempelajari dengan baik data-data yang telah didapatkan, selanjutnya mereka akan mulai memasukkan produk-produk impor yang sesuai dengan apa yang disukai atau apa yang paling dibutuhkan oleh orang Indonesia. Hasilnya, seiring berjalannya waktu, produk yang berada di marketplace sekarang sudah didominasi oleh produk impor. Lagi-lagi, produk kita harus terpinggirkan.

Jika keadaan ini terus berlanjut, maka produk-produk lokal akan semakin sulit bersaing dengan produk-produk impor, dan sampai kapanpun produk lokal tidak akan bisa menjadi raja di rumah sendiri.

Apakah Anda sudah memiliki data pelanggan Anda sendiri? Jika sudah, mulailah untuk memanfaatkan data yang Anda miliki untuk meningkatkan penjualan Anda. Jika belum, sebaiknya Anda segera mengumpulkan data pelanggan Anda.

Bagaimana agar database pelanggan Anda hanya menjadi milik Anda?

Bagaimana agar produk lokal bisa bersaing dengan produk impor tanpa perang harga di marketplace?

Caranya adalah dengan membuka toko online Anda sendiri. Karena dengan begitu, database pelanggan hanya milik Anda dan dapat membesarkan brand Anda.

Yukbisnis.com adalah platform online terlengkap di Indonesia yang bertujuan untuk memudahkan para pelaku bisnis untuk Go Online!

Saatnya selamatkan database pelanggan Anda! Buat toko online Anda DISINI!

Langkah Mudah Membangun Toko Online ZAMAN NOW

Saat ini kita sedang berada di zaman yang semua kegiatan yang sifatnya offline beralih menjadi online. Beberapa kegiatan sehari-hari yang kita lakukan sudah berubah. Misalnya seperti dalam berkomunikasi. Kita tidak perlu lagi bertatap muka secara langsung dengan orang untuk sekedar ngobrol karena sudah ada video call.

Selain itu kegiatan seperti jual beli pun juga sudah beralih. Dulu kalau untuk belanja segala keperluan harus datang ke lokasi penjualan dan beli langsung. Tapi sekarang tidak lagi. Anda tinggal internetan saja, cari apa yang Anda perlukan dan lakukan pembelian. Terima kasih kepada teknologi karena semua sudah serba dimudahkan.

Bicara soal kegiatan jual beli online, ini juga sedang menjadi sebuah trend yang dilirik banyak orang untuk dijadikan lahan mencari uang. Yes, orang-orang memanfaatkan peluang ini dengan membangun toko online. Mereka menjadikan toko online ini sebagai mata pencarian mereka (bisa utama atau sampingan).

Hasilnya? Menggiurkan!

Pertanyaannya sekarang adalah apakah Anda ingin mulai membangun toko online dan menjalankannya?

“Iya saya ingin mulai, tapi saya harus gimana ya? Mulainya dari mana dulu nih?”

Kalimat itu terlintas di pikiran Anda saat ini? Tenang! Anda tidak perlu bingung karena Anda berada di artikel yang tepat! Kali ini kita akan membahas apa saja yang harus dilakukan untuk mulai membangun toko online.

Mari segera kita mulai!
Mengapa Harus Membangun Toko Online?

Banyak orang yang mengeluh kalau sekarang ini bisnis makin sulit, pemasukkan semakin tipis dan sebagainya. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. Bukan bisnisnya yang sulit, tapi cara berjualannya sudah berubah.

Sekarang ini kita tidak bisa mengandalkan cara lama untuk berbisnis. Kita perlu mengubah cara kita dalam berbisnis dengan menggunakan bantuan digital.

Yes! Dengan membangun toko online, kita bisa menjangkau banyak orang di luar sana dan juga menambah penghasilan.

Mulainya dari mana? Berikut ini panduannya untuk Anda.

1. Mengubah Mindset

Ada hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis dan membangun toko online. Kebanyakan orang bermindset kalau mau bisnis online, pertama harus mencari produk dulu baru setelah itu mereka mencari audiencenya.

Itu adalah mindset yang kurang tepat. Sebenarnya yang harus Anda lakukan adalah:

• Tahu siapa market Anda.
• Temukan satu problem mereka.
• Cari produk yang akan menjadi solusi.

Misalnya seperti ini. Dari awal tidak tahu market Anda tapi sudah menentukan produk. Mau menjual produk kecantikan tapi asal jual dan Anda tidak tahu apa yang menjadi problemnya. Siapa yang akan beli produk Anda nanti?

Akan lebih baik jika Anda tahu marketnya siapa. Kalau marketnya perempuan, dan mereka punya problem seperti wajah kusam, nah Anda bisa menentukan produk apa yang cocok dan menjadi solusi untuk mereka.

Kalau Anda main terjun saja ya bisa saja bisnis Anda berjalan, tapi ujung-ujungnya Anda akan kebingungan dan bertanya mengapa produk tidak laku ya. Anda tidak ingin hal itu terjadi kan?

Oleh karena itu, lakukan research terlebih dulu ya.

2. Memilih Tempat untuk Berjualan

Sudah tahu siapa marketnya, apa yang menjadi problem mereka, dan menemukan solusi, sudah waktunya masuk ke pemilihan tempat untuk berjualannya nih.

Ada yang 2 opsi untuk Anda :
a. Jual beli lewat platform sosial media seperti Facebook dan Instagram.
b. Bisa membangun toko online menggunakan platform Yukbisnis.com.
Kita bahas satu-persatu ya.

Opsi A bisa Anda gunakan kalau awalnya Anda belum punya cukup dana untuk membangun sebuah web Anda sendiri. Saat ini Anda bisa mengandalkan platfrom sosial media seperti Facebook dan Instagram untuk menjadi lapak online.

Atau bisa juga Anda membuka akun untuk menjadi penjual di platform marketplace seperti :
• Tokopedia
• BukaLapak
• Elevania
• Shopee

Ada hal yang perlu Anda perhatikan, kalau Anda terlalu bergantung pada sosial media dan marketplace seperti di atas, Anda mungkin bisa menjangkau market Anda dengan cepat. Tapi Anda tidak bisa mengumpulkan data email, seandainya bisa pun Anda akan mengumpulkannya secara manual alias harus minta satu-persatu. Ini akan memakan waktu, tenaga, dan pikiran Anda.

Opsi lainnya adalah membangun toko online Anda dengan menggunakan platform Yukbisnis.com.
Kalau Anda memutuskan untuk membangun toko online di Yukbisnis.com. misalkan, biasanya mereka akan menawarkan yang beberapa paket seperti gambar di bawah ini.

Sebelum Anda memutuskan untuk benar-benar membangun toko online, Anda bisa melakukan trial lebih dulu. Pilih paket mana yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan dan mulailah untuk membangun toko online Anda dan jalankan bisnis Anda.

Sekarang kita bandingkan ya. Jika Anda memilih opsi menggunakan social media dan marketplace, data customer yang didapat dimiliki oleh pengembang sosial media atau marketplace yang Anda gunakan untuk jual beli.

Tapi bagusnya Anda memang lebih hemat biaya dan untuk menjangkau orang baru, Anda tinggal iklankan saja. Sedangkan jika membangun toko online dengan menggunakan web seperti ini, ketika masa trialnya habis, Anda harus mengeluarkan sejumlah dana lebih agar bisa lanjut menjalankan bisnis online yang Anda bangun.

Selain itu Anda harus mempersiapkan tools apa saja yang bisa mendukung Anda untuk memaksimalkan bisnis online. Tapi dengan punya web sendiri, bisnis Anda bisa berkembang dibandingkan dengan menumpang di social media atau marketplace. Data customer Anda aman karena Anda sendiri yang menjadi pemilik toko online.

Oh iya, kalau Anda memilih opsi untuk membangun web untuk toko online sendiri, ada bagusnya Anda membuat landing page yang isinya penawaran menarik. Untuk mengumpulkan data customer, Anda bisa membuat penawaran yang seperti sample gratis dari produk yang Anda jual asalkan mereka bersedia memberikan data pribadi mereka seperti nama dan email.

3. Lakukan Promosi

Ini langkah berikutnya yang paling menantang. Ketika Anda sudah menentukan opsi mana yang Anda gunakan, lakukan promosi! Promosinya lewat mana? Fokuskan dulu ke social media. Anda perlu menyusun konten yang keren, berbobot dan menarik untuk disebarkan.

Gunakan gaya kalimat yang santai dan bersahabat sehingga mudah dimengerti oleh para pembaca. Di Facebook Anda bisa buat grup dan add orang-orang untuk bergabung ke dalam page atau Anda bisa post di timeline Anda.

Lakukan 2 hal ini untuk memaksimalkan kegiatan promosi bisnis Anda.

Kalau di Instagram, Anda bisa memanfaatkan fitur Instagram Stories. Seandainya Anda sudah punya web sendiri dan ingin mengalihkan kegiatan jual beli dari social media langsung ke toko online Anda, sertakan linknya ke dalam konten. Ini akan membantu Anda dalam menyelamatkan data customer dan dijadikan untuk kegiatan follow up dan bisa jadi akan ada repeat order dari customer yang sudah pernah membeli produk dari Anda.

Praktikkan Sekarang Juga!

Anda membaca artikel ini sampai akhir? OK! Kalau begitu selamat! Wawasan Anda semakin bertambah dan pastinya Anda sudah siap untuk memulai bisnis online pertama Anda! Mungkin awalnya terdengar rumit, tapi ketika Anda sudah menjalankannya, semua akan terasa ringan!

Yang terpenting adalah ada tetap tekun, berusaha dan bersabar karena semua butuh yang namanya proses. Cepat atau lambat, hasilnya akan terlihat dan pada akhirnya Anda bisa menikmati hasilnya.

Selamat mempraktikkan!

Buka Toko Online Anda Disini

Jangan Ngaku Pebisnis Online Kalau…

Dalam bukunya yang berjudul The Startup Owner’s Manual, Steve Blank dan Bob Dorf mengungkapkan bagaimana di akhir abad 20 ketika era dot-com booming Webvan adalah salah satu perusahaan yang mengusung ide revolusi toko peralatan rumah tangga konvensional menjadi bisnis grosir retail dengan sistem pemesanan online dan jasa pengiriman di hari yang sama, langsung ke rumah pelanggannya. Para pelanggan cukup menunjuk, mengklik dan memesan. Tahun berikutnya Jeff Bezos merilis Amazon untuk pertama kalinya, lalu toko-toko B2C berbasis e-commerce lainnya pun mulai bermunculan.

Dari ide awal yang diusung Webvan dan perusahaan-perusahaan e-commerce awal tersebut hingga sekarang, dapat dilihat bahwa tujuan e-commerce adalah memudahkan pelanggan. Kata kuncinya adalah memudahkan.

Apa saja yang membuat pelanggan mudah mengakses, lalu menunjuk, mengklik kemudian memesan produk di bisnis online Anda? Apakah bisnis online yang Anda jalani sekarang sudah memudahkan pelanggan maupun Anda sebagai owner atau belum? Apa saja sih yang membuat suatu bisnis disebut online dan bukan disebut semi offline?

1. Bisa Order Online.

Tujuan dibuatnya bisnis online adalah agar pelanggan bisa dengan mudah order secara online, pelanggan tinggal membuka website bisnis online Anda melihat katalog produknya untuk kemudian memasukkannya ke dalam keranjang belanja tanpa perlu mengirimi Anda pesan singkat baik lewat chat, sms, ataupun via telepon untuk order barang yg diinginkan. Selain memudahkan pelanggan, order full online juga akan memudahkan Anda sebagai pelaku bisnis. Anda tidak perlu membalas satu persatu pertanyaan pelanggan terkait orderan, Semua dapat dilakukan secara otomatis.

Kalau pun ada pertanyaan pelanggan tentang beberapa hal terkait produk, Anda bisa menggunakan fitur live chat Si pelanggan tidak perlu keluar dari Website atau Toko Anda lagi menyimpan nomor Anda, membuka aplikasi chat, lalu bercengkerama dengan Anda, tapi pelanggan bisa langsung menggunakan fitur live chat yang sudah tertanam di situs web bisnis Anda. Itu kalau bisnis Anda sudah benar-benar online bukan semi offline.

2. Hitung Ongkir Otomatis.

Kalau misalnya pelanggan Anda masih perlu menunggu Anda untuk mengecek biaya ongkos kirim barang yang ia beli agar produknya bisa sampai ke tempatnya artinya toko Anda masih semi offline, karena belum sepenuhnya memudahkan pelanggan Anda, membiarkan pelanggan menunggu dan Anda masih repot mengecek biaya ongkirnya secara manual. Kalau hanya 1-2 pelanggan mungkin Anda tidak merasa kerepotan, bayangkan jika Anda melayani ratusan transaksi setiap harinya.

3. Sistem Payment Otomatis.

Dengan sistem e-commerce yang ada sekarang ini Anda seharusnya tidak perlu lagi merepotkan pelanggan dengan meminta mereka mengirim bukti transfer. Teknologi yang ada sudah sangat memungkinkan untuk mengecek transfer secara otomatis dengan adanya notifikasi baik untuk penjual ataupun pembeli. Sekali lagi, apakah bisnis online Anda masih merepotkan pelanggan dan terutama Anda sendiri sebagai owner dengan hal-hal semacam itu?

4. Pakai Autoresponder.

Apakah Anda masih secara manual memberikan informasi terkait detail orderan (jenis produk, jumlah produk, ongkos kirim, total belanja, dan cara pembayaran) kepada pelanggan?

Apakah Anda juga masih secara manual melakukan follow up ke pelanggan yang belum menyelesaikan proses pembayaran? Setelah pelanggan berhasil menyelesaikan pembayaran, apakah Anda juga masih secara manual memberitahukan kepada pelanggan bahwa uang mereka sudah masuk dan akan dilanjutkan ke proses berikutnya?

Jadi, berapa waktu yang Anda pakai sehari hanya untuk melakukan hal-hal yang seharusnya sudah bisa otomatis menggunakan autoresponder?

Bukankah tugas pebisnis adalah fokus untuk membesarkan bisnisnya? #TepokJidat

Baca juga : Plugin SMS Reminder.

5. Bisa Proses Orderan 24 Jam Sehari 7 Hari Seminggu.

Bisnis online tidak hanya ada di negara Anda atau di kota Anda tapi di seluruh dunia, bagaimana jika ketika Anda tertidur ada calon pelanggan yang tertarik membeli produk Anda? Anda akan kehilangan momen tersebut. Solusinya apa sebaiknya Anda tidak tidur dan fokus setiap hari, jam, menit pada bisnis Anda tersebut? Jawabannya adalah Iya, kalau bisnis Anda masih semi offline. Kalau bisnis Anda sudah full online, Anda bisa beristirahat dengan tenang seperti biasa dan sistem akan tetap memproses transaksi yang masuk kapanpun, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Dan yang pasti Anda bisa fokus memikirkan dan melakukan strategi-strategi efektif untuk membesarkan bisnis Anda.

Tonton cerita envygreen :Keringat minimum hasil maksimum.

Sekarang Anda bisa mengecek lagi apakah bisnis Anda sudah full online atau masih semi offline? Jika sudah maka silakan menyebarkan kabar ini ke yang masih belum full online. Jika belum silakan memikirkan kembali, setelah melihat kemudahan-kemudahan yang tidak hanya bisa Anda dapat sebagai pebisnis online bahkan bisa dirasakan pelanggan bisnis Anda, masih ragu untuk hijrah dari semi offline ke full online? F!ght.

Buka toko online Anda disini sekarang!

4 Cara Kreatif Beriklan di Instagram Stories untuk Bisnis Anda

Di zaman sekarang, brand mana sih yang tidak memanfaatkan sosial media buat beriklan? Salah satunya, aplikasi sosial media dengan basis visual banget yaitu Instagram. Apakah Anda pernah beriklan di Instagram stories?

Saat ini, Instagram telah memiliki delapan juta akun yang terdaftar menggunakan Business Profile. Amerika Serikat, Brazil, Indonesia, Rusia, dan Inggris mendominasi jumlah tersebut.

Menurut Tech Crunch, kini Instagram sudah mencatatkan 1 juta pengguna aktif jasa iklannya setiap bulan. Hal ini jauh meningkat dibandingkan catatan di bulan September 2016 yaitu 500 ribu dan 200 ribu untuk beberapa tahun lalu.

James Quarles, pimpinan di direksi Instagram Ads juga menyebutkan bahwa kenaikan ini berasal dari beberapa faktor. Mulai dari kebutuhan pengguna di dunia untuk membuka Instagram yang semakin sering, hingga cara yang mudah dan cepat untuk menggunakan jasa iklan di Instagram – dengan layanan Instagram for Business.

Para pengiklan sepertinya sadar betul dengan potensi Instagram. Saat ini, Instagram memiliki enam ratus juta pengguna aktif di seluruh dunia. 75 persen pengguna Instagram langsung bereaksi terhadap iklan di Instagram, misalnya dengan mengunjungi situs produk atau layanan tersebut.

Apakah Anda ingin menangkap peluang tersebut? Anda bisa beriklan di Instagram di Stories. Mirip dengan Snapchat, Instagram juga memiliki fitur stories yang memungkinkan si pengguna mengunggah foto dan video kesehariannya. Kabar bagus bagi para pemilik brand atau bisnis online, di mana, mereka dapat membuat iklan stories untuk audience yang ditarget.

Dengan fitur stories ini, brand atau pemilik bisnis dapat menjalin koneksi lebih dekat lagi dengan audience-nya.

Pada artikel ini, membahas 4 Cara beriklan di Instagram Stories untuk Bisnis Anda.
Simak sampai akhir, siapa tahu Anda bisa mendapat inspirasi untuk mempromosikan bisnis Anda dengan iklan Instagram Stories.

Tentang Beriklan di Instagram Stories
Beberapa praktik terbaik yang sangat penting untuk beriklan di Instagram stories meliputi:

1. Gunakan branding yang jelas dan besar. Karena pengguna tidak dapat melihat iklan Anda lagi nantinya, Anda perlu menyampaikannya dengan cepat dan membiarkan orang tahu apa yang harus dilakukan nanti jika memang tertarik dengan produk Anda. Untuk membantu nama bisnis Anda menonjol, gunakan teks yang kontras dengan gambar atau video. Ini akan membantu pengguna mengetahui siapa yang harus dicari nanti. Menggunakan branding yang jelas di Iklan Instagram Anda akan membantu pengguna mengetahui bagaimana menemukan Anda setelah iklan instagram stories hilang.

2. Pertahankan konsepnya yang sederhana. Sekali lagi, pengguna tidak dapat memundurkan atau menonton iklan Instagram stories lagi, jadi jagalah agar konsep iklan Anda tetap sederhana sehingga mudah diikuti.

3. Manfaatkan layar penuh. Tidak seperti format iklan lainnya, iklan cerita Anda akan mengisi keseluruhan layar pada telepon pemirsa. Untuk memanfaatkannya dengan maksimal, gunakan gambar vertikal full length yang bisa dipangkas di pos biasa. Anda bisa menggunakan ruang ekstra untuk memberikan informasi merek dan Call to Action (CTA).

Bagaimana cara kreatif membuat konten Instagram stories yang akan berkinerja terbaik dan cara termudah menggunakannya?

Berikut adalah empat kasus penggunaan yang bekerja dengan baik dengan format iklan ini.

1. Meningkatkan Kesadaran Merk dan Produk

Meningkatkan kesadaran merk dan produk sangat bermanfaat untuk iklan Instagram stories. Hal ini sejalan dengan Reach sebagai tujuan yang Anda gunakan saat membuat kampanye. Pilih gambar atau video yang bisa cepat menarik perhatian pengguna. Tampilkan juga nama brand Anda dengan cukup mencolok untuk menarik minat mereka sehingga mereka mencari bisnis Anda setelah melihat iklannya. Target yang digunakan oleh iklan Instagram stories di bawah ini untuk menampilkan gambar sebuah boardgame, namanya, dan harganya. Iklannya cepat dan tepat sasaran, dan gambarnya cukup menarik perhatian untuk menciptakan kesadaran produk dan membuat pengguna melihat produk tersebut setelah iklan tersebut hilang.

2. Menggunakan User generated Content

UGC adalah media pemasaran yang paling berpengaruh karena bisnis tidak membuatnya, pengguna melakukannya. Meskipun Anda tidak dapat membuatnya, Anda dapat mendorong audience agar lebih kreatif. Anda bisa menggunakan iklan Instagram stories sebagai ajakan bagi pengguna untuk membuat UGC Anda. Karena sebagian besar pengguna suka ketika ditanya tentang jenis konten yang Anda cari, ini adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan banyak engagement dan UGC yang dibuat hanya untuk bisnis Anda.

3. Tampilkan Diskon atau Harga Promo

Semua orang menyukai diskon atau promo, dan beriklan di Instagram Stories untuk mengumumkan diskon adalah cara yang dapat menarik perhatian pengguna dengan cepat. Di bawah ini Express menggunakan iklan stories ini untuk mengumumkan harga promo dari 219.000 menjadi 150.000, dan mereka menempatkan syarat dan ketentuan harga promo dalam teks kecil di bawah teks pengumuman yang lebih besar. Tidak ada yang lebih menarik perhatian seperti diskon atau harga promo. Mengumumkannya dengan beriklan di Instagram stories dapat memberi motivasi bagi pengguna untuk menuju ke toko online Anda dan berkonversi.

4. Gunakan a taste of art

Seperti kita ketahui dalam membuat konten di Instagram stories banyak tantangannya, terutama durasinya hanya 15 detik saja. Tidak semua orang dalam membuat konten berupa desain gambar atau video mempunyai a taste of art, ini mengakibatkan konten iklan yang dibuat menjadi kurang memiliki poin of interest dan terkesan asal-asalan. Maka dari itu gunakan a taste of art dalam setiap pembuatan iklan stories yang Anda buat. Lalu pentingkah a taste of art dalam membuat konten iklan Instagram stories? Mungkin sangat penting kalau Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Harmonisasi warna
Perhatikan tampilan dan perpaduan warna, lebih baik gunakan warna yang soft dan tidak terlalu mencolok.

2. Tata Letak
Kalau Anda berniat menampilkan gambar logo brand Anda, pastikan letak logonya terletak di bagian atas kanan seperti, supaya terlihat seperti gambar di bawah ini.

For your information gunakan standar ukuran instagram stories dengan panjang dan lebar 960×1706 pixel. Ups, jangan lupa sediakan layout untuk call to action seperti gambar di bawah ini.

3. Tampilan teks
Hindari banyak teks, sebisa mungkin tampilkan teks yang diperlukan saja. Mengingat durasi iklan hanya 15 detik saja.

Semudah itu Anda dapat membuat iklan instagram stories. Iklan instagram stories yang paling efektif adalah ketika customers menarik keatas menuju ke produk yang Anda jual di toko online Anda, mempermudah customer dalam melakukan pembelian dan transaksi.

Nah…… sudah punya toko online belum?

Buat toko online Anda sekarang klik disini :)

Cek No. 3 Akan Membuat Anda Terkejut! Penjualan di Online Shop Menurun? Berikut 5 Masalah dan Solusinya.

Berdasarkan data dari depkop.go.id per Maret 2017 jumlah pengusaha Indonesia meningkat sebanyak 3,1% ini berita bagus, namun tidak sedikit pula yang memutuskan untuk berhenti, gulung tikar, kembali jadi karyawan pabrik, dan lain-lain karena usahanya rugi, entah karena ditipu, uang dibawa kabur, penjualannya stagnan atau bahkan menurun.

Sebelum bisnis online Anda kepentok tiang listrik lantas gulung tikar, ada baiknya Anda menyimak artikel 5 masalah utama kenapa penjualan di online shop Anda menurun dan bagaimana solusinya. Tentu masalahnya bukan hanya 5 saja, tapi kami hanya memilih 5 ini yang menurut kami paling umum terjadi di kalangan para pebisnis online.

1. Persaingan harga

Dalam laporan Nielsen yang bertajuk Indonesia Ocean of Opportunities, penjualan e-Commerce Indonesia pada 2015 mencapai US$ 1,68 miliar. Konsumen dan penjual toko online bertambah setiap tahunnya, persaingan tidak mungkin dihindari.

Lebih detil lagi untuk Anda yang masih menggunakan marketplace untuk berjualan, bisa dilihat dari data tahun 2015 saja di Tokopedia dan Bukalapak sudah ada sekitar 300-400 ribu pelapak aktif dengan 3,3 hingga 6 juta produk aktif yang dijual di sana (tech in asia; 2016) dan pastinya sudah bertambah berkali lipat dalam beberapa tahun belakangan.

Dengan jumlah pelapak sedemikian banyak, bukan tidak mugnkin toko Anda tenggelam di antara penjual-penjual lainnya bahkan tidak dilirik oleh konsumen karena banyak toko lain menjual produk sama dengan Anda namun harganya jauh lebih murah.

baca juga;7 Hal yang Harus Anda Ketahui Tentang Marketplace

2. Jarang update produk

Berapa kali dalam seminggu Anda memperbaharui katalog produk dagangan? Yang terpenting bukanlah kuantitas tapi seberapa rutin Anda meng-update katalog Anda, jadi sehari update sekali asal rutin setiap hari jauh lebih baik ketimbang Anda sehari update 10 kali tapi besoknya tidak update sama sekali. Karena setiap hari akan ada puluhan ribu pengunjung baru di marketplace Anda dan biasanya yang muncul teratas di sistem pencarian adalah yang berbayar lebih dulu, diikuti oleh yang terbaru.

Anda tidak pernah tahu kapan puluhan ribu orang ini mencari produk Anda bisa jadi hari ini, besok, atau lusa, karena itu konsisten adalah kunci.

Ini tidak berlaku jika Anda memiliki Toko Online sendiri karena tidak ada toko orang lain yang akan menenggelamkan produk jualan Anda. Ketika trafik pengunjung sudah masuk ke Toko Online Anda, maka calon pelanggan tersebut sepenuhnya milik Anda.

3. Pembeli atau Pelanggan?

Kalau Anda adalah pengguna marketplace, maka yang Anda miliki adalah pembeli bukan pelanggan. Kemungkinan marketplace bisa menjadikan pembeli Anda sebagai Pelanggan sangatlah kecil karena marketplace dibuat berorientasi pada konsumen, misalnya Anda sebagai pembeli produk A dari lapak A dan ingin membeli lagi produk yang sama. Saat Anda masuk ke marketplace muncul lapak B yang menjual harga produk A lebih murah dengan review yang lebih bagus.

Pertanyaannya, apakah Anda akan tetap membeli produk A dari lapak A ?

Berbeda jika Anda punya toko online sendiri. Sebagai pengelola toko Anda sendiri, Anda memiliki database pembeli yang mana bisa Anda manfaatkan untuk memberikan konten yang bisa membuat pembeli Anda percaya pada kredibilitas toko Anda sekaligus meningkatkan branding produk Anda, sehingga mau repeat order produk Anda dan menjadi pelanggan yang loyal.

baca juga: Jualan di Marketplace atau Toko Online Sendiri?

4. Pemasaran kurang efektif

Dalam taktik pemasaran ada rumus 4P (product, price, place, promotion) yang bisa anda terapkan untuk mengubah dari pengunjung menjadi potensial customer lalu menjadi loyal customer. Akan terlalu panjang kalau dijabarkan di sini, intinya dengan mengenal produk Anda sendiri, lalu mempelajari pola perilaku konsumen dalam menentukan harga, tahu tempat dan waktu yang tepat untuk menjualnya disertai dengan kemampuan promosi yang baik entah menggunakan FB Ads, teknik SEO (baca artikel tentang SEO di sini), lalu memanfaatkan database pelanggan (tonton video tentang Data Mining oleh Fikry Fatullah di sini), Anda bisa menghemat budget untuk marketing dan tetap mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.

Tonton Video Jaya Setiabudi – Simply Selling disini , juga tentang Simply Marketing disini .

5. Produk Tren Sesaat vs Potensial

Pikirkan kembali apakah produk Anda itu termasuk tren sesaat yang hanya bisa bermanfaat di musim-musim tertentu lalu hilang trennya ataukah yang bisa dipakai kapan saja, awet, punya kenangan baik dengan konsumen Anda, terus diingat oleh orang (memorable) dengan kata lain, potensial?

Lakukan riset sederhana pada para konsumen-konsumen Anda apa yang mereka ingat dari produk Anda, apa yang membuat mereka kembali membeli produk Anda dan apa yang kira-kira bisa membuat mereka merekomendasikan produk tersebut untuk teman atau koleganya.

Kalau Anda baru akan berjualan ada baiknya membaca-baca tulisan Jaya Setiabudi tentang Produk yang Jelas Potensial Bukan Tren Sesaat disini .

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, juga semakin meningkat pula pebisnis online-nya dan meningginya persaingan juga tidak terelakkan lagi. Maka salah satu cara untuk bertahan adalah sebisa mungkin Anda terus belajar dan belajar, mempelajari produk Anda sendiri, bisnis Anda, perilaku konsumen Anda, dan lain-lain sebagainya.

Selain 5 masalah yang disebutkan, apakah Anda juga pernah mengalami masalah yang belum disebutkan di atas, tapi sering dialami oleh pebisnis online lainnya? Tulis di komen ya. F!ght.

Maaf, Tapi Inilah Faktanya Jualan di Media Sosial.

Media sosial adalah platform yang dibuat dengan tujuan agar penggunanya bisa bersosialisasi, berjejaring dengan orang-orang di seluruh dunia tanpa harus repot-repot bertemu, mengunjungi tempat dan bertatap muka dengan mereka. Anda di Indonesia bisa berdialog dengan rekan Anda yang ada di Kanada, misalnya tanpa perlu repot-repot beli tiket, mengurus passport, visa, dan lain sebagainya untuk datang ke negaranya.

Di Indonesia sendiri, seiring dengan bertumbuhnya pengguna Internetnya, dari 88 juta pengguna tahun 2014 meningkat jadi 132,7 juta pengguna per tahun 2016 (survei APJII tahun 2016) meningkat pula pengguna media sosialnya.

Menurut data statista per Mei 2016 saja pengguna Twitter di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia, yakni 24,34 juta. Untuk Facebook, pengguna dari Indonesia per April 2017 menurut wearesocial sebesar 111 juta pengguna menempati urutan keempat di bawah Brazil dan India. Untuk instagram, Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna instagram terbesar se-Asia (kompas, tempo dailysocial). Fantastis!

1. Media Sosial Berfungsi sebagai Media Jual-Beli

Dari data jumlah pengguna yang dijabarkan di atas, banyak dari pebisnis online termasuk pengelola media sosial sendiri melirik peluang manfaatnya untuk pemasaran digital. Terbukti diluncurkannya fitur facebook ads, pixel, dan canvas.

Di Twitter sendiri ada juga fitur Twitter Ads, Instagram juga membuat platformnya menjadi dwifungsi sehingga pengguna bisa mengubah akun pribadinya menjadi khusus versi bisnis, juga ada instagram ads.

Para pebisnis online ramai-ramai memanfaatkan fitur-fitur ini, menggunakan page Facebook untuk toko, Instagram untuk katalog. Media sosial yang awalnya digunakan untuk berteman perlahan beralih fungsi menjadi platform untuk berjualan.

2. Trafik Tinggi

AJPII di data hasil polling yang diluncurkan 2016 lalu mengungkapkan, sebesar 129,2 juta pengguna internet di Indonesia mengakses konten media sosial. Facebook menempati urutan pertama sebagai media sosial yang paling sering dikunjungi sebesar 71,6 juta pengguna, disusul Instagram sebesar 19,9 juta, lalu Youtube 14,5juta. Tak heran dengan pengguna sebanyak ini, internet merupakan ladang pemasaran digital yang menggiurkan.

3. Bisa Dipercaya?

Ada hal menarik dalam laporan Fraud Management Insight 2017 yaitu dari 10 negara yang disurvei, Indonesia adalah negara terendah tingkat kepercayaanya dalam bertransaksi digital.

Jadi kemana semua pengguna internet yang sangat tinggi yang ada di data sebelumnya?

Kemungkinan karena maraknya penipuan online yang terjadi, dilansir dari penelitian yang dilakukan Kapersky Lab, bahwa sebanyak 26% konsumen yang bertransaksi online di Indonesia mengalami penipuan ini dan sialnya, 80% penipuan transaksi tersebut terjadi di media sosial.

Bisa karena konsumen terlalu percaya atau tergiur harga barang yang murah, maka disinilah pentingnya mempunyai Toko Online dengan brand[dot]com sendiri. Dapat meningkatkan kepercayaan calon pelangan Anda, apalagi jika terdapat fitur-fitur yang mendukung keamanan bertransaksi online.

baca juga: Marketplace dan Toko Online

4. Bisa Tutup Kapan Saja

Apakah Anda masih ingat dengan Friendster? Kejadian atau kasus media sosial yang tutup karena terkalahkan oleh platform lain yang lebih ngetren. Hal ini juga bisa menimpa platform manapun termasuk Facebook, Instagram, Snapchat, Twitter, Path, ataupun lainnya. Karena kebiasaan manusia pasti bertumbuh, berkembang, dan berubah-ubah. Mungkin sekarang, media sosial yang Anda gunakan untuk berjualan masih pada masa jaya-jayanya, tapi ketika paceklik itu datang, sudah siapkah Anda?

tonton video : cara buka toko online

5. Media Sosial Bukan Toko Anda

Seberapapun besar transaksi yang berhasil Anda lakukan di akun media sosial Anda. Media sosial tetaplah media sosial, Anda tidak bisa secara otomatis mendapatkan database pelanggan Anda, tidak bisa melayani pembeli Anda secara otomatis, tidak menyediakan shoping cart untuk pembeli Anda, tidak bisa mengorganisir katalog produk Anda dengan baik, Anda juga tidak bisa menggonta-ganti tampilan toko sesuka hati Anda, hanya terbatas memuat konten tertentu dengan batas-batas tertentu pula.

Media sosial memang senjata yang bagus, tapi alangkah baiknya kalau senjata tersebut Anda gunakan untuk memperkuat diri Anda, dalam hal ini toko online Anda sendiri. Jadi, Anda tidak bergantung pada senjata Anda, tapi menggunakan senjata tersebut dengan baik.

Gunakan media sosial untuk mempromosikan toko online Anda, sehingga trafik toko online Anda naik. Buatlah konten yang menarik agar teman, followers, subscribers media sosial Anda tertarik untuk mengunjungi toko online Anda tersebut.

Jika dianalogikan, bukalah sebanyak-banyaknya stand pameran (media sosial) lalu giring mereka untuk datang langsung dan jatuh cinta dengan Toko Anda. Sehingga ketika nanti pameran tutup, pelanggan Anda tidak akan bingung saat ingin membeli produk Anda, tinggal datang saja ke Toko Anda.

Anda punya fakta menarik lainnya tentang fenomena media sosial yang perlahan jadi social commerce ini? tulis di komen ya. Fight!